Dari milist tetangga dekat
di milis qbers ini orang2nya masih normal, nggak seperti milis tetangga yang mengatasnamakan alumni itu, ndak ada topik itu disinggung2 :) Mungkin takut pak ketua tersungging karena tersingkirkan ya rekan2 ?
Berikut tanggapan saya atas hal2 yang terjadi beberapa waktu terakhir ini : Terima kasih *Grebek Teroris : Pengalih Isu Negara Bobrok *http://blog.mukhlason.com Hebatnya negeri ini. Banyak peristiwa penting yang menjadi catatan hitam dalam perjalanan negeri ini menuju kedewasaannya. Sayangnya hal-hal tersebut dikaburkan dengan berbagai pengalihan yang tidak bertanggung jawab. Berikut ini beberapa momen penting yang cukup krusial : 1. Kasus aliran dana bailout bank Century : dialihkan dengan digesernya Sri Mulyani ke Bank Dunia, berharap tekanan dari parpol yang memilih opsi C menjadi berkurang. Sri Mulyani pun menjadi patah arang dengan mengungkapkan curhat ke bawahannya, supaya tidak mengorbankan anak buah yang profesional. Genderang perang sudah ditabuh. 2. Kembalinya Golkar ke pusat kekuasaan dengan menjungkirbalikkan logika politik dan “demokrasi” yang sudah susah payah dibangun. Hegemoni kekuasaan yang sempat tumbang ketika reformasi sekarang sudah tergenggam lagi di tangan, dengan cara apapun diperolehnya. Imbasnya Wapres jadi tersingkir. 3. Dari poin 2 tersebut dilakukan pembungkaman dan pengalihan isu untuk kasus nomor 1, ini dari pernyataan Prio Budi Santoso yang mengatakan tidak melanjutkan proses politik dalam kasus Century. 4. Polisi semakin terbuka borok-boroknya bersama dengan kejaksaan dan kehakiman dengan banyaknya kasus yang terbuka pada waktu Susno 2G membuat kesaksian-kesaksian. Banyak pihak terutama petinggi dan mantan petinggi semakin terbakar dan terkuak aib korupsi dan suapnya. Akibatnya Susno ditahan untuk tidak membuat blunder yang akan membuka borok-borok tersebut semakin luas dan dalam. Apalagi Susno sehari sebelum ditahan membuat pengakuan ada skandal pajak senilai 250 Trilyun yang jauh lebih besar dibandingkan kasus Gayus. Dari semua poin di atas, dicoba dialihkanlah kebusukan-kebusukan tersebut dengan mencoba mengangkat isu basi tentang terorisme, teroris yang digerebek dalam waktu seminggu berturut-turut dan sudah mencapai jumlah 22 orang atau bahkan lebih. Bahkan yang lima orang sudah meninggal. Memang perhatian media sedikit banyak agak terbiaskan ke isu terorisme tersebut, namun semakin ke sini masyarakat makin cerdas, bahwa isu-isu murahan tersebut tidak akan dapat membelokkan hal-hal yang esensial. Maka, selayaknya kita kawal isu-isu sentral, bahwa penyelenggara negara terutama pucuk-pucuk pimpinan tertinggi sudah membuka pintu blunder untuk memperkosa amanah rakyat yang selama ini sudah diberikan melalui media pemilihan umum. Lalu, apakah kita akan diam saja ? On 5/13/10, Ardian Asmar <[email protected]> wrote: > > QBers, > > kami hanya punya 1 pertanyaan: Kalau kebijakan pemerintahan di "govern" > oleh Setgab lalu apa gunanya PILPRES kemarin yang mahal itu?? > > Kami pribadi semakin sepakat dengan puisi Noorca M. Massardi...Indonesia > memang "Negeri Para Bedebah"....astaghfirullah hal adzim, kami berlindung > kepada Allah SWT semata. > > > -- m ari mukhlason -- [email protected] YM : [email protected] http://blog.mukhlason.com http://aerospaceITB.wordpress.com Regrds, Paijo -----Original Message----- From: Mukhlason <[email protected]> Date: Thu, 13 May 2010 14:14:14 To: QB-Milis<[email protected]> Subject: Re: [QBmember] Perdana Mentri Indonesia yg baru. _______________________________________________ Untuk unsubscribe : kirim email kosong ke [email protected] dengan subject "unsubscribe"
