Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida S 
Alisjahbana menyatakan tidak akan ada perubahan asumsi makro dalam perubahan 
APBN 2010 yang dipercepat sekitar Maret 2010.

"Kalau APBN-P dipercepat, tidak ada perubahan asumsi makro, cuma menampung 
tambahan belanja," jelas Armida usai penandatangan nota kesepahaman penyaluran 
Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, 
Jakarta, siang ini (12/1/2010). 

Menurut Armida, tambahan belanja dalam APBN-P 2010 yang dipercepat itu sebagian 
akan dibiayai dengan sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) 2009 sebesar Rp 38 
triliun.

1) "Mengenai SILPA Rp 38 triliun, siang ini ada pembahasan bersama Presiden," 
ungkapnya.

2) Armida menyatakan dari jumlah SILPA sebesar Rp 38 triliun, yang dapat 
digunakan untuk tambahan belanja sebesar sekitar Rp 21 triliun atau 2% dari 
belanja negara dalam APBN 2010.

3) "APBN-P 2010 dipercepat bisa pakai Rp 21 triliun, sisanya masih bisa untuk 
APBN-P tengah tahun nanti. Kalau yang tengah tahun, angka-angkanya tentu masih 
dinamis," ujar Armida.

4) Mengenai target pertumbuhan ekonomi 2010, Armida menjelaskan, hingga saat 
tidak mengalami perubahan atau tetap 5,5%.

5) "Kami harapkan growth 5,5% seperti yang ditetapkan dulu, belum ada 
perubahan," papar Armida.

6) Dalam APBN 2010, disepakati asumsi makro sebagai berikut:

Pertumbuhan Ekonomi 5,5%Inflasi 5%Nilai tukar rupiah Rp 10.000/US$Suku bunga 
SBI 3 bulan 6,5%Harga Minyak (ICP) US$ 65 per barelLifting Minyak 965 ribu 
barel per hariNominal PDB Rp 5.981,37 triliun(nia/dnl) 
http://ap2i.blogspot.com/


      

Kirim email ke