TEMPO Interaktif, Jakarta -- PT Indonesia Power (Persero) menurunkan pasokan 
batu bara dari PT Tambang Batu Bara Bukit Asam Tbk untuk  pembangkit listrik 
tenaga uap Suralaya. 

"Pasokan batu bara ke pembangkit itu seharusnya setiap tahun 6,1 juta ton," 
ujar Direktur Utama Tambang Batu Bara Bukit Asam Sukrisno ketika dihubungi 
wartawan hari ini (12/1). "Namun, kesepakatan untuk 2010 hanya 5,5 juta ton."

Ia menjelaskan penurunan pasokan ke anak usaha PT PLN (Persero) telah terjadi 
sejak Juli 2009. Ketika itu Indonesia Power minta diturunkan dari 500 ribu per 
bulan menjadi 350 ribu per bulan. "Stok mereka sedang penuh," katanya.

Bahkan pada akhir tahun stok batu baranya mencapai Rp 1,2 juta ton per tahun. 
Sehingga total pasokan dari Tambang Batu Bara Bukit Asam ke Indonesia Power 
tahun lalu hanya 5,2 juta ton.

Direktur Utama Indonesia Power Djoko Hastowo membantah kabar tersebut. "Kontrak 
tetap 6,1 juta ton per tahun dengan swing 10 persen sehingga batas dasarnya 5,5 
juta ton per tahun," katanya.

http://ap2i.blogspot.com/


      

Kirim email ke