mas, mungkin sebaiknya juga diusulkan bahwa adalah penting untuk menjaga pendanaan ini, apalagi kalau Grant, kepada hal-hal berikut: 1. arah sasaran (tujuan utama); padat karya kah? upgrade technology/ facilities kah? 2. posisi/letak geografi dimana pekerjaan/funding itu hendak diberikan 3. minimasi biaya-biaya administrasi dalam penyelenggaraan atau pendanaan ini. 4. sebaiknya, dana-dana asing tersebut tidak dirubah kedalam currency IDR, tetapi, tetap dalam Valas.
Kalau mas CHP ada kesempatan bertemu para BKPM'ers atau BAPPENAS'ers atau what ever lembaga atau badan pemerintah yang menangani hal ini, mohon dapat disampaikan hal tersebut diatas. ada kalanya sebuah informasi tidak diberikan bagaikan ikan dan pancingnya, kadang lebih indah kita berikan pancingnya saja..atau cukup menunjukkan dimana kolam ikan itu berada... salam sayang, Tribas 2010/3/25 CHPStar <[email protected]> > "Kalau target Bappenas 6 miliar dollar AS, BKPM lebih dari itu. Kalau BKPM > targetnya sebanyak-banyaknya. Kita targetkan bisa 18 miliar dollar AS per > tahun. Diharapkan bisa di*infrastrukture summit > <http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/03/25/1359236/BKPM.Targetkan.Investasi.Infrastruktur.18.Miliar.AS.Per.Tahun> > *itu," kata Kepala BKPM Gita Wirjawan di sela-sela Indonesia Summit di > Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (25/3/2010). > > Saat ini, dia menyebut ada sejumlah investor yang telah menyatakan > ketertarikannya di Indonesia untuk membangun infrastruktur. Di antaranya, > investor asal Asia Tenggara, seperti India, China, dan Timur Tengah. Adapun > untuk negara-negara maju seperti Eropa dan Amerika Serikat, belum ada yang > tertarik. > > http://icaexpo.coop > > -- http://tribas.wordpress.com
