Peraturan adalah baru Public Policy. Yang belum ada di Public Policy adalah Private Policy. Sedangkan misi dan visi Palapa Super Highway adalah Public and Private Partnerships,......jadi proses nya saja di patent kan!
Salam http://ap2i.blogspot.com/ --- On Thu, 1/7/10, Achmad Chamdani Eka P. <[email protected]> wrote: From: Achmad Chamdani Eka P. <[email protected]> Subject: [indonesia] Re: [QBmember] Metro-TV: Depkominfo minta Jepang ikut Proyek Palapa Ring. Seklian minta agar ada Mitra Lokal dan TKDN 40% To: [email protected] Date: Thursday, January 7, 2010, 8:36 PM Maksudnya banyak cara untuk "ngakali" disini adalah terutama kalau aplikasi tadi ada komponen software, maka weight software itunya yang digedein. Kalau software mau ngaku buatan siapa juga bisa. Lain dengan hardware seperti komponen yang harus ada pabrik dan proses produksinya. Gitu saja kok repot !!! Jose Rizal wrote: Cara perhitungannya ada di PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN NO. 49/M-IND/PER/5/2009 Tetapi untuk mendapat sertifikat TKDN itu juga tidak mudah karena akan diaudit lagi oleh pihak ketiga seperti surveyor indonesia Salam jose -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Adi Indrayanto Sent: Friday, January 08, 2010 8:14 AM To: [email protected] Cc: [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected] Subject: [indonesia] Re: [QBmember] Metro-TV: Depkominfo minta Jepang ikut Proyek Palapa Ring. Seklian minta agar ada Mitra Lokal dan TKDN 40% Kuncinya nanti tetap akan di KomInfo (Postel?) saat mau memberikan ijin frekuensi ke operator. Produk yg boleh digunakan operator harus memenuhi sertifikasi dari Postel, dan TKDN bisa di "monitor" lagi di level ini. Tapi saya ingin tanya, bagaimana sebenarnya TKDN ini dihitung? Apakah hanya dari Bill of Material saja? Atau ada komponen riset dan pengembangan yg dihitung? Sementara kita tahu, kalau komponen R&D nya dihitung, maka makin banyak produk yg diproduksi, makin kecil komponen R&D ini ....artinya makin kecil TKDN nya. Sementara, banyak cara untuk "mengakali" perhitungan TKDN ... kalau kita tidak cermat menyusun mekanisme menghitung TKDN nya. Berikutnya, kalau memang benar pengembangan industri kita akan lakukan via pengetatan TKDN, pemerintah perlu membuat program dukungan untuk membangun ekosistem agar terbentuk supply chain yg nantinya akan meningkatkan TKDN ini. Dulu di otomotif, dgn adanya proteksi tax barrier dari produk kendaraan import, dapat memberikan perlindungan yg cukup untuk pasar dalam negeri otomotif sehingga ekosistem supply chain komponen otomotif bisa berkembang. Tapi itu dulu ... saat tax barrier masih bisa digunakan sebagai instrumen insentif. Nah sekarang dgn eranya FTA, bagaimana? Hanya melalui proteksi TKDN saya kira sangat sedikit produk yg bisa diproteksi, yaitu produk yg harus mendapatkan sertifikasi lagi dari Dep lain, semisal untuk ijin frekuensi dsbnya? salam, -ai- 2010/1/7 Jose Rizal <[email protected]>: Saya Tertarik dengan penyataan pak ARI, memang betul Pabrik ex SIEMEN itu sekarang namanya CCSI ( Communication Cable Systems Indonesia). Mereka telah lama memproduksi Submarine kabel Optic, bahkan di tahun 2000 produk mereka pernah di ekspor ke New Zealand sepanjang 201KM (dalam satu panjang). Bahkan terakhir saya dengar bahwa TKDN mereka sudah mencapai 45%. Yang menjadi pertanyaan apakah PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN NO. 49/M-IND/PER/5/2009 benar bisa dan akan dijalankan? Atau hanya sekedar peraturan tanpa adanya kontrol dari sipembuat. Atau mungkin TELKOM pura-pura tidak tahu saja ANJING MENGGONGGONG KHAFILAH BERLALU............ Salam Jose -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of S Roestam Sent: Thursday, January 07, 2010 10:18 AM To: [email protected]; [email protected]; [email protected] Cc: [email protected]; [email protected] Subject: [indonesia] Re: [QBmember] Metro-TV: Depkominfo minta Jepang ikut Proyek Palapa Ring. Seklian minta agar ada Mitra Lokal dan TKDN 40% Pak Chamdani, Pak Ari Mukhlason, Pak AS dan Kawan2 Milis Yth, Terimakasih atas tanggapannya yang positif atas usulan agar untuk Proyek2 Besar Telekomunikasi diterapkan persyaratan untuk penggunaan TKDN dengan level awalnya dengan tagret yg achievable saat ini dan bertahap ditingkatkan ke maksimal. Memang semua sangat tergantung dari komitment Pemerintah/Menteri yg membidangi hal ini. Mumpung para Menterinya masih baru dan belum terkontaminasi, maka marilah kita rame2 menyarankan hal ini, demi kemajuan bangsa dan negara. Rencananya MASTEL akan bertemu Bapak Menkominfo minggu depan, jadi mudah2an beliau adalah Menteri yang sangat terbuka untuk menerima masukan yang positif, kreatif dan innovatif. Semoga cita2 yg luhur ini mendapat dukungan semua pihak. Wassalam, S Roestam -------------- ----Original Message---- From: [email protected] Date: 07/01/2010 9:09 To: <[email protected]> Subj: [indonesia] Re: [QBmember] Metro-TV: Depkominfo minta Jepang ikut Proyek Palapa Ring. Seklian minta agar ada Mitra Lokal dan TKDN 40% Setuju sekali dengan penerapan batas minimum kandungan lokal tsb. Kontraktor utamanya seharusnya perusahaan lokal, atau perusahaan asing yang mempunyai entity di Indonesia. Indonesia harus mampu memanfaat proyek sebesar palapa ring ini untuk tujuan pembangunan industri lokal. Melihat perakat hardwarenya saja, saat ini saya tidak yakin bahwa lokal konten bisa diatas 5%. Mulai dari FO cablenya sendiri, Optical transceiver/receivernya sampai router dll. Paling tidak pemerintah harus berani memaksa component maker tsb. untuk membuat pabrik di Indonesia. Kalau kesempatan project ini terlewatkan, maka habislah harapan kita untuk mempunyai industri sendiri. Cara yang sama pernah dilakukan baik oleh China maupun India. Yang jelas, kalau cuma melibatkan pihak asing, siapapun bisa. Tetapi, menjawab tantangan bahwa adanya project ini adalah tantangan untuk membangun industri lokal, tidak semua menteri bisa. Salam. Muhammad Ari Mukhlason wrote: Yang saya tahu Pak, seharusnya pemberdayaan TKDN itu semaksimal mungkin. Pemerintah harusnya bisa membatasi peserta tender terutama yang dari asing dengan membuka mata lebar2 bahwa industri2 dalam negeri banyak yang berkualifikasi dan memiliki kemampuan khusus untuk ini. Saya pernah berhubungan dengan satu perusahaan ex Siemens yang ada di Cilegon yang memiliki spesialisasi produksi kabel serat optik, khususnya yang untuk bawah laut. Tidak tahu apakah aset ini dimanfaatkan betul oleh pemerintah sbg pemilik proyek. Yang memang masih menjadi kendala adalah satelit berkemampuan besar (yang kecil sudah berhasil dibuat oleh rekan2 Lapan yg bekerja sama dengan Jerman dan India), serta perangkat hardware jaringan, seperti router dan semisalnya. Padahal sebenarnya potensinya sangat besar untuk kawasan seluas Indonesia yang memiliki penduduk sangat banyak serta pulau yang banyak. 2010/1/7 S Roestam <[email protected] <mailto:[email protected]>> Kawan2 Yth, Dari Running Text Metro-TV, ada info bahwa DEPKOMINFO akan meminta Jepang untuk ikut serta dalam Proyek Palapa Ring. Setahu saya ada 5 Vendor Besar Jaringan Kabel SKKL Serta Optik Dunia. Kami sarankan agar para pemenang Proyek SKKL Palapa Ring diharuskan untuk mempunyai Mitra Lokal dan tingkat kandungan komponen Dalam Negeri (TKDN) paling tidak sebesar 40%, demi untuk memajukan Industri Dalam Negeri Indonesia. Sebab selama ini hampir tidak ada persyaratan semacam ini untuk proyek2 besar Telekomunikasi, lihat saja dengan Jaringan 3G dan terminal2 Handset, semuanya Produk LN, dan kandungan komponen DN sangat kecil, serta tidak bisa menghidupkan Industri Lokal. Silahkan ditanggapi dan semoga membawa kemajuan pesat Indonesia Wassalam, S Roestam http://wartamastel.blogspot.com http://mastel.wordpress.com _______________________________________________ Untuk unsubscribe : kirim email kosong ke [email protected] <mailto:[email protected]> dengan subject "unsubscribe" -- m ari mukhlason -- e/GM/FB : [email protected] <mailto:[email protected]> YM : [email protected] blog1 : http://mukhlason.wordpress.com blog2 : http://aerospaceitb.wordpress.com p1 : 0818-223-062 ----Original Message---- From: [email protected] Date: 07/01/2010 3:56 To: <[email protected]> Subj: Re: [Telematika] Metro-TV: Depkominfo minta Jepang ikut Proyek Palapa Ring. Seklian minta agar ada Mitra Lokal dan TKDN 40% Siiip Pak, ini berteriak di padang gurun atau berteria di Indonesia yah Pak? kalau tekanan LN kuat dan pemerintah yang tida punya integritas maka jadilah bansga ini sebagai pasar potensial LN. Ini kan masalah keberpihakan Pak. Kalau kita melihat India yang sealau di benchmark mengenai kemajuannya maka mereka, para menterinya, bangga dengan mengunakan mobil made in India Excelsior seharga sekitar 100 jt. Menteri Malaysia bangga dengan Proton seharga 300 jt. Nah................................ :-D Indonesia bangga dengan Crown Saloon 3000 cc seharga 1.3M Pak Bapak bisa menyimpulkan bukan? Itu namanya sistem nilai Pak, keberpihakan yang tercermin kedalam perilaku. Kita boleh bangga dengan perumbuhan ekonomi yang positif dibawah China dan India, namun China sudah melesat ke ruang angkasa, sudah membuat kereta api yang ke Tibet, suda membangun kereta cepat transfer technology dengan Maglev. Sedang India selalau dibicarakan dengan Bangalorenya. Kebanggaan pertumbuhan ekonomi positif sebagai pemebanaran dan kebanggaan itu adalah khas Jawa. Ruang tamu dan halaman kelihatan bersih tetapi tempat tidur dan jamban berantakan. Jadi, keberpihakan itu mestinya yang harus dipertanyakan dulu. Itu adalah dasar segala keputusan dan kebijaksanaan dan telah ditulis oleh para pendiri bangsa agar bangsa ini mandiri di bidang ekonomi, berdaulat d bidang politik, dan berkepribadian di bidang kebudayaan. Kalau ini menjadi pegangan, maka nisacaya Bp tidak perlu menulis itu. salam -- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better : http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt -- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better : http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt -- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better : http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
