Katanya mau menerapkan Ekonomi Jalan Tengah, antara Neolib dan Ekonomi Kerakyatan. Apakah ini hasilnya?
----Original Message---- From: [email protected] Date: 08/02/2010 19:10 To: <[email protected]> Subj: [indonesia] Re: Masyarakat yang Tak Bisa Makan Nasi Makin Banyak Ini akibat yang harus mereka tanggung sendiri apabila salah memilih pimpinan. Kenaikan BBM giliran berikutnya. Harlizon MBAu wrote: > > http://www.tribun-timur.com/read/artikel/76452 > > > *Sekarang, Masyarakat yang Tak Bisa Makan Nasi Makin Banyak* > > Laporan: Kompas.com > > abgorganik.files.wordpress.com <http://abgorganik.files.wordpress. com> > > > > Minggu, 7 Februari 2010 | 23:45 WITA > > PASURUHAN, TRIBUN -- Harga beras kualitas terendah yang melonjak > hingga mencapai Rp 6.500 per kg menjadikan pola makan sebagian warga > di kawasan Gunung Bromo, Pasuruan, Jawa Timur, berubah dari beras ke > jagung. > > Suhariyono (45), warga Puspo yang ditemui di Pasar Pasrepan, Minggu, > menyebutkan, harga beras kualitas terendah telah mencapai Rp 6.500 per kg. > > Dengan demikian, Suhariyono mengaku sudah sekitar dua bulan ini > terpaksa mengubah pola makannya dari beras ke jagung. > > Suhariyono yang mengaku mempunyai enam anggota keluarga merasa berat > jika harus mengonsumsi beras yang harganya melonjak tajam. Ia terpaksa > mengubah pola makan dari beras ke jagung yang dicampur beras dengan > jumlah lebih sedikit. > > Ia memberikan gambaran, untuk memberikan konsumsi keluarganya, > biasanya setiap harinya menghabiskan beras 2 kg. Namun, untuk konsumsi > jagung setiap harinya cukup menggunakan 20 tongkol jagung, dicampur > beras sekitar 0,25 kg. > > Disebutkan, harga beras kualitas terendah di Puspo mencapai Rp 6.500. > Sedangkan jagung Rp 9.000 per pocong, berisi 20 tongkol. > > Jika anggota yang mengonsumsi berjumlah 6 jiwa, dibutuhkan sedikitnya > 3 kg beras. Sedangkan jika mengonsumsi jagung cukup sepocong (20 > tongkol) jagung yang jika telah menjadi berasan bobotnya sekitar 3 kg, > plus beras 0,25 kg per hari. > > Jaenah (35), seorang penjual jagung kering di Pasar Pasrepan, > menyebutkan, sudah sekitar dua bulan belakangan ini pembeli jagung > meningkat. Jaenah menyebutkan, jagung jualannya sebanyak 200 pocong > ludes hanya dua hari, padahal sebelumnya baru habis sekitar sepekan. > > Disebutkan, para pembeli jagung untuk konsumsi ini terbanyak warga > dari desa-desa di kawasan Gunung Bromo yang meliputi wilayah Pasrepan, > Puspo, dan Tosari.(*) > > Tribun Timur, Selalu yang Pertama <http://www.tribun-timur.com/> > > Ada peristiwa menarik? > SMS www.tribun-timur.com <http://www.tribun-timur.com/>di 081.625.2233 > email: [email protected] <mailto:[email protected]> > > Hotline SMS untuk berlangganan koran Tribun > Timur, Makassar <http://www.tribun-timur.com/> (edisi cetak) : > 081.625.2266. > Telepon: 0411 (8115555) > -- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better : http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
