Waduh dipanggil mas. saya kan dulu mahasiswa bapak CMIIW, sebenarnya kita punya pembangkit listrik khusus untuk mengolah bauksit menjadi aluminum, yaitu bendungan asahan. tapi aluminum yang terbentuk kemudian di ekspor 100% ke jepang. dan baru setelah mereka olah qt impor balik dalam bentuk bahan jadi. sayangnya bukan cuma aluminum yang kondisinya kayak gini.
misal smelting Gresik (satu2nya industri pengolahan tembaga di Indonesia, yang 100% punya mitsubishi, tp lumayan lah) menjual "lumpur limbah"nya ke Jepang. karena limbahnya ini ternyata berisi perak, emas, dan paladium. (FYI dari paladiumnya saja yang orde nya cuma beberapa PPM, dikalikan 1jt ton produksi konsentrat per tahun dengan asumsi kondisi sampel homogen, ada uang hilang beberapa trilyun, belum termasuk emas dan perak yang orde nya persen). kalau strategi cina menghadapi krisis dengan membangun infra struktur transportasi, maka strategi qt menghadapi krisis ini menurut sy adalah meluruskan hal yg slah ini. yaitu : membangun back bone industri material. Sy baca di Media Indonesia hari ini, akan ada tambahan 3jt pengangguran di Indonesia gara2 PHK!!! Kalau pemerintah sigap dengan membuat proyek2 infrastruktur industri material maka 3jt orang ini akan bisa terserap, dan saat badai ekonomi ini berlalu (diprediksi dalam 1-2 tahun), Indonesia akan punya industri material yang lebih kokoh. Jangan sampai krisis ini lewat dan industri material qt masih cuma candra asri dan krakatau steel. Langkah Ilham Habibi untuk membuat pabrik iron pelet (bahan baku untuk krakatau steel) adalah contoh langkah konkret yang sangat bagus (baca majalah swa terbitan feb ini). dan hal serupa harus disokong pemerintah. baru setelah itu qt akan lebih pede menghadapi cina sekalipun. Semoga wassalam Yorga ________________________________ From: Basuki Suhardiman <[email protected]> To: Indonesianext <[email protected]> Sent: Friday, February 6, 2009 3:13:14 AM Subject: [indonesia] Re: fwd: Iran Luncurkan Pesawat Luar Angkasa Dalam 10 Tahun Betul mas, mau bicara apapun kalau industri dasarnya , yaitu industri material tidak ada , ya susah ... beberapa saat lalu saya ke bintan ,dan peninggalan tambang-tambang bauksit masih berserakan dan masih bisa digunakan/di explorasi , itupun sudah mulai ditinggalkan oleh Antam .. masalah yg lebih mendasar , kita tidak menyediakan energi utk proses pengolahan nya ... bagaimana mau membuat industri berbasis aluminium kalau energi nya tidak ada ? atau tidak diusahakan ada .. belum lagi material material dasar lain nya ... beberapa hari ini saya sedang memulai experiment soal HHO gas , salah satu yang saya temui adalah soal material, misal bagaimana mencari ketersediaan stainless steel yg kawat, selain itu ada masalah lain lagi , saya pasang kabel , speknya sih tahan utk arus diatas 40 A , tapi kena arus 25 A udah leleh isolator nya ... tiga hari hanya mencari kabel dan dudukan sekring yang tahan utk arus 25 A ..padahal spek rata-rata tertulis > 40 A .... disisi lain katanya punya model Krakatau Steel tapi saya lihat semua jembatan besi , judulnya Transteel , Australia :-( ... -bsd- "free to speak my mind anywhere " On Wed, 4 Feb 2009, yorga effendi wrote: Jadi yaa wajarlah kalau hari ini qt tertinggal dari Iran. Wassalam Yorga ________________________________ From: Achmad Chamdani Eka P. <[email protected]> To: [email protected]; Indonesia <[email protected]> Sent: Wednesday, February 4, 2009 9:05:57 AM Subject: [indonesia] fwd: Iran Luncurkan Pesawat Luar Angkasa Dalam 10 Tahun Peluncuran Satelit Safir 1 minggu lalu, membuktikan bahwa hanya dalam waktu 31 tahun setelah revolusi Iran tahun 1978, Iran berhasil masuk dalam jajaran negara negara yang mempunyai teknologi nuklir dan ruang angkasa. Kalau Iran bisa, kenapa kita tidak ? Adakah yang salah dalam kebijakan teknologi kita. Sejak Habibie turun sebagai Menristek, kita ibarat berjalan di tempat dalam pengembangan teknologi. Salam. ------------------------------------------------------------------------ Iran Luncurkan Pesawat Luar Angkasa Dalam 10 Tahun Selasa, 3 Februari 2009 - 16:12 wib Anton Suhartono - Okezone Foto: ISNA TEHERAN - Pemimpin Badan Antariksa Iran (IAO) mengatakan, Iran berambisi untuk mengirim warga negara pertamanya ke ruang angkasa dalam sepuluh tahun ke depan. Pemimpin IAO, Reza Taqipour, seperti dikutip Press TV, Selasa (3/2/2009) menyatakan, rencana pengiriman orang Iran pertama ke luar angkasa akan dibuat dalam enam hingga 12 bulan. Taqipour juga menyatakan, Iran akan menjadi negara pertama di kawasan regional yang mampu mengirimkan pesawat dan orang ke ruang angkasa pada 2021. Dalam kalender Iran, itu bertepatan dengan tahun 1.400. Rencana ambisius itu disampaikan setelah Iran berhasil menempatkan satelit buatan dalam negeri pertamanya di orbit bumi. Satelit Safir 1 itu diluncurkan pada Minggu lalu dengan roket pendorong yang juga dibuat oleh Iran. Dalam 12 bulan ke depan, lanjut Taqipour, Iran juga akan meluncurkan satelit lainnya bernama Omid. Omid merupakan Bahasa Persia yang berarti "harapan". (ton) -- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better : http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt -- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better : http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
