Pak Mitro dan teman-teman, Hasil akhir dari sinetron di Pakistan sebenarnya sudah bisa ditebak dari 12 bulan lalu, namun yang memang memakan waktu adalah berbagai perundingan2 yang terjadi dibelakang kamar tertutup dan melibatkakan poros 3 negara. Mudah-mudahan di Indonesia TIDAK AKAN TERJADI situasi seperti di Pakistan dan mudah2 an juga para elit politik kita bisa serta mau belajar banyak apa yang terjadi di negara-negara yang memiliki multi partai. Prioritas harus diberikan kepada keutuhan dan persatuan bangsa, bukan kepada kelompok dan elit tertentu untuk tujuan tertentu!
Salam, Ardi --- On Mon, 18/8/08, Sumitro Roestam <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Sumitro Roestam <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [QBmember] Breaking News: Presiden Musharraf umumkan Pengunduran Dirinya ditengah ancaman Impeachment To: "Mailing List of QBHeadlines.com" <[EMAIL PROTECTED]>, [email protected] Date: Monday, 18 August, 2008, 5:04 PM Presiden Pervez Musharraf dari Pakistan yang memerintah sejak tahun 1999 pada hari ini, Senin 18 Agustus 2008 secara resmi melalui siaran TV Nasional Pakistan menyatakan pengunduran dirinya, dibawah tekanan ancaman impeachment terhadap dirinya. Namun dalam pernyataan di TV, Ia membantah berbagai tuduhan terhadap dirinya sebagai tidak benar, dan Ia mengundurkan diri karena demi keutuhan bangsa dan negara Pakistan. Presiden Musharraf naik ke tampuk pimpinan Pakistan melalui sebuah kudeta militer yang dipimpinnya, terhadap Pemerintahan yang syah dari Perdana Menteri Pakistan saat itu, yaitu Nawaz Sharif. Nawaz Sharif saat itu hijrah ke luar negeri, tetapi atas desakan Pemerintah Saudi Arabia, mitra kuat Pakistan, akhirnya Nawaz Sharif diperbolehkan pulang. Ia saat ini memimpin Liga Muslimin-N. Musharaf bersikeras menjadi Presiden Pakistan walaupun partai pendukungnya telah kalah dalam Pemilu baru-baru ini, dan telah dibentuk Pemerintahan Koalisi lebih dari 4-bulan. Melalui tekanan politis selama 10-hari di Parlemen yang menyusun berbagai tuduhan pelanggaran Konstitusi oleh Musyarraf, dan rencana Pemilihan Presiden baru melalui Voting, akhirnya Musharraf menyatakan pengunduran dirinya hari ini sebelum dilakukan impeachment. Semula dengan melemahnya kekauatan Musharraf, Pemerintah Amerika Serikat mengusahakan agar terjadi pembagian kekuasaan di Pakistan, yaitu antara dirinya dan Mantan PM Pakistan Benazir Bhutto. Namun malang, Benazir Bhutto terbunuh pada tanggal 27 Desember tahun 2007 yang lalu. Suami Benazir Bhutto, Asif Ali Zardari menggantikan Bhutto selaku pimpinan Partai Rakyat Pakistan, yang berkoalisi bersama Partai Liga Muslimin-N memenagkan Pemilu dan membentuk Pemerinathan baru. Dengan mundurnya Presiden Musharraf, maka Asif Ali Zardari punya kesempatan untuk menggantikannya. Namun menurut berita, hal ini mendapat tentangan dari Pimpinan Partal Liga Muslimin-N, Nawaz Sharif. Ini akan menimbulkkan situasi ketidak-stabilan baru di Pakistan. Silahkan disimak dan dipelajari sebagai pelajaran politik kekuasaan. Wassalam, S Roestam http://www.presidenku.com - Forum Diskusi Pemilu 2009 _______________________________________________ Untuk unsubscribe : kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED] dengan subject "unsubscribe" Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
