JAKARTA--MI: Asosiasi Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (NU) meminta para kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk memperhatikan pengembangan pendidikan bagi kader-kader muda NU. Para kandidat harus fokus pada perbaikan perguruan tinggi secara kualitas dan kuantitas.
Hal itu dikemukakan Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi NU dalam konferensi pers yang digelar di area Muktamar, Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (25/3). "Kami minta PBNU ke depan memperhatikan kualitas dan kuantitas perguruan tinggi NU," ujarnya. Perguruan tinggi NU, jelasnya, berkembang tersendat. Saat ini, baru ada 201 perguruan tinggi yang tersebar dengan mayoritas berada di pulau Jawa. "Di seluruh Sumatra dan Kalimantan belum ada perguruan tinggi NU. Di Jakarta sendiri belum ada perguruan tinggi NU," keluhnya. Padahal, sambungnya, universitas menjadi salah satu titik penting dalam penyebaran ajaran NU. Asosiasi ini, kata Ahmad, akan mendukung kandidat yang mendukung perbaikan perguruan tinggi NU. "Kami kembalikan kepada para calon. Siapa yang punya komitmen kuat, itu yang akan didukung," imbuhnya. Ia menyebut, beberapa kriteria yag harus dimiliki para kandidat yakni, berkomitmen mengembangkan pendidikan NU dan tidak membelokkannya pada orientasi politik. "Pemimpin harus melaksanakan khittah NU. Pendidikan NU adalah pendidikan yang khas ahlu sunnah wal jamaah," tegasnya. (NJ/OL-04) http://icaexpo.coop
