Sebetulnya bukan masalah Century. Ini adalah masalah Golkar yg ingin kembali menguasai dunia perpolitikan dan pemerintahan, yg tentu saja KKN, seperti jaman Orba. Dana mereka sangat besar dan dapat dengan gampang mengatur segalanya agar rencana mereka berhasil. Masalah sistemik dimana-mana adalah ajang perdebatan para pakar yg benar2 pakar..bukan pakar yg dibayar. Apalagi peristiwa yg sudah terjadi sudah sulit dilihat mana yg benar mana yg salah. Sama saja orang dikasih vaksin flu dan ternyata tidak kena flu..maka dia tidak kena krn tubuhnya memang sehat atau krn sudah divaksin..tidak ada yg tahu.
Salam, -Irsal Coming up soon, http://www.dokterkita.net and http://www.kongkow.net -----Original Message----- From: Cardiyan HIS <[email protected]> Date: Sat, 23 Jan 2010 15:42:46 To: <[email protected]> Subject: [indonesia] Yang Lucu dari Bank Century: JK by Design “Ditipu” SM dan B? Yang Lucu dari Bank Century: JK by Design “Ditipu” SM dan B? Memang jadi lucu kalau kemudian Bank Century dinyatakan memiliki dampak sistemik. Lho mayoritas nasabah bank di Indonesia adem ayem saja ketika itu. Saya nasabah priority BCA Jakarta dan Citigold Citibank, Jakarta, tak pernah diwanti-wanti oleh Customer Relations Manager kedua bank papan atas tersebut agar tidak mem-break deposito saya. Maklum bank yang yang berdampak sistemik menurut BI sendiri cuma 15 bank saja termasuk BCA dan Citibank itu. Lucunya lagi, saya baru tahu ada bank namanya Bank Century, lebih tidak tahu lagi dimana alamat kantornya di Jakarta? Hal ini terbetik berkat berita koran nomor 1 di Indonesia “Kompas” di bawah ini. Berita yang berasal dari rapat kabinet 20 November 2008. Hanya beberapa jam sebelum KSSK memutuskan Bank Century berdampak sistemik padahal sumbernya sama. Atau memang by design Wapres RI JK sengaja tidak diberi informasi yang benar oleh SM dan B? Benar-benar luar biasa dan terlalu vulgar kalau sebuah keputusan rapat kabinet bisa berubah dalam 24 jam, hanya untuk membela sebuah bank ecek-ecek bernama Bank Century. Apa sesungguhnya peranan seorang dokter umum Marsilam Simandjuntak yang plin-plan mengaku nara sumber seorang Menteri Keuangan SM, PhD ataukah dokter umum lulusan UI ini memang benar perpanjangan tangan SBY? PEMERINTAH MASIH PERCAYA DIRI Jakarta, Kompas Meskipun nilai tukar rupiah masih mengalami pelemahan terhadap dollar AS, pemerintah masih percaya diri. Sementara Bank Indonesia dengan seluruh instrumen yang dimiliki akan melakukan sejumlah upaya agar rupiah tak bergejolak sangat cepat. "Rupiah memang terkoreksi. Tetapi, rupiah bukan satu-satunya yang terkoreksi. Bahkan, won Korea terkoreksi lebih dalam daripada rupiah.Pemerintah mengharapkan tidak ada gejolak terlalu tinggi. BankIndonesia akan berupaya agar rupiah tak cepat melonjak-lonjak," ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan Anggito Abimanyu dalam jumpa pers di Istana Wapres, Jakarta, Kamis (20/11/2008). Menurut Anggito, dalam rapat yang membahas soal kondisi ekonomi itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla, sejumlah menteri, dan pejabat tinggi mendapat penjelasan dari Gubernur Bank Indonesia Boediono tentang terkoreksinya nilai tukar rupiah. Rapat dihadiri, antara lain, Pelaksana Jabatan Menko Perekonomian yang juga Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, dan Menteri Perindustrian Fahmi Idris. Pada perdagangan di pasar spot antar bank, Kamis, rupiah ditutup pada level Rp 11.945 per dollar AS, menguat 55 poin dibandingkan dengan penutupan sehari sebelumnya yang Rp 12.000 per dollar AS. Namun, di tengah perdagangan, kurs sempat menyentuh level Rp 12.440 per dollar AS. Bukan cuma rupiah, pada perdagangan kemarin, kurs rupee India juga melemah tajam. Demikian pula kurs won Korea turun lebih dari 4 persen karena ketakutan bahwa perekonomian Korea Selatan yang sangat bergantung pada ekspor sangat rentan terhadap krisis. Satu dollar AS setara dengan 1.432,5 won, kurs terendah dalam 11 tahun terakhir. Diperkirakan kurs dollar AS akan bergerak antara 1.420won dan 1.480 won. Adapun kurs rupee mencapai titik terendah dalam sejarah terhadap dollar AS. Satu dollar AS setara dengan 50,01 rupee. Itu merupakanpertama kali kurs dollar AS ditutup di atas level 50 rupee. Bahas empat hal Lebih jauh, Anggito menjelaskan, selain soal gejolak rupiah, rapat juga membahas empat hal, yaitu kondisi makro ekonomi, penggunaan APBN sebagai instrumen stimulus ekonomi, mempercepat dan memaksimalkan proyek infrastruktur, dan kerja sama internasional multilateral serta bilateral. Menurut Anggito, makroekonomi 2008 masih sesuai target denganpertumbuhan rata-rata per tahun 6,2 persen dengan perlambatan di kuartal III dan IV. "Untuk 2009, kami akan melihat seluruhperkembangan ekonomi dunia. Ada kemungkinan untuk mengoreksi pertumbuhan ekonomi 6 persen," ujarnya. Koreksi juga akan dilakukan untuk sejumlah indikator ekonomi, seperti nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, suku bunga, pasar surat utang negara, dan pasar modal. APBN 2008 juga dinilai aman dengan target pencapaian penerimaan naik 5 persen di atas APBN-P. Anggito mengemukakan, surplus APBN 2008 cukup membantu pembiayaanAPBN 2009 yang kritis. Defisit juga turun menjadi 1,1 persen terhadap PDB (Rp 51 triliun) dari perkiraan 2,1 persen. "Surplus bisa dipakai untuk 2009," ujarnya. Sofyan Djalil mengemukakan, pemerintah bersama BUMN akan menciptakan aktivitas ekonomi lebih banyak di dalam negeri untuk menciptakan lapangan kerja. Proyek infrastruktur yang sudah ada pembiayaannya akan dipercepat, sementara untuk yang sudah berkomitmen akan direalisasikan komitmennya. Untuk pekerja konstruksi Indonesia di luar negeri, seperti di Malaysia dan negara lain, yang kembali ke Tanah Air karena krisis keuangan dan berhentinya proyek konstruksi akan disalurkan ke TimurTengah. "Konstruksi di Timur Tengah belum terpengaruh krisis keuanganglobal," ujar Sofyan. Rapat dihadiri juga para pemimpin bank BUMN. Menurut Sofyan, bank BUMN masih berkomitmen menyalurkan kredit untuk mempercepat pembangunan infrastruktur. Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda? Buat Pingbox terbaru Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/
