Yang lebih bikin bingung adalah, ”kenapa kok DIKNAS bisa bingung”? Kok seperti siswa baru di hari-hari pertamanya masuk suatu sekolah?
DIKNAS sendiri sebenarnya maunya seperti apa? Lalu apa mereka sudah melakukan sesuatu sesuai dengan kemaunannya? Salam Kejelasan Juga - Z 2010/5/1 S Roestam <[email protected]> > Kawan2 Milis Yth, > > Mengapa di suatu sekolah ada yg kelulusan UN-nya = 0%, 25%, 50%, 80% > atau 100%? > > Analisa-nya adalah sbb: > Dalam suatu proses belajar-mengajar, ada unsur-unsurnya, yaitu: Siswa, > Guru, Sarana atau infrastruktur berupa kelas, buku, alat peraga, > laboratorium, fasilitas-fasiltas belajar dan lain-lainnya, serta yg > penting adalah materi yang diajarkan serta soal-soal yang di-uijikan > apakah relevan atau tidak dengan pelajaran yang di-ajarkan kepada para > murid. > > Kalau yg lulus =0% kemungkinannya adalah: > 1. Murid sangat bodoh atau malas > 2. Gurunya yg tidak mampu mengajar > 3. Infrastruktur atau sarana yg tidak ada atau memadai, misalnya > kekurangan kertas, alat tulis untuk mencatatat, tidak punya buku2 > pelajaran, ruang kelas bocor sehingga sering pengajaran dibatalkan, > dsb.. > 4. Soal-soal ujian UN tidak ada relevansi dengan pelajaran yg pernah > diberikan kepada para siswa,sehingga sepandai-pandainya seorang murid, > mereka salah menjawab soal ujian UN itu. Ini mengagetkan para peserta > ujian UN, sehingga mereka makin groggi... > 5. Dalam suatu proses belajar-mengajar, biasanya selalu ada suatu test > awal atau ujian tiap semester, misalnya untuk mengetahui tingkat > penyerapan suatu pelajaran di kelas itu. Jadi kalau isi soal UN itu > asing atau sangat berbeda dengan test-test semesteran di sekolah, maka > jangan harap kalau para siswa bisa lulus UN! > > Kalau yg lulus UN = 100% maka analisa kemungkinannya adalah: > 1. Muridnya sangat pandai dan rajin > 2. Gurunya sangat kompeten dan professional > 3. Infrastruktur atau sarana pendidikannya sangat baik dan lengkap > 4. Soal-soal ujian UN sangat relevan dengan pelajaran yg pernah > diterima oleh para siswa > 5. Ujian UN itu mirip test-test semesteran di sekolah mereka, sehingga > para siswa itu dengan gampang menjawab tiap soal, lulus 100%! > > Kalau tingkat kelulusan UN itu diantara 0% dan 100%, maka jawaban > analisanya adalah diantara kedua kasus tersebt diatas. > > * Yang bikin bingung DIKNAS *adalah bilamana banyak murid yg lulus UMPTN, > namun tidak lulus UN, sehingga dilarang masuk Perguruan Tinggi. Mana yg > lebih penting, lulus UN atau lulus UMTN untuk boleh masuk ke Perguruan > Tinggi?? > > Kesimpulannya: UN hanyalah sebagai sampling penilaian mutu suatu > proses belajara-mengajar, sebab yg di-uji hanya 4-matapelajaran, > sehingga bukan alat penentu lulus-tidaknya seorang siswa dalam proses > belajar-mengajar selama 3-tahun. > > Lulus-tidaknya seseorang siswa hendaknya dilihat dari nilai Rapor tiap > tahun dan hasil ujian akhir tahun ke-3 dari tiap sekolah. Ini yg lebih > logis dan fair bagi para siswa. Saat ini yg jauh lebih penting bagi > para siswa adalah kejujuran, ketekunan bekerja, kedisplinan, dan hal- > hal yang menyangkut masalah moralitas yg lebih baik. > > Silahkan ditanggapi secara logis dan rasional agar bangsa Indonesia > dapat maju pesat menuju ke tercapainya cita-cita Kemerdekaan Indonesia: > masyarakat yg adil, makmur, aman dan sejahtera bagi segenap warganya. > > Wassalam, > S Roestam > http://wartaduniamaya.blogspot.com > ============================ > > ----Original Message---- > From: [email protected] > Date: 01/05/2010 5:58 > To: <[email protected]> > Subj: [Maju,Cerdas&Kompetitif] Re: Ujian Nasional Menyesatkan - > Heru Widiatmo > > --- In [email protected], mustafa tope <topemakas...@...> > wrote: > Re: [Maju,Cerdas&Kompetitif] Ujian Nasional Menyesatkan - Heru > Widiatmo > > Pak Badar, > > Menyimak pernyataan-pernyataan Pak Badar, sangat menarik bagi saya, > mungkin perlu diperjelas pernyataan Pak Badar di bawah ini apakah ini > hasil penelitian atau hanya asumsi karena sepertinya terlalu > mengeneralisasi: > > Seandainya UN tidak ada tentu akan lebih menyesatkan, bahkan > menyakitkan karena setiap daerah akan meluluskan siswanya 100%, kalau > sudah demikian mutu apa yang dapat kita ambil dari hasil pendidikan itu > nantinya. > > sedangkan ada UN saja mereka berusaha untuk mengakalinya, apalagi > kalau mereka sendiri yang menentukan, PASTI TIDAK PERLU DIAKALI, KARENA > MEREKA BISA MELULUSKAN SEMAU MEREKA. > > > Salam kejelasan, > > Mustafa (Tope) > 08124207707 > > + Kalau dilihat dari alur logikanya maka maksud Pak Badar adalah bahwa > sekarang ini untuk bisa lulus UN PERLU DIAKALI KARENA MEREKA TIDAK BISA > MELULUSKAN SEMAU MEREKA. > > Salam > Satria > > > > > > -- > Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta > kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan > akhirat. > > Info pengelolaan milis Indonesia next better : > http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt >
