Aburizal Berwenang Panggil Menteri  
RABU, 12 MEI 2010 | 06:34 WIB
Besar Kecil Normal

 
Aburizal Bakrie/Tempo


TEMPO Interaktif, Jakarta - Mekanisme kerja dalam Sekretariat Gabungan Partai 
Koalisi, yang dibentuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ternyata bisa 
memanggil menteri. Dalam mekanisme itu, menurut Sekretaris Jenderal Partai 
Golkar Idrus Marham, Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie sebagai ketua harian 
akan punya wewenang menghadirkan menteri dan anggota kabinet dalam rapat-rapat 
yang dipimpinnya.

Idrus kemarin menjelaskan, akan ada tiga jenis rapat yang digelar forum koalisi 
ini. Pertama, rapat umum, dipimpin langsung oleh ketua koalisi, yakni Presiden 
Yudhoyono. Dalam pertemuan ini Presiden akan menyampaikan gagasan-gagasan 
penting dan strategis tentang Indonesia.

Kedua, rapat yang dipimpin ketua harian. Mereka yang hadir adalah pimpinan 
partai koalisi dan para ketua fraksi mereka di Dewan Perwakilan Rakyat. Dalam 
rapat inilah Aburizal bisa meminta kehadiran menteri-menteri tertentu dalam 
kaitan dengan kebijakan yang dibahas. "Tentu atas izin Presiden," kata Idrus 
Marham di gedung DPR kemarin.

Adapun jenis rapat ketiga, sifatnya lebih operasional dan ke bawah. "Ini 
dipimpin sekretaris,” ujar Idrus. Posisi itu saat ini dipegang oleh Syarief 
Hasan, politikus Partai Demokrat yang juga menjabat Menteri Koperasi dan Usaha 
Kecil-Menengah. Idrus menambahkan, aturan main dalam Sekretariat Gabungan sudah 
disusun sebelum organisasi ini bekerja pekan depan. 

Wakil Ketua Komisi XI dari Fraksi Demokrat, Achsanul Qosasih, menjelaskan,
nantinya tak akan ada batasan bagi partai koalisi untuk menentukan arah 
kebijakan pemerintah. "Kebijakan tidak harus dari Demokrat ataupun Presiden. 
Semua pihak yang dianggap layak bisa menentukan kebijakan pemerintah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Sekretariat Gabungan nantinya bertugas merumuskan hal-hal 
penting yang bisa menjadi masukan buat pemerintah. “Fungsi sekretariat ini 
sebagai lembagathink tank, penyeimbang kebijakan pemerintah, dan penyeimbang 
antarkoalisi,” kata Achsanul.

Sekretariat ini juga bertujuan menyamakan sikap partai koalisi dalam menilai 
suatu isu sentral. "Cara mengkritisi boleh beda, tetapi sikapnya sama," kata 
Achsanul.

Meski begitu, ia menampik kekhawatiran tentang ancaman yang akan datang akibat 
besarnya kewenangan yang dipegang Aburizal. "Tugasnya bukan pengambil 
keputusan. Dia tetap harus melaporkan semuanya kepada ketua umum, dalam hal ini 
Presiden Yudhoyono," ujar Achsanul.

Wakil Ketua Partai Golkar Agung Laksono pun membantah pandangan bahwa posisi 
Aburizal akan lebih kuat dari Wakil Presiden Boediono. "Itu mencari-cari 
sensasi saja," katanya setelah menghadiri rapat paripurna kabinet di kantor 
kepresidenan kemarin.

Menurut Agung, meski ditunjuk sebagai ketua harian, tak akan ada kekuasaan 
eksekutif yang dibagi kepada Aburizal. "Tidak ada pelimpahan kekuasaan, hanya 
pembagian tugas." 

MUNAWWAROH | RENNY FITRIA | DWI RIYANTO


      

Kirim email ke