Betul mas,
mau bicara apapun kalau industri dasarnya , yaitu industri material tidak
ada , ya susah ...
beberapa saat lalu saya ke bintan ,dan peninggalan tambang-tambang bauksit
masih berserakan dan masih bisa digunakan/di explorasi , itupun sudah
mulai ditinggalkan oleh Antam ..
masalah yg lebih mendasar , kita tidak menyediakan energi utk proses
pengolahan nya ...
bagaimana mau membuat industri berbasis aluminium kalau energi nya tidak
ada ? atau tidak diusahakan ada ..
belum lagi material material dasar lain nya ...
beberapa hari ini saya sedang memulai experiment soal HHO gas ,
salah satu yang saya temui adalah soal material, misal bagaimana mencari
ketersediaan stainless steel yg kawat,
selain itu ada masalah lain lagi , saya pasang kabel , speknya sih tahan
utk arus diatas 40 A , tapi kena arus 25 A udah leleh isolator nya ...
tiga hari hanya mencari kabel dan dudukan sekring yang tahan utk arus 25 A
..padahal spek rata-rata tertulis > 40 A ....
disisi lain katanya punya model Krakatau Steel tapi saya lihat semua
jembatan besi , judulnya Transteel , Australia :-( ...
-bsd-
"free to speak my mind anywhere "
On Wed, 4 Feb 2009, yorga effendi wrote:
Jadi yaa wajarlah kalau hari ini qt tertinggal dari Iran.
Wassalam
Yorga
________________________________
From: Achmad Chamdani Eka P. <[email protected]>
To: [email protected]; Indonesia <[email protected]>
Sent: Wednesday, February 4, 2009 9:05:57 AM
Subject: [indonesia] fwd: Iran Luncurkan Pesawat Luar Angkasa Dalam 10 Tahun
Peluncuran Satelit Safir 1 minggu lalu, membuktikan bahwa hanya dalam waktu 31
tahun setelah revolusi Iran tahun
1978, Iran berhasil masuk dalam jajaran negara negara yang mempunyai teknologi
nuklir dan ruang angkasa.
Kalau Iran bisa, kenapa kita tidak ? Adakah yang salah dalam kebijakan
teknologi kita. Sejak Habibie turun sebagai
Menristek, kita ibarat berjalan di tempat dalam pengembangan teknologi.
Salam.
------------------------------------------------------------------------
Iran Luncurkan Pesawat Luar Angkasa Dalam 10 Tahun
Selasa, 3 Februari 2009 - 16:12 wib
Anton Suhartono - Okezone
Foto: ISNA
TEHERAN - Pemimpin Badan Antariksa Iran (IAO) mengatakan, Iran berambisi untuk
mengirim warga negara pertamanya ke ruang angkasa dalam sepuluh tahun ke depan.
Pemimpin IAO, Reza Taqipour, seperti dikutip Press TV, Selasa (3/2/2009)
menyatakan, rencana pengiriman orang Iran pertama ke luar angkasa akan dibuat
dalam enam hingga 12 bulan.
Taqipour juga menyatakan, Iran akan menjadi negara pertama di kawasan regional
yang mampu mengirimkan pesawat dan orang ke ruang angkasa pada 2021. Dalam
kalender Iran, itu bertepatan dengan tahun 1.400.
Rencana ambisius itu disampaikan setelah Iran berhasil menempatkan satelit
buatan dalam negeri pertamanya di orbit bumi. Satelit Safir 1 itu diluncurkan
pada Minggu lalu dengan roket pendorong yang juga dibuat oleh Iran.
Dalam 12 bulan ke depan, lanjut Taqipour, Iran juga akan meluncurkan satelit lainnya
bernama Omid. Omid merupakan Bahasa Persia yang berarti "harapan". (ton)
-- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.
Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.
Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt