kalau IP atau IPK kan yang mengeluarkan Program studi atau fakultas. Kalau 
sampai transkripnya palsu, ya berarti orang tersebut telah melakukan tindak 
kriminal


--- On Sat, 4/17/10, Tri Basoeki Soelisvichyanto <[email protected]> wrote:


From: Tri Basoeki Soelisvichyanto <[email protected]>
Subject: [indonesia] Bagaimana dg IPK? Was: USULAN mencegah Plagiarisme
To: [email protected], "Pekik Dahono" <[email protected]>
Date: Saturday, April 17, 2010, 7:43 PM



#yiv2142612809 .htmtableborders, #yiv2142612809 .htmtableborders td, 
#yiv2142612809 .htmtableborders th {border:1px dashed lightgrey important;}

#yiv2142612809 html, #yiv2142612809  {border:0px;}#yiv2142612809 span.macro, 
#yiv2142612809 span.macro 
ul, #yiv2142612809 span.macro div, #yiv2142612809 span.macro p 
{background:#CCCCCC;}

#yiv2142612809 p{margin-bottom:0.15em;
margin-top:0.15em;}#yiv2142612809 
{font-family:tahoma;font-size:10pt;}#yiv2142612809 
Pak Pekik, kalau memalsukan IP atau IPK bagaimana? 

Suwon
Tribas
Inpartnership with Telkomsel BlackBerry®


From: "mustari wahab" <[email protected]> 
Date: Sat, 17 Apr 2010 20:29:07 +0700
To: <[email protected]>; Pekik Dahono<[email protected]>
Subject: [indonesia] USULAN mencegah Plagiarisme


dear frineds
 
usulan saja agar disetiap TUGAS AKHIR mahasiswa S!,S2 S3 dll agar dihalaman 
depan sebelum ABSTRAK di buatkan lembar pernyataan bahwa Tugas Akhir ini buatan 
sendiri dan tidak menyontek ..dll ,bila ternyata terbukti maka ybs bersedia di 
copot gelasnya atau DIHUKUM buat Tugas Akhir lagi dgn pembimbing yang sama krn 
pembimbing juga harus tanggung jawab (dg JUDUL BARU) sambil kerja di kantornya 
(bila ybs sdh bekerja dan orang sekantornya tahu dia itu plagiator) di ATAS 
MATERAI 6000 perak..he..he
 
mustari 

 
 
 ---Original Message-----

From: Pekik Dahono <[email protected]>
To: [email protected]
Date: Sat, 17 Apr 2010 01:29:40 -0700 (PDT)
Subject: [indonesia] Re: Plagiarisme Doktor ITB Hanya Salah Satu Dari 151 Kasus 
Plagiarisme di IEEE


Ada cara mudah bagi seorang pembimbing menghindari plagiat yang dilakukan 
mahasiswa:
1) Mempunyai topik penelitian yang jelas
2) Tidak menerima ide penelitian dari mahasiswa

Dengan mempunyai topik penelitian yang jelas, dia seharusnya tahu bener apa 
yang sudah dipublish dan apa yang tidak. Untuk bidang saya, saya tahu bener apa 
yang dikerjakan oleh temen2 di belahan dunia yang lain. 

Kenapa ide mahasiswa harus ditolak? Bukannya idenya jelek, kita tidak akan 
punya waktu untuk memeriksa apakah ide mahasiswa tersebut original apa tidak. 
Selain itu berdasarkan pengalaman saya, tidak ada ide yang turun dari langit. 
Ide baru akan keluar hanya setelah mendalami topik penelitian sekian lama. 
Ingat kata Einstein, Its not because I am so smart, Its because I stay with the 
problem longer. Mahasiswa yang bisa memahami dan mengembangkan ide saya, saya 
yakin cukup pantas menerima gelar master atau doktor.

Untuk S1: mahasiswa cukup dengan memahami ide saya.
Untuk S2: mahasiswa cukup dengan memahami ide saya dan memahami mengapa saya 
punya ide itu.
Untuk S3: mahasiswa cukup dengan memahami ide saya, memahami mengapa ide itu 
keluar, dan mengembangkan ide tersebut.

Itu kriteria yang selama ini saya pakai. So far, its work

Salam




--- On Sat, 4/17/10, [email protected] <[email protected]> wrote:

> From: [email protected] <[email protected]>
> Subject: [indonesia] Plagiarisme Doktor ITB Hanya Salah Satu Dari 151 Kasus 
> Plagiarisme di IEEE
> To: "ITB" <[email protected]>, "Indonesia" <[email protected]>
> Date: Saturday, April 17, 2010, 3:13 PM
> Judul di atas bukan membela
> almamater,  apalagi "memuja" plagiator ataupun mencoba
> memaklumi kelalaian dosen pembimbing. Namun, kalau benar
> pernyataan Pak Freddy yang dikutip detik berbunyi,
> "Sepanjang tahun 1997-2010, ada sekitar 2,5 juta artikel
> yang dipublikasikan lewat IEEE," maka ada baiknya dicari
> solusi yang elegan untuk menghindari plagiarisme ini, dengan
> topik yang cukup jelas: bagaimana caranya seorang dosen
> pembimbing tahu bahwa penelitian itu sudah pernah dilakukan
> di antara jutaan jurnal tersebut?
> 
> Apakah cukup dengan Google search? Apa semua jurnal bisa
> di-Google? Apa seluruh departemen harus berlangganan semua
> jurnal? 
> 
> Tapi mungkin jawabannya gampang saja: butuh penelitian
> sendiri untuk memecahkan masalah ini dan kata kuncinya
> adalah "data mining techniques". 
> 
> Salam,
> CA
> 
> Source: 
> http://m.detik.com/read/2010/04/16/110924/1339536/10/itb-hanya-satu-dari-151-kasus-plagiarisme-di-ieee
>  
> 
> --begins--
> Plagiarisme Doktor ITB
> 
> ITB Hanya Satu Dari 151 Kasus Plagiarisme di IEEE
> 
> Fitraya Ramadhanny : detikNews
> 
> detikcom - Jakarta, Rupanya kasus plagiarisme yang
> dilakukan doktor dari ITB, bukan satu-satunya kasus
> penjiplakan yang diungkap oleh Institute of Electrical and
> Electronics Engineers (IEEE). IEEE sudah membongkar 151
> kasus serupa yang dilakukan para ilmuwan dari berbagai
> negara.
> 
> Kenapa harus IEEE? Menurut Sekjen Ikatan Alumni (IA) ITB
> Freddy P Zen, IEEE adalah organisasi paling prestisius bagi
> para ilmuwan teknik. Barangsiapa yang bisa mempublikasikan
> tulisan ilmiah melalui IEEE, mereka akan sangat naik pamor.
> 
> "IEEE adalah organisasi ilmuwan tingkat dunia yang sangat
> prestisius," kata Freddy dalam perbincangan telepon dengan
> detikcom, Jumat (16/4/2010).
> 
> Namun sayangnya, demi gengsi tersebut, banyak ilmuwan yang
> mengambil jalan pintas dengan menjiplak karya ilmuwan lain.
> IEEE bukannya tidak tahu akan hal ini.
> 
> Sepanjang tahun 1997-2010, ada sekitar 2,5 juta artikel
> yang dipublikasikan lewat IEEE. Artikel ini memang nantinya
> bisa diunduh lewat perpustakaan digital IEEE yaitu
> ieeexplore.ieee.org.
> 
> Dari sekian banyak makalah itu, ada juga yang ditemukan
> menjiplak makalah lain yang terkadang bahkan sama-sama
> dipublikasikan oleh IEEE. Saat detikcom, mencari data kasus
> penjiplakan yang diungkap IEEE, ternyata ada 151 kasus
> sejenis.
> 
> Para pelaku adalah ilmuwan dari berbagai belahan dunia,
> sebut saja Malaysia, India, Kanada, dan Skotlandia. Tapi,
> kebanyakan pelaku plagiat berasal dari China. Bahkan ada
> juga satu ilmuwan dari Amerika Serikat yang ketahuan 47 kali
> menjiplak, tapi rupanya tidak kapok-kapok. 
> 
> Nah, dari 151 kasus plagiat yang dibongkar, hanya satu
> kasus dari Indonesia. Tepatnya riset dari Mochammad
> Zuliansyah, yang saat itu masih menjadi mahasiswa S3. Para
> pembimbingnya adalah Prof Dr Ir Suhono Harso Supangkat, M
> Eng, Prof Dr Ir Carmadi Machbub dan Dr Ir Yoga Priyana.
> Meskipun hanya satu kasus, tetap saja plagiarisme tidak
> boleh dibiarkan.
> --ends--
> Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry®
> smartphoneêå¢fÚ•¨]jV¦‘ªòi·«²)Þ®­z¶©‘©äj'Z†)f»û^’z%¢¬z»Z‘«"†Æ²jxjyš�öš¶éíºKŠÈš•©�zh¤y¶¡jšjwnž&�jv¤†*Ú´‰ß¢—§�éh•¦§š)b°‰Ý¢w¬‰©ÞÆÖ޶׫†Ûiÿúnnw±µ·­µêçzßߊW¬þh¥ŠËb�Ú'zÈšŠwè·


      

-- 
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt 






      

Kirim email ke