Hello Tribas,
sepanjang kita bergerak dijalur alternative, maka kesulitannya adalah belum ada 
institusi pemerintah yang sanggup memberikan decision making power. Tapi karena 
alternatif ini terletak diantara public sector dan private sector, mungkin 
Kementerian Koperasi akan tertarik dan/ atau MPR RI.
Ide alternatif ini cukup membingungkan. Untuk itu saya minta bantuan 
International Cooperative Alliance (ICA) Expo mengupayakan 3 blok dengan khusus 
untuk Indonesia, yaitu Koperasi dari BUMN, Koperasi dari Pendidikan, Koperasi 
dari Swasta (makudnya untuk menggambarkan BUMN - Koperasi - Swasta atau Sistem 
Ekonomi Pancasila secara mudah). Secara teknology adalah combined heat and 
power (CHP) systems megejar 21st Century ... MDGs.
Agenda formal yang ada menjadi proses perencanaan berikut:
1. Identifikasi Permasalahan: UNFCCC Bali Action Plan (done)
2. Kebijaksanaan Alternative: The Copenhagen Green Climate Fund (done)
3. Asia Pacific Ministerial Conference on Public & Private Partnerships for 
Infrastructure Development (APMC PPP 2010), Jakarta, 14-17 April 2010  
www.infrastructureasia.com (bakal menghasilkan "baselines")
4. Keputusan Rencana dan Dana: 37th IFAN Member’s Assembly,  October 2010, Bali 
(Masyarakat Standar Indonesia) http://ifanbali2010.com/  (IEC ITU ISO)
5. Control systems:  http://www.icaexpo.coop  (Public and Private Partnerships 
yang ber standar internasional) 



 
6. Indikator keberhasilan: 2012 UN International Year of Co-operatives (done).
Jadi senang tidak senang, proses perubahan sosial, ekonomi, politik global 
harus terjadi untuk global recovery. Silahkan dimainkan dulu.
Salam, Tjahjokartiko 

http://icaexpo.coop

--- On Thu, 3/25/10, Tri Basoeki Soelisvichyanto <[email protected]> wrote:

From: Tri Basoeki Soelisvichyanto <[email protected]>
Subject: [indonesia] Re: Koordinasi Perencanan Infrastructure
To: [email protected]
Date: Thursday, March 25, 2010, 8:57 PM

mas,

mungkin sebaiknya juga diusulkan bahwa adalah penting untuk menjaga pendanaan 
ini, apalagi kalau Grant, kepada hal-hal berikut:
1. arah sasaran (tujuan utama); padat karya kah? upgrade technology/ facilities 
kah?

2. posisi/letak geografi dimana pekerjaan/funding itu hendak diberikan
3. minimasi biaya-biaya administrasi dalam penyelenggaraan atau pendanaan ini.
4. sebaiknya, dana-dana asing tersebut tidak dirubah kedalam currency IDR, 
tetapi, tetap dalam Valas. 


Kalau mas CHP ada kesempatan bertemu para BKPM'ers atau BAPPENAS'ers atau what 
ever lembaga atau badan pemerintah yang menangani hal ini, mohon dapat 
disampaikan hal tersebut diatas.

ada kalanya sebuah informasi tidak diberikan bagaikan ikan dan pancingnya, 
kadang lebih indah kita berikan pancingnya saja..atau cukup menunjukkan dimana 
kolam ikan itu berada...


salam sayang,

Tribas

2010/3/25 CHPStar <[email protected]>

"Kalau target Bappenas 6 miliar dollar AS, BKPM lebih dari itu. Kalau BKPM 
targetnya sebanyak-banyaknya. Kita targetkan bisa 18 miliar dollar AS per 
tahun. Diharapkan bisa diinfrastrukture summit itu," kata Kepala BKPM Gita 
Wirjawan di sela-sela Indonesia Summit di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis 
(25/3/2010). 

Saat ini, dia menyebut ada sejumlah investor yang telah menyatakan 
ketertarikannya di Indonesia untuk membangun infrastruktur. Di antaranya, 
investor asal Asia Tenggara, seperti India, China, dan Timur Tengah. Adapun 
untuk negara-negara maju seperti Eropa dan Amerika Serikat, belum ada yang 
tertarik.


http://icaexpo.coop




      


-- 
http://tribas.wordpress.com




      

Kirim email ke