FYI

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of andre
andreas
Sent: Friday, April 16, 2010 1:33 AM
To: [email protected]
Subject: [fkkm] Rezim SBY = Rezim Orba; Mei Bulan Perlawanan Rakyat

Maklumat Front Oposisi Rakyat Indonesia - Mei Bulan Perlawanan Rakyat 

"Tidak Ada Kesejahteraan dan Demokrasi" - Rezim SBY = Rezim Orde Baru

Kami maklumatkan "Mei Bulan Perlawanan" karena pada bulan ini tersimpan
sejarah perlawanan rakyat terhadap Rezim Orde Baru yang melakukan
pelanggaran hak asasi manusia berat, membunuh demokrasi dan merusak pola
pikir bangsa Indonesia menjadi serakah dan biadab. Perlawanan rakyat itu
mencapai kemenangan pada 21 Mei 1998 dengan mundurnya Soeharto sebagai
pemimpin tunggal yang berwatak otoriter. 

Kami maklumatkan kepada rakyat Indonesia agar menjadikan bulan perlawanan
ini sebagai agenda politik untuk melakukan perlawanan kembali terhadap
hadirnya tanda-tanda otoritarian di dalam Rezim SBY. Tak kita kehendaki
pembunuhan terhadap demokrasi, terhadap rakyat yang didera krisis ekonomi
dan kerusahan pola pikir bangsa menjadi agenda politik Rezim SBY dewasa ini

Inilah Kalender Mei Bulan Perlawanan Oposisi Rakyat Indonesia:

Tanggal Agenda Politik 
1 Mei  Hari Buruh Internasional (Mayday)
2 Mei  Hari Pendidikan Nasional
8 Mei  Hari Marsinah 
12-14 Mei  Hari Kejahatan Kemanusiaan Orde Baru (penembakan mahasiswa,
kerusuhan Mei)
20 Mei  Hari Kebangkitan Nasional
21 Mei  Hari Kemenangan Perlawanan Rakyat (jatuhnya rezim Soeharto)


1. Gagalnya Reformasi, Gagalnya Demokrasi 

Tujuh Setan Otoritarian. Sampai saat ini rakyat masih terbius oleh
manipulasi pengertian bahwa reformasi telah berhasil mewujudkan demokrasi di
Indonesia. Bukti-bukti itu ditandakan adanya keterbukaan ruang politik bagi
aspirasi rakyat, tak ada kekuasaan tersentral yang dikendalikan militer,
pemilu/pilkada telah dapat diselenggarakan langsung oleh rakyat, media massa
mempunyai kebebasan pemberitaan, hak perempuan dalam politik dan
perlindungan dari kekerasan pun telah diberikan. Sampai dewasa ini rakyat
begitu yakin bahwa seluruhnya ini merupakan bukti demokrasi telah menjadi
kenyataan. Marilah kita kaji kembali, apakah keterbukaan ruang politik itu
menunjukkan perubahan kualitatif jika dikaji di lapangan realitas
politiknya? 

maklumat selengkapnya (dan unduh dalam pdf) 

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2010/04/mei-bulan-perlawanan-rakyat-m
aklumat.html
<http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2010/04/mei-bulan-perlawanan-rakyat-
maklumat.html>  

  Solusi For Indonesia : Lima Prinsip Strategi Perjuangan
(sumber : MAKLUMAT PENDIRIAN FRONT OPOSISI RAKYAT INDONESIA) 

Kami menawarkan solusi untuk kesejahteraan rakyat melalui perjuangan yang
membebaskan rakyat Indonesia dari kekuasaan Rezim SBY jongos Rezim
Neoliberal, melalui Lima Prinsip Strategi Perjuangan:

(1) Mewujudkan Reforma Agraria Sejati; melalui prioritas program nasional
pemerintah RI dalam hal ; (a) Penataan tanah dan sumber daya agraria secara
jelas dan adil untuk lahan pertanian petani (petani gurem, nelayan,
masyarakat adat dan kaum miskin pedesaan, yang juga memperhatikan kekhususan
kepentingan perempuan), untuk penyelamatan ekologi, untuk pengembangan
usaha, untuk pengembangan kota dan untuk keperluan pemerintahan. (b)
Melakukan evaluasi terhadap kepemilikan tanah skala besar oleh perusahan
asing, swasta nasional dan BUMN untuk diberikan pemanfaatannya kepada
rakyat. (c). Penyelesaian sengketa dan konflik agraria secara menyeluruh dan
adil. (d) Dukungan penguatan produksi, akses permodalan, teknologi dan
perlindungan tata niaga yang adil dan berpihak kepada petani, yang juga
mengkhususkan kepada kepentingan petani perempuan.

(2) Mewujudkan Keadilan Ekologis; yaitu hak untuk mendapatkan keadilan antar
generasi yang memperhatikan prinsip keadilan gender, prinsip keselamatan
rakyat, keberlanjutan jasa pelayanan alam dan perlindungan produktivitas
rakyat, dimana semua generasi baik sekarang maupun mendatang, berhak
terselamatkan dari ancaman dan dampak krisis, serta penghancuran
sumber-sumber kehidupan rakyat.

(3) Pembangunan Industrialisasi Nasional; mengakhiri model produksi ekonomi
kolonial dan para kompradornya (jongos) dengan membangun kemandirian
ekonomi, industri dan keuangan nasional yang berpihak pada kepentingan buruh
dan rakyat Indonesia, termasuk juga memperhatikan kepentingan perempuan.

(4). Mewujudkan Demokrasi Ekonomi; melalui penguasaan negara terhadap
sumber-sumber produksi dan usaha-usaha yang menguasai hajat hidup orang
banyak (mineral, batubara, migas, hutan, air, tanah, laut, dll) dalam rangka
pemenuhan hak dasar (pendidikan, kesehatan, pekerjaan) serta memperluas
kegiatan produksi, yang dikerjakan oleh semua (dalam keadilan gender), untuk
semua dibawah penilikan bersama dalam rangka mewujudkan kemakmuran rakyat
banyak dan bukan kemakmuran orang per orang. Termasuk di dalamnya agenda
penghapusan utang lama dan penghentian pembuatan utang baru untuk
kemandirian ekonomi nasional.

(5) Penegakan HAM (Hak Asasi Manusia); melalui penghormatan, perlindungan
dan pemenuhan hak dasar yang meliputi hak sipil politik serta ekonomi,
sosial dan budaya, yang berkeadilan gender. Termasuk penghukuman yang adil
dan tegas terhadap pelaku pelanggaran HAM. 

  
  
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG - www.avg.com
Version: 9.0.801 / Virus Database: 271.1.1/2813 - Release Date: 04/16/10 
01:31:00

Kirim email ke