Mas Sinung, Lukman, Harlizon dan Rekans,
Penggencaran penanaman pohon Hitaullo/nyamplung bisa merupakan
kerjasama antara Komunitas Indonesia Next better dengan Pemerintah
Pusat/cq Kehutanan dan atau para Gubernur/Bupati dengan menggunakan
dana reboisasi atau post lain yang bukan hanya merupakan pengeluaran
dana tetapi juga investasi Pemerintah/Pemda, dimana hasilnya bisa
merupakan joint operation KOmunitas Indonesia Next Better dengan
Pemerintah dalam produksi BBN/Biodiesel, dimana Pemerintah andil
dalam penyediaan bahan baku, dimana pembiayaan dari Pemerintah
sedangkan pelaksana teknis pembibitan dan penanaman dari kita,
pemetikan, Investasi dan pengolahan menjadi Biodiesel dari Indonesia
next better.
Salam,
Zaenal
At 18:40 07/07/2008, S. Rahardjo wrote:
Rekan Rimbawan sekalian,
Diskusi selama ini banyak terfokus kayu dan organisasi; dan HHNK
kurang dilirik.
Para praktisi diluar kehutanan sudah mendirikan pabrik biodiesel
berbahan baku jarak pagar & nyamplung, yang merupakan tanaman hutan,
mereka kesulitan mendapatkan bahan baku. Dari kehutanan belum
kelihatan atau belum terdengar dalam penggalakan BBM yang
terbarukan. Banyak informasi yang mereka perlukan, al:
-Potensi jarak dan nyamplung
-Penyebaran
-Sylvikultur
-Tinjauan dari sosek dsb.
Informasi dan sumbang saran sangat dinantikan oleh para praktisi
diluar kehutanan.
Juga ini merupakan informasi agar para rimbawan tidak tertinggal dan
dapat berpartisipasi dalam produksi BBM yang terbarukan.
Salam,
S.Rahardjo
----- Original Message -----
From: <mailto:[EMAIL PROTECTED]>Achmad Zaenal Abidin
To: <mailto:[EMAIL PROTECTED]>S. Rahardjo
Sent: Monday, July 07, 2008 10:57 AM
Subject: [indonesia] Bagaimana jika kita gencarkan pohon nyamplung
sebagai tanaman Biodiesel dikota kota dan penahan abrasi pantai
Pak Tatang dan temans,
Siang ini saya telah terima kiriman sample/contoh minyak nyamplung 2
botol sebagai bahan baku Biodiesel/solar dan beberapa biji buah nyamplung.
(harga biji nyamplung adalah + Rp. 2.000,-/kg, dimana persentasi
untuk menjadi biodiesel diatas 50% per kg= > 0,5 liter biodiesel/kg).
Kapan kita bisa bertemu untuk bahas detail tentang :
1. Variable content apa saja dan masing2 berapa % yang bisa
digunakan sebagai bahan baku Biodiesel ?
2. Apa saja perbedaan antara variable content dan masing2 berapa %
antara CPO, minyak Jarak pagar dan minyak nyamplung sebagai bahan
baku Biodiesel ?
3. Modifikasi/tambahan komponen mesin/pengolah apa saja yang
diperlukan dari Pabrik yang sebelumnya menggunakan CPO sehingga bisa
menjadikan minyak nyamplung dan
jarak pagar sebagai bahan baku biodieselnya ? dan berapa lama
diperlukan untuk menambah/modifikasinya ?
4. Bagaimana jika dari pada pohon pohon di setiap pinggir/tengah
jalan di Jakarta maupun kota kota lain/terutama pesisir tidak ada
gunanya selain hanya kayu dan konservasi air
saja, untuk dibongkar/ditebang dan diganti dengan pohon pohon
nyamplung ? termasuk di pesisir pesisir pantai yang rawan
abrasi/tsunami untuk ditanami pohon nyamplung,
karena telah kita telah siapkan pembibitannya.
Salam,
Zaenal
__________ NOD32 3244 (20080705) Information __________
This message was checked by NOD32 antivirus system.
<http://www.eset.com>http://www.eset.com