kemaren datang ke pameran Agrinex di JHCC mas ? Kami di stand ICF (Indonesia Coop Foundation) menampilkan motor tersebut yg diakui hasil karya Budi Sulaiman. Saya nggak mengerti bagaimana orang ini. Dia menyatakan diri sebagai bapak Biofuel di berbagai mediamasa. Lha wong dari jaman mobil Ford awal juga sudah ada ataupun kerajaan singosari sudah menggunakan biofuel. entahlah.... Yang mengcreate motor berbahan bakar bioetanol atau bensin atau keduanya adalah mas Arbi, peneliti Batan. Saya yg meminta dia untuk menampilkan di pameran ini, dan dia melakukan beberapa pengujian di Bandung sebelumnya untuk meyakinkan bahwa motor tsb memang sudah layak dikembangkan. Sampai 5 hari sebelum pameran saya kejar2 terus untuk kelar pengujian dan dia lembur2an nggak tidur. Sayang hari pertama pameran motor baru nyampe tengah hari. Jadi saya nggak bisa pamer pagi hari pembukaan sama pak wapres yg sama pak Adi Sasono digiring untuk dialog dg saya di stand kami. di Hari yg sama Budi Sulaeman sudah woro2 di kompas dan pagi2 sms ke saya untuk buka hal 14 kompas. hehehe...lucu Awalnya dia melakukan penelitian terhadap bensin yg ditambahkan air. Yang sangat potensial dg hidrogennya dll dll....kemudian terinspirasi, kenapa nggak bioetanol aja yg sudah ada airnya ? terus.... dia coba gabungkan dengan konsep pak Puji peneliiti Batan juga tekait ultra sonik, sehingga spt kondisi sekarang ini yg masih prototipe. Sayang saya lupa mendokumentasikannya mas. Tapi mas Arbi terus koordinasi dengan saya kok. Dan dia berjanji bulan depan siap. Motor yg dia lakukan uji coba itu motor bekas yg dia beli 1 jutaan dan dibenerin sana sini. Sungguh salut untuk karya dia. Yang dg susah payah dia biayai sendiri dan saya merasa sungguh keterlaluan orang yg mengaku2 sbg karyanya untuk suatu popularitas. Awalnya saya pikir penelitian itu dibiayai Budi Sulaeman. Tapi saya yakinkan ke mas Arbi ternyata dia bilang "potong dapur bu". Duh.....Dan dia bukan pula tim-nya . Keterlaluan.
Menik Sumasroh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Bioetanol Indonesia Ketua Umum Koperasi Prima Bioenergi IIndonesia --- Pada Sen, 15/3/10, Dodiek EL <doditand dan saya belum bisa pamer sama pak [email protected]> menulis: Dari: Dodiek EL <[email protected]> Judul: [indonesia] Sinergi produksi jagung manis 26,5 Ton/ha di kebun Peruri Krawang Kepada: [email protected] Tanggal: Senin, 15 Maret, 2010, 3:29 AM Rekans, Sharing info pertama . . Sinergi antara Perum Peruri, PT Sukacita Membawa Sukses, PT Syngenta Indonesia berprestasi dalam bidang pertanian, yaitu panen jagung manis 26,5 Ton/Ha di kebun Peruri Krawang, dan mendapatkan Rekor MURI pada 21 Feberuari 2010. Pola tanam jajar legowo dengan populasi 100.000 tanaman per Ha berhasil dipanen 87.600 tanaman, jauh dibanding cara tradisional 43.000 tanaman/Ha dan produksi < 10 Ton/ha. Tingkat kemanisannya mencapai 20 briks pada refraktometer, dibanding 12 briks produksi jenis lain. Lahan 10 Ha tak subur milik Yayasan Pensiun Perum Peruri menjadi Training Center bagi para petani. Penanaman jagung manis varitas Bonanza 2.500 m2 /hari, agar panen jagung tiap hari dan untuk pakan ternak sapi. Jarak tanam teknologi SMS 12,5 x 60x 100 cm, dan pola pengairan pada hari-hari tertentu butuh 900 ton air untuk 4 Ha lahan (karena musim kemarau). Pemupukan pertama ketika tanaman berumur 14 hari dengan 2 gr NPK + 2 gr urea per tanaman, dan pemupukan kedua hanya urea 2 gr ketika umur 32 hari. Kalkulasi kasar biaya produksi jagung manis Rp. 20 juta/Ha, termasuk upah & sewa lahan dan masa panen 72 hari. Dengan harga jual petani Rp.3000/kg, maka pendapatan mencapai Rp. 79,5 juta/Ha, dan keuntungan =Rp. 59,5 juta/Ha. Harga jagung manis di pasaran mencapai Rp. 10.000 ~ 13.000/kg. Sharing info kedua . . kompor rumah tangga menggunakan bahan bakar Alkohol kadar 30%, dan mesin motor bakar menggunakan bahan bakar Alkohol kadar 80%, merupakan inovasi dari Soelaiman Budi Sunarto, pendiri Koperasi Serba Usaha Agro Makmur di Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah, dan sudah diuji oleh Pusat Inkubator Teknologi BPPT Puspitek Serpong. Kiranya produksi alkohol kadar 30% biasa dibuat oleh petani sebagai miras “saguer” di Sulawesi utara dan sekitarnya, yang aman dari resiko meledak dan kebakaran. Produksi alkohol kadar 80% cukup melalui proses destilasi satu tingkat. Sepeda motor 4 tak mampu menempuh perjalanan 40 km dengan mengkonsumsi 1 liter alkohol kadar 80%. Bahan bakar alkohol ini dikenal umum sebagai BioEtanol CH4, yang diproduksi dari bahan baku singkong, tebu, molasses, jagung, sorgum, nira kelapa, nira aren, nira nipah, buah semangka, dan lain sebagainya. Semoga uraian ini dapat memberikan inspirasi berkontribusi penguatan ketahanan pangan dan energi nasional. Salam, Dodiek Referensi : 1. http://www.agrina-online.com 2. http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/03/12/03192577/dari.kompor.sampai.motor Get your new Email address! Grab the Email name you've always wanted before someone else does! Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser. Dapatkan IE8 di sini! http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer
