Ide yang menarik,
 
Kalau kita lihat OSPEK yang terjadi selama ini terperangkap pada hubungan 
satu-satu yaitu panitia dan swasta yang "mengerjai" pihak yang di OS,dan pihak 
yang di OS yang"dikerjai" oleh panitia dan pihak swasta.
 
Hubungan ini memerangkap kita dan tidak melihat adanya hal-hal lain diluar 
sistem OS tersebut. Ide untuk membuat suatu project OS dengan target desa-desa 
tertentu merupakan ide yang sangat baik karena dengan demikian OS itu tidak 
hanya bermanfaat bagi mahasiswa baru akan tetapi juga memberikan pendalaman 
praktik atas teori-teori yang telah dipelajari oleh "BOSS-BOSS" dari os 
tersebut. Penggalangan dana tentu bisa dilakukan dan keikut sertaan pihak 
institut juga akan memperkaya kegiatan tahunan ini.
 
Fungsi dari panitia dan bos-bos swasta ini akan lebih mengarah pada kegiatan 
konseptual, perencaanaan (infrastruktur apa yang akan di bangun, atau sistem 
adminsitrasi pelayanan masyarakat yang dibuat, manajemen di lapangan (pembagian 
kelompok dan manaejemen dari kelompok-kelompok tersebut,dlsb). Kegiatan ini 
tentunya menjadi ciri dari masing-masing jurusan. Sementara peserta OS dapat 
melakukan kegiatan-kegiatan lapangannya, manajemen kelompoknya masing 
masing dan juga ketua angkatan dapat melakukan koordinasi antar kelompok. 
 
Didalam kegiatan ini teori-teori bagaimana membuat komunikasi yang efektik, 
membuat kelompok yang solid, kerjasama didalam dan antar kelompok dapat 
diterapkan.
 
OS seperti ini akan siap dipertandngkan dengan OS-OS jurusan lain sehingga 
dengan kompetisi yang ketat ini, kualitas dari OS-OS tersebut dapat selalu 
ditingkatkan.
 
Kawan-kawan, menurut saya OS ini adalah sumber daya mahasiswa ITB yang belum 
tergarap dengan baik dan prospeknya sangat besar untuk memajukan kualitas dai 
ITB itu sendiri.
 
Mungkin pula, pihak rektorat dan mahasiswa ITB bisa membentuk panitia untuk 
melakukan studi perbandingan tentang kegiatan mahasiswa di perguruan tinggi 
lain diluar negri.
 
Wassallam,
 
 
Joefrizal
SI-83  

--- On Sun, 2/15/09, Mohammad Andri Budiman <[email protected]> wrote:

From: Mohammad Andri Budiman <[email protected]>
Subject: [indonesia] Ospek Masa Depan Untuk World Class ITB (was: Panjenengan 
Mas Ayu Hanif, et. al.)
To: [email protected]
Date: Sunday, February 15, 2009, 3:30 AM

Rekan-rekan ysh.,

Ospek Sipil dan jurusan lain (termasuk IMG) tidaklah sama. Jadi no
stereotyping, no generalization. Zaman juga sudah berbeda, dan saya
menerima banyak input bahwa Ospek angkatan 2000-an tidaklah seperti
era teman-teman 80, 90-an. So, no generalization, no stereotyping.

Shortly speaking, nampaknya kita semua sama-sama ingin Ospek ke
depannya menjadi lebih baik sehingga nama baik ITB pun pulih kembali
sehingga kelak dapat menjadi World Class Institute. Berikut, sebuah
saran dari seorang Rekan sipil yang sungguh bermanfaat yang
Rekan-rekan bisa mem-fine-tune-nya lagi untuk ospek yang lebih
bermutu.  So, inilah ide "Ospek Masa Depan" dari Rekan Adhitya Mulya
(SI96), pengarang "Jomblo", penguasa "Zaralde.com" dan
SuamiGila.com.
:-)


---suggestions begin---

saya bikin coba bikin power point presentation untuk sebuah kaderisasi
(gak tau ya kalo kaderisasi sekarang jauh lebih baik dari yang di
bawah). tapi power pointnya memble (ARRGHH). Jadi saya salin aja di
bawah:

time frame: 3 bulan masa libur tingkat 1 ke tingkat 2.

project: meninjau dan memperbaiki desa X di Jabar (ambil yang deket bandung).

step:
step 1. Panitia survey desa-desa yang paling parah infrastrukturnya
dengan check list sbb:
- sekolah. ada apa nggak, kalo ada, rusak gak?
- sumur dan MCK. higienis dan efisien gak secara teknik sipil/lingkungan
- posyandu. Ada apa nggak? kalo ada rusak gak?
- jaringan jalan. di aspal atau tidak?
- jaringan irigiasi tertiernya bagus gak?

check listnya segini aja karena:
a. relevan dengan persyaratan vital berjalannya sebuah desa.
b. relevan dengan teknik sipil. Setidaknya Air, struktur, MRK dan transpotasi.

Step 2. costing.
Misalnya dari step di atas sudah didapat hasil berikut:
- sekolah. ada tapi atap rubuh. oke, lanjut ke costing, berapa harga
renovasi? costing = Rp A
- Sumur dan MCK. Ada dan higienis. Beres, gak perlu disentuh.
- Posyandu. Gak ada. Oke, kalo bikin, costingnya berapa? costing = Rp B.
- Jaringan jalan. Gak ada aspal. Oke, costing = Rp C.
- Jaringan irigasi tertier udah ok. beres, gak erlu diapa-apain.

total costing = rp A + B + C = Rp 60 juta

hikmah step 2
- belajar ekonomi
- belajar financial planning
- belajar project planning

Step 3. Fund raising
bulan 1 sampai 9 perkuliahan diisi oleh panitia dan kuya cari dana.
Itu aja agendanya. Soalnya hari gini nyari dana 60 juta gak gampang.
cara2nya ini yang menarik dan dari sini lah kita bikin event-event.
dari sini bisa melihat potensi kepemimpinan seorang kuya. Kalo yang
menonjol pasti menojol.
- Jualan domba pas idul adha. profitnya masuk kas project itu.
- Pentas dana
- Jualan macam-macam baju HMS atau pun himpunan lain (percaya lah,
jualan baju sangat menguntungkan. Istri saya buktinya di sini:
http://zaralde.com)
- service komputer
- fotokopi (masih ada gak fotokopi di himpunan?)
- dan masih banyak lagi yang pastinya banyak yang lebih ngerti dari saya.

hikmah step 3:
- belajar surivival secara ekonomi. Nyar kalo udah lulus, pada
kenyataannya emang kiat semua kerja apa aja yang serbautan asal dapur
ngepul.
- belajar kepemimpinan dan organisasi.

Intinya kalo cari 60 juta dari alumni kan susah juga. makanya
aktifitasnya banyak biar income banyak. targetnya kalo costing 60 juta
selama 9 bulan ya per bulannya kuya harus dapet 6.5 juta.

Step 4. review Fund vs costing
setelah UAS dan menjelang liburan, panitia dan kuay mereview dana yang
masuk. Jika dana < costing maka kita pilih item2 yang lebih penting.
hikmah step 4: belajar prioritas dan belajar jadi pejabat hehe.

step 5. Eksekusi project
3 bulan kita liburan, dipakai untuk membangun desa itu. kuya yang jadi kulinya.

hikmah step 5:
- kuya mengenal lebih dekat ilmu yang dia pelajari nanti di tingkat 2 3 4.
- bos ngajarin apa yang dia belajar di tingkat 2 3
- kuya jadi ngerti, oh ini ya nanti yang gue kerjain kalo gue udah lulus.
- kuya ngeliat sendiri, apa yang dia lakukan memperbaiki hajat hidup rakyat.

Di atas lumayan lengkap kalo saya bilang.
- relevan dengan teknik sipil
- relevan dengan mendidik kepemimpinan
- relevan dengan mendidik interpreneuship
- menumbuhkan kecintaan dini tentang apa yang kuya akan pelajari
- relevan dengan membantu rakyat
- semua bisa dan harus aktif karena padat karya sepanjang tahun.

Gitu aja, maaf kalo banyak kurangnya.



Rgds/ Adhitya
http://zaralde.com
htto://suamigila.com

---suggestions end---


Salam,
Andri
HMS93

-- 
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt



      

Kirim email ke