Yang Lucu dari Bank Century: JK by Design “Ditipu” SM dan B?
Memang jadi lucu kalau kemudian Bank Century dinyatakan memiliki dampak
sistemik. Lho mayoritas nasabah bank di Indonesia adem ayem saja ketika itu.
Saya nasabah priority BCA Jakarta dan Citigold Citibank, Jakarta, tak pernah
diwanti-wanti oleh Customer Relations Manager kedua bank papan atas tersebut
agar tidak mem-break deposito saya. Maklum bank yang yang berdampak sistemik
menurut BI sendiri cuma 15 bank saja termasuk BCA dan Citibank itu. Lucunya
lagi, saya baru tahu ada bank namanya Bank Century, lebih tidak tahu lagi
dimana alamat kantornya di Jakarta?
Hal ini terbetik berkat berita koran nomor 1 di Indonesia “Kompas” di bawah
ini. Berita yang berasal dari rapat kabinet 20 November 2008. Hanya beberapa
jam sebelum KSSK memutuskan Bank Century berdampak sistemik padahal sumbernya
sama. Atau memang by design Wapres RI JK sengaja tidak diberi informasi yang
benar oleh SM dan B?
Benar-benar luar biasa dan terlalu vulgar kalau sebuah keputusan rapat kabinet
bisa berubah dalam 24 jam, hanya untuk membela sebuah bank ecek-ecek bernama
Bank Century. Apa sesungguhnya peranan seorang dokter umum Marsilam
Simandjuntak yang plin-plan mengaku nara sumber seorang Menteri Keuangan SM,
PhD ataukah dokter umum lulusan UI ini memang benar perpanjangan tangan SBY?
PEMERINTAH MASIH PERCAYA DIRI
Jakarta, Kompas
Meskipun nilai tukar rupiah masih mengalami pelemahan terhadap dollar AS,
pemerintah masih percaya diri. Sementara Bank Indonesia dengan seluruh
instrumen yang dimiliki akan melakukan sejumlah upaya agar rupiah tak
bergejolak sangat cepat. "Rupiah memang terkoreksi. Tetapi, rupiah bukan
satu-satunya yang terkoreksi. Bahkan, won Korea terkoreksi lebih dalam daripada
rupiah.Pemerintah mengharapkan tidak ada gejolak terlalu tinggi. BankIndonesia
akan berupaya agar rupiah tak cepat melonjak-lonjak," ujar Kepala Badan
Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan Anggito Abimanyu dalam jumpa pers di
Istana Wapres, Jakarta, Kamis (20/11/2008).
Menurut Anggito, dalam rapat yang membahas soal kondisi ekonomi itu, Wakil
Presiden Jusuf Kalla, sejumlah menteri, dan pejabat tinggi mendapat penjelasan
dari Gubernur Bank Indonesia Boediono tentang terkoreksinya nilai tukar
rupiah. Rapat dihadiri, antara lain, Pelaksana Jabatan Menko Perekonomian
yang juga Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Negara BUMN Sofyan
Djalil, dan Menteri Perindustrian Fahmi Idris.
Pada perdagangan di pasar spot antar bank, Kamis, rupiah ditutup pada level Rp
11.945 per dollar AS, menguat 55 poin dibandingkan dengan penutupan sehari
sebelumnya yang Rp 12.000 per dollar AS. Namun, di tengah perdagangan, kurs
sempat menyentuh level Rp 12.440 per dollar AS. Bukan cuma rupiah, pada
perdagangan kemarin, kurs rupee India juga melemah tajam. Demikian pula kurs
won Korea turun lebih dari 4 persen karena ketakutan bahwa perekonomian Korea
Selatan yang sangat bergantung pada ekspor sangat rentan terhadap krisis.
Satu dollar AS setara dengan 1.432,5 won, kurs terendah dalam 11 tahun
terakhir. Diperkirakan kurs dollar AS akan bergerak antara 1.420won dan 1.480
won. Adapun kurs rupee mencapai titik terendah dalam sejarah terhadap dollar
AS. Satu dollar AS setara dengan 50,01 rupee. Itu merupakanpertama kali kurs
dollar AS ditutup di atas level 50 rupee.
Bahas empat hal
Lebih jauh, Anggito menjelaskan, selain soal gejolak rupiah, rapat juga
membahas empat hal, yaitu kondisi makro ekonomi, penggunaan APBN sebagai
instrumen stimulus ekonomi, mempercepat dan memaksimalkan proyek infrastruktur,
dan kerja sama internasional multilateral serta bilateral. Menurut Anggito,
makroekonomi 2008 masih sesuai target denganpertumbuhan rata-rata per tahun 6,2
persen dengan perlambatan di kuartal III dan IV.
"Untuk 2009, kami akan melihat seluruhperkembangan ekonomi dunia. Ada
kemungkinan untuk mengoreksi pertumbuhan ekonomi 6 persen," ujarnya. Koreksi
juga akan dilakukan untuk sejumlah indikator ekonomi, seperti nilai tukar
rupiah terhadap dollar AS, suku bunga, pasar surat utang negara, dan pasar
modal. APBN 2008 juga dinilai aman dengan target pencapaian penerimaan naik 5
persen di atas APBN-P.
Anggito mengemukakan, surplus APBN 2008 cukup membantu pembiayaanAPBN 2009 yang
kritis. Defisit juga turun menjadi 1,1 persen terhadap PDB (Rp 51 triliun) dari
perkiraan 2,1 persen. "Surplus bisa dipakai untuk 2009," ujarnya. Sofyan
Djalil mengemukakan, pemerintah bersama BUMN akan menciptakan aktivitas ekonomi
lebih banyak di dalam negeri untuk menciptakan lapangan kerja.
Proyek infrastruktur yang sudah ada pembiayaannya akan dipercepat, sementara
untuk yang sudah berkomitmen akan direalisasikan komitmennya. Untuk pekerja
konstruksi Indonesia di luar negeri, seperti di Malaysia dan negara lain, yang
kembali ke Tanah Air karena krisis keuangan dan berhentinya proyek konstruksi
akan disalurkan ke TimurTengah. "Konstruksi di Timur Tengah belum terpengaruh
krisis keuanganglobal," ujar Sofyan. Rapat dihadiri juga para pemimpin bank
BUMN. Menurut Sofyan, bank BUMN masih berkomitmen menyalurkan kredit untuk
mempercepat pembangunan infrastruktur.
Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda?
Buat Pingbox terbaru Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/