Dalam beberapa hal, argumennya memang masuk akal dan saya setuju.
Yang saya tidak setuju adalah dasar pemikirannya, yaitu BUMN harus
dibubarkan.
Saya lebih senang kalau dasar pemikirannya adalah bagaimana membuat semuanya
jadi lebih baik.
Kalau ternyata solusinya adalah membubarkan BUMN, ya mari kita bubarkan.
Seperti halnya PT BHMN, kalau memang ini lebih baik, mari kita buat semuanya
menjadi BHMN.
Perlu diingat bahwa latar belakang bangsa sangat berpengaruh terhadap hasil.
Di Amerika, yang pada dasarnya selalu penuh kompetisi, ternyata swastanisasi
lebih baik. Sedangkan di Eropa dan Jepang, ternyata konsep BUMN atau PTN
lebih baik.
Semua perusahaan listrik di Jepang adalah BUMN dan monopoli. Dan sejauh ini,
nggak ada yang bilang bahwa TEPCO (Tokyo Electric Power Company) adalah
perusahaan listrik yang jelek dan tidak efisien.
Perti yang terkenal di Jepang dan Eropa adalah PTN.
Untuk Indonesia, kalau semua perti seperti ITB, maka solusinya menjadi
sederhana. Sayangnya, tidak semua perti seperti ITB. Bagaimana dengan PTN
lain yang berlomba menerima mahasiswa dengan bermacam jalur dan menerima
mahasiswa sampai puluhan ribu. Apa ini yang disebut kompetisi? Walaupun PTN,
banyak yang lulusannya asal2an.
Banyak yang bilang bahwa nanti kalau terbukti lulusannya jelek, PTN ini akan
ditinggalkan orang.
Di sinilah masalahnya, perti menghasilkan orang, bukan barang. Karena
hasilnya orang, maka kalau hasilnya salah, semua rakyat harus menanggungnya
seumur hidup. Lulusan yang salah tidak bisa dibuang seperti halnya barang.
Selain itu, bagaimana nasib PTS? Banyak PTS tutup karena kalah bersaing
dengan PTN yang asal terima mahasiswa.
Di sini ada persaingan yang tidak adil. Kalau PTN, mereka boleh menjalankan
program studi walaupun tidak ada ijin. Kalau PTS, mereka tidak diperkenankan
melakukan itu.
Kalau bisnis listrik, akan sulit diswastanisasi karena butuh kabel. Yang
paling bisa dilakukan hanyalah memecahnya menjadi beberapa perusahaan,
tetapi ya tetap monopoli. Kecuali negara kita sangat kaya sehingga bisa
menyediakan kabel tempat berlalunya listrik yang dikelola swasta. Tetapi ini
hanya mimpi karena negara kaya seperti amerika dan jepangpun tidak mampu.
Hanya beberapa negara kecil di Scandinavia yang bisa melakukannya.
Bisnis telekomunikasi juga begitu. Selama perlu kabel, fixed line, tetap
monopoli. Yang bisa diliberalkan hanya yang wireless.
Jangan terlalu tergoda dengan isu globalisasi. Dalam banyak hal, globalisasi
sering hanya menguntungkan pihak yang kuat. Yang teriak ingin pasar bebas
adalah negara yang sudah siap untuk kompetisi atau pasarnya sudah jenuh di
negaranya sendiri. Bahkan amerika sekalipun, mengartikan globalisasi hanya
untuk kepentingan mereka. Amerika akan berkilah begitu ada bagian yang
mereka belum siap.
Jadi jangan hanya melihat hasil akhir. Pikirkan juga prosesnya.
Salam
----- Original Message -----
From: "irwantamid" <[EMAIL PROTECTED] <mailto:irwantamid%40yahoo.com>>
To: <[EMAIL PROTECTED] <mailto:IA-ITB%40yahoogroups.com>>
Sent: Friday, August 01, 2008 5:20 PM
Subject: [IA-ITB] Undesired reality Re: BUMN
>
>
> (Long post, read after office hours)
>
> Yes, ya, inggih, BUMN harus di phase out. Tentu bukan dibubarkan
> mendadak, karena kita tau "abrupt disruption" pada arus akan
> menimbulkan standing wave, osilasi liar, water hammer, dll. Tapi
> pakai kapasitor dikitlah, shutdown kan ada prosedurnya.
>
> Sampai hari ini belum ada argumentasi rasional yang merubah pikiran
> saya. Yang banyak bersliweran adalah protes, keluh kesah, bahkan caci-
> maki rekan2 yang khawatir akan nasib dirinya (melihat masalah dari
> perspektif diri, bukan perspektif Indonesia).
>
> Maaf ya, tapi karena pak Pekik yang mengambil kasus BHMN, maka kita
> masuk ke wilayah rawan emosi. Kita berdua "personally involved". Anda
> dosen, saya ortu mahasiswa. Tapi disitupun saya berusaha pegang
> prinsip. Kenapa seorang PNS Peneliti gol IVA rela bayar uang masuk
> anaknya RP 45jt? Karena prinsip itu direnungkan dan disimpulkan jauh
> sebelum anak saya masuk ITB (baca: sebelum vested interest). Saya
> lampirkan post saya di milist itb-76.
>
> Mudah2an intro itu cukup menenangkan kepala. Saya menulis ini bukan
> karena benci kepada rekan2 alumni di ITB atau di BUMN, ngapain lagee.
> Kalau masuk akal, maka mari kita lihat statement berikut:
>
> <<< BHMN dibuat karena alasan pemerintah nggak punya uang untuk
> membiayai pendidikan, bukan karena alasan BHMN akan menjadikan PTN
> menjadi lebih baik.
> Apa akibat dari konsep BHMN, saya yakin semua orang sudah tahu
> jawabannya.
> Apa gunanya swastanisasi BUMN kalau itu identik dengan naik harga?
> Kalau identik dengan naik harga, wah nggak perlu alumni ITB untuk
> ngurusinnya. >>>
>
> Kalimat pertama tidak bisa saya konfirmasikan, karena apa yang
> dibenak Menteri atau Presiden hanya mereka yang tau. Saya tidak bisa
> bicara atas nama mereka. Tapi (normatif, das sollen) seperti saya
> tulis sebelumnya, uang pendidikan harusnya diserahkan kepada rakyat
> miskin, sebagai JPS pendidikan. Biar rakyat miskin itu yang pilih mau
> sekolah di ITB atau dimana. Kompetitor (PT swasta) sudah banyak, jadi
> sektor ini sudah mateng poon untuk kompetisi. Logikanya: gajah2
> cerdas di ITB akan bertarung untuk membuat ITB lebih baik,
> kompetitif, world grade university (webometrics?).
>
> Kenapa takut untuk naik harga kalau produk bagus? Bukankah income
> akan memperbaiki kualitas PT dan kesejahteraan dosen? Di Jepang
> (tempat bertapa anda), harga beras dan mobil termahal didunia. Karena
> pemerintahnya ngotot petani dan industri otomotif perlu dilindungi
> sbg asset strategis untuk survival. Jadi petani jangan digencet dgn
> harga gabah Bulog seperti disini. Kalau beras murah tapi petani
> gantung diri, itu untuk kepentingan siapa hayoo? Ditengah kompetisi
> global, saya prihatin kalau alumni ITB jual jasa/produk murah. Ini
> kan nantinya self defeating? Saya bangga kalau alumni bisa jual
> siomai Rp 50rb/potong.
>
> Sekali lagi, kompetisi dan pelepasan investasi negara adalah jamu
> pahit, namun perlu. Kuncinya adalah rencana, skenario, roadmap, atau
> apalah namanya yang sinkron, jelas, transparan, konsisten. Jangan
> lupa (post sebelumnya): kompetisi plus JPS harus menyertai, kalau
> tanpa itu, berarti ecek-ecek.
>
> Nah sekarang mulainya dari mana. Ditengah gonjang-ganjing dimana kita
> tidak tau siapa yg dipercaya, saya setuju mulai dari diri sendiri
> (walaupun diri sudah rusak he.. he.. he..). Details tentu tidak bisa
> kita rinci disini. Tapi yang pertama, stop complaining, jadilah diri
> sendiri, lepaskan ketergantungan pada APBN. Niscaya anda bisa
> berpikir jernih. Nyepi cukup ke Lembang aja.
>
> Selamat membaca.
> Irwan Tampubolon EL76
>
>
>
>
> BHMN ni yee.. was: [itb76] Pola Pikir Pendidik
>
> Nah, pak Dosen dan bu Dosen yang baik.
>
> Saya ini orang luar, jadi tidak punya kepentingan jabatan/ekonomis
> pribadi (vested interest) tentang status ITB. Saya akan bawakan topik
> ini kedalam konteks yang lebih mendasar, lebih dari sekedar kasus
> sebuah ITB. Mudah-mudahan pendapat saya ini cukup obyektif.
>
> Anda sadar atau tidak, buku Kabeg 76 adalah tentang alumni 76 dan
> lingkungan yang sudah berubah: yaitu Globalisasi. Nining sangat jeli
> memilih judul itu. Dunia sekarang sangat berbeda dengan dunia waktu
> kita mahasiswa dulu. Gone are the days when we live in comfort zone of
> privileges.
>
> Apa arti globalisasi? Untuk saya, hakikat globalisasi adalah kompetisi
> (karena terbukanya perbatasan, tirai isolasi, dan luruhnya proteksi).
> Pengusaha bersaing dengan pengusaha, pekerja dengan pekerja, siswa
> dengan siswa, partai dengan partai, agama dengan agama, capres dengan
> capres, teori A dengan teori B, falsafah X dengan falsafah Y. Everyone
> is challengable. Everyone is measured by merits. Bahkan kitab suci
> dipertanyakan (so what gitu loh). Saya percaya ucapan pak Harto:
> Senang tidak senang, suka tidak suka, siap tidak siap, kita
> (Indonesia) pasti masuk globalisasi. Pentahapannya boleh kita atur
> (manage) tapi jangan ditolak secara apriori. Jangan pula berkompetisi
> melalui carok. Dalam pengertian begitu maka kompetisi adalah
> keniscayaan, karena kompetisi adalah jalan berkembangnya peradaban.
>
> Turun ke kasus BHMN, menurut saya pemisahan ITB dari keuangan negara
> adalah syarat perlu (tapi bukan syarat cukup). Kemandirian keuangan
> adalah motivating factor supaya ITB (dan PT lainnya) bergerak dan
> berkompetisi terus. Jangan lupa, sekarang ada puluhan (ratusan?)
> Perguruan Tinggi. Kalau kita jujur, mestinya mereka mendapat perlakuan
> yang sama dari negara. Pahit atau manis, 10% APBN kek, 20% APBN kek,
> akses kepada anggaran pendidikan juga atas dasar merit.
>
> Status BHMN memang itu bukan syarat cukup. Public funds, phylantropic
> funds, harus ada untuk mengintervensi "mekanisme pasar". Tapi
> penyalurannya bukan "bulk" kepada perguruan, melainkan kepada
> mahasiswa berbakat yang tidak mampu. Bukankah mereka yang menjadi
> esensi pembangunan manusia? Bahwa kemudian mereka membelanjakannya di
> ITB atau Perguruan lain, itu pilihan dia. Yang jelas dia sudah
> diberdayakan untuk mampu menilai dan memilih perguruan. Atas dasar
> apa? Yah merits itu tadi.
>
> Saya tidak mengatakan semua kondisi sudah tercapai. Dengan ukuran
> inersia Indonesia, tidak ada yang bisa berubah seketika. Ini masih
> proses nasional yang belum selesai. Listrik, BBM, telekomunkasi, air,
> sembako, harus dibawa kepada keekonomiannya (tul nggak Aji?). Negara
> wajib membantu rakyat tertinggal, bukan membantu anda dan saya.
>
> Mudah-mudahan anda tidak mencap saya sadis. Saya merasa dan mengaku
> berhutang budi kepada ITB. Saya berkepentingan ITB terus berfungsi,
> excellent & survive sampai ratusan tahun kedepan. Karena itu ketika
> bajigur habis dan ITB dihadapkan pada pilihan minum Baygon atau minum
> Arsenik, saya anjurkan ITB minum Baygon. Saya tahu konsekwensinya, dan
> saya juga mabok keracunan (Putra saya masuk mahasiswa 2006).
>
> Jadi tolong jangan salah tafsir. Yang saya maksudkan bukan perubahan
> fungsi ITB, menjadi pabrik pencetak sarjana. Yang berubah adalah
> struktur (pos-pos) dalam "income statement" nya. Arahnya kepada
> performance related incomes. Termasuk didalamnya adalah prestasi
> menegakkan kebenaran akademis, yang akan selalu saya pantau. Kalau
> anak saya sampai jadi dagelan akademik di ITB, minggu itu juga akan
> saya tarik pulang.
>
> It's not a threat, It's a promise.
>
> Irwan Tampubolon
>
>
>
>
>
> --- In [EMAIL PROTECTED] <mailto:IA-ITB%40yahoogroups.com>, "Pekik A.
Dahono" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Pak, saya setuju bahwa saat ini, banyak BUMN yang nggak bener, ada
> yang
> > isinya koruptor dan ada yang BUMN bangga mendapatkan keuntungan
> diatas
> > penderitaan rakyat.
> >
> > Yang jadi pertanyaan, apakah memang solusinya BUMN harus dibubarkan?
> > Jangan sampai ini terjadi seperti kasus PT BHMN. BHMN dibuat karena
> alasan
> > pemerintah nggak punya uang untuk membiayai pendidikan, bukan
> karena alasan
> > BHMN akan menjadikan PTN menjadi lebih baik.
> > Apa akibat dari konsep BHMN, saya yakin semua orang sudah tahu
> jawabannya.
> > Apa gunanya swastanisasi BUMN kalau itu identik dengan naik harga?
> > Kalau identik dengan naik harga, wah nggak perlu alumni ITB untuk
> > ngurusinnya.
> >
> > Saya lebih senang berkepala dingin untuk memikirkan bagaimana
> supaya negara
> > ini jadi lebih baik. Memang kadang2 saya sendiri pusing mulai dari
> mana
> > mbenerinnya karena semua sudah rusak. Hampir semua orang dan semua
> aspek
> > (termasuk diri saya) sudah rusak. Yang jadi masalah, sering sekali
> kita
> > melakukan kesalahan tanpa menganggap itu salah hanya karena semua
> orang juga
> > melakukannya. Inilah masalah besar negara ini, melakukan kesalahan
> tanpa
> > merasa itu salah.
> >
> > Kalau sudah pusing, sering sekali saya pilih nyepi di Jepang.
> Walaupun di
> > Jepang nggak bisa jadi orang kaya, tetapi hidupnya jauh lebih
> tenang.
> >
> > Salam
> >
>
>
>
> ------------------------------------
>
> ***
>
> Horeee, sudah 5.000 anggota milis IA-ITB. Terima kasih partisipasinya ;-)
> Semoga kita makin kompak, saling tolong, dan tambah cakap bekerja-sama
> [EMAIL PROTECTED]
<mailto:IA-ITB-subscribe%40yahoogroups.com> = email untuk ikut milis IA-ITB
>
> Perluas wawasan, lihat profil teman-teman Alumni ITB lain di Database :-)
> Lihat dan isi data di http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB/database
<http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB/database>
>
>
> Members: 5,000 Updated: 24 Jul 2008
> ----------------------------------------------------------
> *** IA-ITB ***
> - Merajut komunitas alumni ITB -
> Persahabatan, Ide, Iptek, Desain, Seni, Bisnis, & Kerjasama
> http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB <http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB>
>
> Managed by: IA-ITB, ITB, & 99Venus International (http://99Venus.net
<http://99Venus.net> )
> ----------------------------------------------------------
>
> Tips: Bebas banjir email dengan ganti-ganti 2 cara terima berikut
> 1. [EMAIL PROTECTED] <mailto:IA-ITB-normal%40yahoogroups.com> =
untuk terima normal (individual emails)
> 2. [EMAIL PROTECTED] <mailto:IA-ITB-digest%40yahoogroups.com> =
untuk terima ringkasan (daily digest)
>
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
__._,_.___
Messages in this topic
<http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB/message/36241;_ylc=X3oDMTM2NTdrMzRuBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzc2MTMxNTQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MjQwNTYwBG1zZ0lkAzM2Mjk0BHNlYwNmdHIEc2xrA3Z0cGMEc3RpbWUDMTIxNzYwMjc3NwR0cGNJZAMzNjI0MQ-->
(11) Reply (via web post)
<http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB/post;_ylc=X3oDMTJxNnVjamNuBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzc2MTMxNTQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MjQwNTYwBG1zZ0lkAzM2Mjk0BHNlYwNmdHIEc2xrA3JwbHkEc3RpbWUDMTIxNzYwMjc3Nw--?act=reply&messageNum=36294>
| Start a new topic
<http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB/post;_ylc=X3oDMTJlNjNhNGpyBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzc2MTMxNTQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MjQwNTYwBHNlYwNmdHIEc2xrA250cGMEc3RpbWUDMTIxNzYwMjc3Nw-->
Messages
<http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB/messages;_ylc=X3oDMTJlMGRiaDdrBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzc2MTMxNTQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MjQwNTYwBHNlYwNmdHIEc2xrA21zZ3MEc3RpbWUDMTIxNzYwMjc3Nw-->
***
Horeee, sudah 5.000 anggota milis IA-ITB. Terima kasih partisipasinya ;-)
Semoga kita makin kompak, saling tolong, dan tambah cakap bekerja-sama
[EMAIL PROTECTED] = email untuk ikut milis IA-ITB
Perluas wawasan, lihat profil teman-teman Alumni ITB lain di Database :-)
Lihat dan isi data di http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB/database
Members: 5,000 Updated: 24 Jul 2008
--------------------------------------------------------------------------
*** IA-ITB ***
- Merajut komunitas alumni ITB -
Persahabatan, Ide, Iptek, Desain, Seni, Bisnis, & Kerjasama
http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB
Managed by: IA-ITB, ITB, & 99Venus International (http://99Venus.net )
--------------------------------------------------------------------------
Tips: Bebas banjir email dengan ganti-ganti 2 cara terima berikut
1. [EMAIL PROTECTED] = untuk terima normal (individual emails)
2. [EMAIL PROTECTED] = untuk terima ringkasan (daily digest)
Yahoo! Groups
<http://groups.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTJkY2RwYmVuBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzc2MTMxNTQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MjQwNTYwBHNlYwNmdHIEc2xrA2dmcARzdGltZQMxMjE3NjAyNzc3>
Change settings via the Web
<http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB/join;_ylc=X3oDMTJmZ3E2YWczBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzc2MTMxNTQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MjQwNTYwBHNlYwNmdHIEc2xrA3N0bmdzBHN0aW1lAzEyMTc2MDI3Nzc->
(Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest
<mailto:[EMAIL PROTECTED]:%20Digest> |
Switch format to Traditional
<mailto:[EMAIL PROTECTED]:%20Traditional>
Visit Your Group
<http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB;_ylc=X3oDMTJkZmJyaTY2BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzc2MTMxNTQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MjQwNTYwBHNlYwNmdHIEc2xrA2hwZgRzdGltZQMxMjE3NjAyNzc3>
| Yahoo! Groups Terms of Use <http://docs.yahoo.com/info/terms/> |
Unsubscribe <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Recent Activity
*
14
New Members
<http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB/members;_ylc=X3oDMTJmanZtcHNiBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzc2MTMxNTQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MjQwNTYwBHNlYwN2dGwEc2xrA3ZtYnJzBHN0aW1lAzEyMTc2MDI3Nzc->
Visit Your Group
<http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB;_ylc=X3oDMTJlMmpta2QxBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzc2MTMxNTQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MjQwNTYwBHNlYwN2dGwEc2xrA3ZnaHAEc3RpbWUDMTIxNzYwMjc3Nw-->
New business?
Get new customers.
<http://us.ard.yahoo.com/SIG=13oksdjjb/M=493064.12016308.12445700.8674578/D=groups/S=1705240560:NC/Y=YAHOO/EXP=1217609977/L=/B=5a9ZAELaX.Q-/J=1217602777686748/A=3848640/R=0/SIG=131an6mds/*http://searchmarketing.yahoo.com/arp/srchv2.php?o=US2002&cmp=Yahoo&ctv=Groups1&s=Y&s2=&s3=&b=50>
List your web site
in Yahoo! Search.
Y! Messenger
All together now
<http://us.ard.yahoo.com/SIG=13o7rf47s/M=493064.12016274.12445679.8674578/D=groups/S=1705240560:NC/Y=YAHOO/EXP=1217609977/L=/B=5q9ZAELaX.Q-/J=1217602777686748/A=3848585/R=0/SIG=12ceqob45/*http://us.rd.yahoo.com/evt=42403/*http://messenger.yahoo.com/feat_conf.php>
Host a free online
conference on IM.
Y! Groups blog
the best source
<http://us.ard.yahoo.com/SIG=13o1aklv7/M=493064.12016258.12582637.8674578/D=groups/S=1705240560:NC/Y=YAHOO/EXP=1217609977/L=/B=569ZAELaX.Q-/J=1217602777686748/A=5191955/R=0/SIG=112mhte3e/*http://www.ygroupsblog.com/blog/>
for the latest
scoop on Groups.
.
__,_._,___