Tribas dan Rekans,
Saya perlu mengklarifikasi bahwa kata kata Kyai Haji Achmad Dachlan
(pendiri Muhammadiyah) :"Barang siapa yang tidak mengikuti generasi
muda Muhammadiyah, maka orang tersebut bukan Muhammadiyah" adalah
saya dengar cerita dari salah satu Tokoh PMB yang merupakan cucu dari
salah satu tokoh utama Muhammadiyah dan tokoh masyarakat, bukan
dari <http://www.muhammadiyah.or.id/>http://www.muhammadiyah.or.id/,
yang secara logis benar karena siapa lagi yang meneruskan suatu
ajaran selain generasi penerus (baca generasi muda) nya dengan tetap
berpegang kepada quran dan hadist ynag shohih ? :-)
Ini juga sesuai dengan hal 3 paragrapgh 1 dan 2: Kesadaran seperti
itulah yang menyebabkan Dahlan sangat merasakan kemunduran ummat
islam di tanah air. Hal ini merisaukan hatinya. Ia merasa bertanggung
jawab untuk membangunkan, menggerakkan dan memajukan mereka. Dahlan
sadar bahwa kewajiban itu tidak mungkin dilaksanakan seorang diri,
tetapi harus dilaksanakan oleh beberapa orang yang diatur secara
seksama. Kerjasama antara beberapa orang itu tidak mungkin tanpa organisasi.
Untuk membangun upaya dakwah (seruan kepada ummat manusia) tersebut,
maka Dahlan gigih membina angkatan muda untuk turut bersama-sama
melaksanakan upaya dakwah tersebut, dan juga untuk meneruskan dan
melangsungkan cita-citanya membangun dan memajukan bangsa ini dengan
membangkitkan kesadaran akan ketertindasan dan ketertinggalan ummat
Islam di Indonesia.
Saya tidak menemukan kalimat : begitu mudahnya orang menghujat orang
lain tanpa info yg jelas, tetapi nyatanya? sampe ada kejadian ribut
berdarah pula..., sehingga saya tidak mengerti dasar dari opini
tersebut dari mana ?
Sedangkan dari sejarah Muhammadiyah di
<http://www.muhammadiyah.or.id/>http://www.muhammadiyah.or.id/, maka
bisa diperoleh info juga bahwa :
Hal 4 paragraph 4 :Gagasan pembaharuan Muhammadiyah disebarluaskan
oleh Ahmad Dahlan dengan mengadakan tabligh ke berbagai kota, di
samping juga melalui relasi-relasi dagang yang dimilikinya. Gagasan
ini ternyata mendapatkan sambutan yang besar dari masyarakat di
berbagai kota di Indonesia. Ulama-ulama dari berbagai daerah lain
berdatangan kepadanya untuk menyatakan dukungan terhadap
Muhammadiyah. Muhammadiyah makin lama makin berkembang hampir di
seluruh Indonesia. Oleh karena itu, pada tanggal 7 Mei 1921 Dahlan
mengajukan permohonan kepada pemerintah Hindia Belanda untuk
mendirikan cabang-cabang Muhammadiyah di seluruh Indonesia.
Permohonan ini dikabulkan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tanggal
2 September 1921.
Hal 5 : Dalam bulan Oktober 1922, Ahmad Dahlan memimpin delegasi
Muhammadiyah dalam kongres Al-Islam di Cirebon. Kongres ini
diselenggarakan oleh Sarikat Islam (SI) guna mencari aksi baru untuk
konsolidasi persatuan ummat Islam. Dalam kongres tersebut,
Muhammadiyah dan Al-Irsyad (perkumpulan golongan Arab yang berhaluan
maju di bawah pimpinan Syeikh Ahmad Syurkati) terlibat perdebatan
yang tajam dengan kaum Islam ortodoks dari Surabaya dan Kudus.
Muhammadiyah dipersalahkan menyerang aliran yang telah mapan
(tradisionalis-konservatif) dan dianggap membangun mazhab baru di
luar mazhab empat yang telah ada dan mapan. Muhammadiyah juga dituduh
hendak mengadakan tafsir Qur'an baru, yang menurut kaum
ortodoks-tradisional merupakan perbuatan terlarang. Menanggapi
serangan tersebut, Ahmad Dahlan menjawabnya dengan perkataan,
"Muhammadiyah berusaha bercita-cita mengangkat agama Islam dari
keadaan terbekelakang. Banyak penganut Islam yang menjunjung tinggi
tafsir para ulama dari pada Qur'an dan Hadits. Umat Islam harus
kembali kepada Qur'an dan Hadits. Harus mempelajari langsung dari
sumbernya, dan tidak hanya melalui kitab-kitab tafsir".
Sebagai seorang yang demokratis dalam melaksanakan aktivitas gerakan
dakwah Muhammadiyah, Dahlan juga memfasilitasi para anggota
Muhammadiyah untuk proses evaluasi kerja dan pemilihan pemimpin dalam
Muhammadiyah. Selama hidupnya dalam aktivitas gerakan dakwah
Muhammadiyah, telah diselenggarakan duabelas kali pertemuan anggota
(sekali dalam setahun), yang saat itu dipakai istilah Algemeene
Vergadering (persidangan umum).
Atas jasa-jasa KH. Ahmad Dahlan dalam membangkitkan kesadaran bangsa
ini melalui pembaharuan Islam dan pendidikan, maka Pemerintah
Republik Indonesia menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional dengan
surat Keputusan Presiden no. 657 tahun 1961. Dasar-dasar penetapan
itu ialah sebagai berikut :
1. KH. Ahmad Dahlan telah mempelopori kebangkitan ummat Islam untuk
menyadari nasibnya sebagai bangsa terjajah yang masih harus belajar
dan berbuat.
2. Dengan organisasi Muhammadiyah yang didirikannya, telah banyak
memberikan ajaran Islam yang murni kepada bangsanya. Ajaran yang
menuntut kemajuan, kecerdasan, dan beramal bagi masyarakat dan ummat,
dengan dasar iman dan Islam.
3. Dengan organisasinya, Muhammadiyah telah mempelopori amal usaha
sosial dan pendidikan yang amat diperlukan bagi kebangkitan dan
kemajuan bangsa, dengan jiwa ajaran Islam.
4. Dengan organisasinya, Muhammadiyah bagian wanita (Aisyiyah) telah
mempelopori kebangkitan wanita Indonesia untuk mengecap pendidikan.
Salam,
Zaenal
http://www.pmb.or.id/
At 19:14 07/08/2008, Tri Basoeki Soelisvichyanto wrote:
Sobs...
Jujur saja, saya mengikuti link yang diberikan oleh mas AZA (lihat
tail email saya)
karena ada statementnya eyang Ahmad Dahlan (padahal kalo ketemu saya
dia kok ndak pernah bicara gitu kok yah? ha ha ha)..
Rekans, maaf yah, saya bukan mau cari ribut...
namun coba lihat.. salah satu bagian dalam sejarah Eyang Ahmad
Dahlan (sebagian orang bilangnya KH.Ahmad Dahlan),
di sejarah beliau halaman 3 dari 5 pada paragraf 3, ada yg
menggelitik saya... baca sendiri saja deh.. saya jadi agak kecewa
ajah, begitu mudahnya orang menghujat orang lain tanpa info yg
jelas, tetapi nyatanya? sampe ada kejadian ribut berdarah pula...
mungkin aja saya juga salah info.. tetapi kok namanya sama yah?
bukankah eyang ahmad dahlan ini orang cerdas? dan bahkan golongan
mereka itu dulu bisa sampai memprediksi 100 tahun kedepan?
jadi...
hmm... my opinion is my opinion.. setidaknya, kita bisa lebih
selidak selidik dulu baru "nggeplak" hue he he he
Semoga dugaan gue benar, hbiar banyak orang yg menyesal, bawa bukan
gituh caranya Rasulullah menegakkan kalimah Allah.
Damai..damai...damai...and Fight to those who fought you only,
excluded plantation, child, and woman...
"Pada tanggal 20 Desember 1912, Ahmad Dahlan mengajukan permohonan
kepada Pemerintah Hindia Belanda untuk mendapatkan badan hukum.
Permohonan itu baru dikabulkan pada tahun 1914, dengan Surat
Ketetapan Pemerintah No. 81 tanggal 22 Agustus 1914. Izin itu hanya
berlaku untuk daerah Yogyakarta dan organisasi ini hanya boleh
bergerak di daerah Yogyakarta. Dari Pemerintah Hindia Belanda timbul
kekhawatiran akan perkembangan organisasi ini. Itulah sebabnya
kegiatannya dibatasi. Walaupun Muhammadiyah dibatasi, tetapi di
daerah lain seperti Srandakan, Wonosari, dan Imogiri dan lain-lain
tempat telah berdiri cabang Muhammadiyah. Hal ini jelas bertentangan
dengan dengan keinginan pemerintah Hindia Belanda. Untuk
mengatasinya, maka KH. Ahmad Dahlan mensiasatinya dengan
menganjurkan agar cabang Muhammadiyah di luar Yogyakarta memakai
nama lain. Misalnya Nurul Islam di Pekalongan, Ujung Pandang dengan
nama Al-Munir, di Garut dengan nama Ahmadiyah. Sedangkan di Solo
berdiri perkumpulan Sidiq Amanah Tabligh Fathonah (SATF) yang
mendapat pimpinan dari cabang Muhammadiyah. Bahkan dalam kota
Yogyakarta sendiri ia menganjurkan adanya jama'ah dan perkumpulan
untuk mengadakan pengajian dan menjalankan kepentingan Islam.
Perkumpulan-perkumpulan dan Jama'ah-jama'ah ini mendapat bimbingan
dari Muhammadiyah, yang di antaranya ialah Ikhwanul Muslimin,
Taqwimuddin, Cahaya Muda, Hambudi-Suci, Khayatul Qulub, Priya Utama,
Dewan Islam, Thaharatul Qulub, Thaharatul-Aba, Ta'awanu alal birri,
Ta'ruf bima kan,u wal-Fajri, Wal-Ashri, Jamiyatul Muslimin,
Syahratul Mubtadi (Kutojo dan Safwan, 1991: 33)."
jadi, ya kita berdamai ajah yah...lebih terasa kata iklan dan mohon
maaf atas kebodohan dan ketidak tahuan saya, semoga sobs semua mau
memaafkan saya (bila ada yg gak suka dg posting ini).
Salam damai penuh semangat (jadi inget ibu cantik yang satu itu...)
# Tribas
2008/8/7 Achmad Zaenal Abidin
<<mailto:[EMAIL PROTECTED]>[EMAIL PROTECTED]>
At 09:47 07/08/2008, tri hasmoro wrote:
2008/8/7 Achmad Zaenal Abidin
<<mailto:[EMAIL PROTECTED]>[EMAIL PROTECTED]>
> At 09:18 07/08/2008, Wahyu wrote:
> >PMB = PAN Merah Banget?
>
Partai Modal Bismillah...=)
Tahu saja nich Mas Tri Hasmoro :-) memang militansi dan semangat
anak muda lebih tinggi dibandingkan generasi tua yang telah banyak
teracuni oleh konsumerisme dan budaya korupsi berjamaah.. :-(
Mengutip kata kata Kyai Haji Achmad Dachlan:"Barang siapa yang tidak
mengikuti generasi muda Muhammadiyah, maka orang tersebut bukan
Muhammadiyah" <http://www.muhammadiyah.or.id/>http://www.muhammadiyah.or.id/
Salam,
Zaenal