Makanya , BUMN itu dibubarkan saja ,
berikan ke swasta "asli Indonesia" dan tidak boleh ada 'capital fly out'
selama menjadi BUMN , pasti ada 'political touch' yg selalu mengikuti
makanya gak pernah effisien itu BUMN ..
urusan nya capital fly in and out khan pengawasan BI , lha BI nya juga
memble , ngurusi satu bank
kecil macam century aja gak bisa ?
gimana mau kontrol capital fly in and out ?
soal bahan baku , masih banyak bahan baku di Indonesia (raw material)
masalahnya BUMN-BUMN macam Krakatau steel tidak pernah explorasi dan
exploitasi ,
Telkom berubah ? itu karena Indosat dijual ke asing dan value nya menjadi
puluhan kali lipat dibanding sejak sebelum dijual , cuma salahnya dijual
nya ke 'asing' bukan ke 'orang indonesia asli' ...
revenue terbesar Telkom adalah dari Telkomsel , kalau Telkomsel dipisah
dari induknya (Telkom) niscaya langsung ancur :-)
coba saja analisis dari sini
http://www.telkom.co.id/hubungan-investor/laporan-laporan/laporan-keuangan/
:-)
Saat ini , Telkom sdh mulai keteter sama Indosat dan anak perusahaan nya ,
salah satu yg menanng tender USO adalah Lintas Artha , anak perusahaan
Indosat , bukan Telkom ,,,,why ? dan banyak pengguna jaringan baik
pemerintah maupun swasta mulai beralih ke Indosat group , Why ? ...
On Fri, 14 May 2010, [email protected] wrote:
Hidup Neolib:).
-Irsal
The true sign of intelligence is not knowledge, but imagination.
#Albert Einstein
-----Original Message-----
From: goenarso goenoprawiro <[email protected]>
Date: Fri, 14 May 2010 15:44:03
To: bisnis mailist<[email protected]>; Venture Capital<[email protected]>; Alumni
Teladan<[email protected]>; indonesia entrepreneur<[email protected]>; milist
indonesia<[email protected]>; renewable energy<[email protected]>; asosiai desain
grafis<[email protected]>; sanbima xibmer<[email protected]>; mailist
mantanIBM<[email protected]>
Subject: [indonesia] Kenapa BUMN merugi & bangkrut - Sharing Pidato saya saat
pengunduran diri pada RUPSLB
Ibu dan Bapak,
Sharing tulisan bagus dari mailist tetangga,
Goenarso
----- Pesan Diteruskan ----
Dari: Triharyo Soesilo <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Kam, 13 Mei, 2010 22:25:03
Judul: [itb77] Kenapa BUMN merugi & bangkrut - Sharing Pidato saya saat
pengunduran diri pada RUPSLB
Pada hari Rabu 12 Mei, 2010, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
(RUPSLB) telah menyetujui pengunduran diri saya sebagai Direktur Utama PT
Rekayasa Industri. Saya kebetulan diberi kesempatan untuk menyampaikan kesan
dan pesan. Berikut ini saya “share” pidato saya pada acara tersebut
dengan doa mudah-mudahan ada manfaatnya bagi rekan-rekan yang ingin membacanya.
Ass wr wb
Pertama-tama marilah kita memanjatkan puji syukur
Alhamdulilah kepada Allah SWT, karena pagi hari ini kita diberikan nikmat
kesehatan olehNya untuk bisa menghadiri sebuah acara yang sangat luar biasa
ini.
Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas persetujuan
bapak-bapak pemegang saham atas pengunduran diri saya. Dalam kesempatan yang
sangat indah ini, izinkanlah saya menyampaikan “sharing” saya tentang penugasan
yang telah diamanahkan oleh bapak-bapak pemegang saham
kepada saya, untuk ikut mengelola PT Rekayasa Industri selama hampir 5,5 tahun
sebagai Dirut dan hampir 10 tahun sebagai Direksi.
Sebut saja, ini adalah thesis saya.
Diantara banyak BUMN yang mengalami kesulitan, kerugian dan bahkan
kebangkrutan, kita semua patut bersyukur bahwa PT Rekayasa Industri justru
dalam 5 tahun terakhir ini, bisa tumbuh pendapatannnya 6x lipat dari Rp 500
milyard per tahun ke Rp 3 triliun per tahun, asetnya-pun bisa meningkat 2x
lipat menjadi sekitar Rp 1,7 Trilliun. Dimana pencapaian tersebut diperoleh
dengan jumlah karyawan yang justru menurun jumlahnya dari 1200 ke 1000 orang.
Setelah saya pelajari secara seksama, ternyata ada 3 (tiga) alasan
kenapa BUMN-BUMN di Indonesia, mengalami kemunduran dan bahkan kebangkrutan.
Alhamdulilah ketiga alasan tersebut dapat diatasi secara bersama-sama dan
berkat kerja keras seluruh jajaran PT Rekayasa Industri baik Dewan komisarisnya,
Dewan Direksinya maupun seluruh karyawan. Inilah rahasia-rahasianya dan juga
kiat-kiat kami. Mudah-mudahan dari “sharing” ini bisa dipetik sari
pengalamannya oleh BUMN-BUMN ataupun perusahaan-perusahaan lainnya di Indonesia
.
Alasan pertama banyak BUMN bangkrut adalah karena hilangnya atau habisnya bahan
baku . Contoh-contohnya
antara lain PT Asean Aceh Fertilizer, PT Iglas, PT Soda Waru, PT Kertas Kraft
Aceh, PT Sandang, PT Basuki rachmat dan sangat banyak lagi. Cukup lama saya
memikirkan tentang apa sebenarnya bahan baku
PT Rekayasa Industri. Karena mengerti tentang ketergantungan bahan baku dan juga mengupayakan
ketersediannya, merupakan kunci bagi kesuksesan sebuah perseroan. Ternyata
setelah saya renung-renungkan, bahan baku sebuah perusahaan Engineering,
Procurement, Construction (EPC) seperti PT Rekayasa Industri ini adalah
“experience list” atau
pengalaman proyek sejenis. Tanpa experience
list, kita tidak mungkin bisa lulus prakualifikasi untuk ikut tender.
Jadi salah satu rahasia kami adalah ”Partnership
management”. Bagaimana kami bisa memperoleh partner atau mitra
paling kompetitif, yang memiliki experience
list, sehingga kami bisa ikut tender, adalah salah satu kunci dari
perusahaan ini. Kami menganggap hubungan dengan partner, adalah bagaikan
hubungan suami dan istri, saling jujur, saling terbuka, saling mengetahui peran
masing-masing, saling mengerti kelemahan serta kekuatan masing-masing dan
tentunya dengan mengandalkan cinta kasih. Sifat-sifat setia dan loyal, tidak
mudah selingkuh dan tidak mudah berganti-ganti pasangan adalah sifat-sifat yang
kami kembangkan dengan partner kami.
Bapak-bapak para wakil pemegang saham, kami laporkan dengan kiat-kiat
tersebut, saat ini bila ada proyek baru di Indonesia , kami justru sulit
menolak-nolak partner yang ingin bermitra dengan kami. Karena hampir semua
perusahaan-perusahaan asing tersebut, pilihan pertamanya adalah ingin bermitra
dengan kami.
Alasan kedua kenapa
banyak BUMN mengalami kesulitan, merugi dan bahkan bangkrut, karena mereka
tidak bisa mengubah dirinya dari bisnis yang sebenarnya “diberi oleh
pemerintah”, ke bisnis yang berdasarkan persaingan bebas. Banyak
BUMN-BUMN yang seperti ini, contohnya PT Peruri, PT Balai Pustaka, PT Inhutani,
PT Sang Hyang seri, PT Inhutani, PT Pertani, PT Pos Indonesia, PT Koja Bahari,
PT
Dirgantara Indonesia, PT PAL dll.
Bapak-bapak para wakil pemegang saham, rahasia kedua kenapa kami dapat
tumbuh berlipat-lipat selama beberapa tahun terakhir ini adalah dengan cara
meniru kiat PT Telkom. Kami tidak merasa malu untuk mengatakannya, karena kami
rasa meniru dari contoh yang baik adalah wajib hukumnya. PT Telkom adalah
sebuah BUMN yang mampu mengubah dirinya, dari perusahaan yang tadinya sangat
tergantung pada bisnis telpon fixed line, kemudian bertransformasi ke bisnis
seluler. Dengan kiat-kiat “customer
centric organization” dan melalui pembentukan organisasi cluster yang terdiri
dari business management, program management, dan
technology management, PT Rekayasa Industri akhirnya bisa melepaskan
diri dari ketergantungan proyek pupuk yang notabene di masa lampau adalah
”pemberian oleh pemerintah”. Kami berpindah ke bisnis yang lebih
berdasarkan pemenangan proyek-proyek, melalui persaingan terbuka. Kami memasuki
dan akhirnya mendominasi bisnis panas bumi, bisnis kilang minyak, bisnis gas,
dan saat ini memulai bisnis pengolahan bahan tambang dan juga bisnis lepas laut
(offshore). Client-client kamipun
sudah tidak hanya di Indonesia
namun sudah melebar ke mancanegara, seperti ke Brunei
dan Australia .
Alasan ketiga banyak BUMN yang merugi dan bahkan bangkrut adalah karena mereka
tidak
mengembangkan sumber daya manusianya dengan berdasarkan basis kompetensi atau
di kami, lebih dikenal dengan istilah ”Remunerasi
berdasarkan Merit” dan juga berdasarkan rekam jejak atau track record”.
Bapak-bapak para wakil pemegang saham, banyak BUMN yang berkali-kali
mencanangkan dalam vision statementnya, ingin ”menjadi perusahaan kelas
dunia”. Namun setelah saya pelajari secara rinci, umumnya mereka banyak
yang mengalami kegagalan. Salah satu alasan kenapa mereka gagal adalah, karena
perusahaan-perusahaan tersebut ternyata tidak bisa menaikan gaji karyawannya ke
standard gaji kelas dunia. Tanpa peningkatan gaji karyawan ke standard
perusahaan
kelas dunia, tidak mungkin perusahaan tersebut akan menjadi perusahaan kelas
dunia. Kami laporkan bahwa karyawan PT Rekayasa Industri, saat ini telah
ditingkatkan gajinya dan pendapatannya selama 5 tahun terakhir sebanyak hampir
3x lipat. Andaikan saja di tahun 2009 tidak terjadi krisis, mungkin gaji
karyawan kami bisa naik 4x lipat sejak tahun 2005. Saat ini kami memang baru
bisa menyaingi pendapatan karyawan perusahaan minyak asing yang berada di
Indonesia .
Salah satu rahasia kunci kami dalam bagaimana meningkatkan gaji ini,
adalah peningkatan paket remunerasi yang dilakukan dan diupayakan
se-tepat-tepatnya. Peningkatan remunerasi ini terus
menerus kami upayakan untuk diberikan kepada mereka-mereka yang justru memang
betul-betul berprestasi. Inilah rahasianya. Untuk melakukan ini, banyak sekali
kiat-kiat yang telah dilakukan oleh seluruh jajaran PT Rekayasa Industri,
seperti menyusun penentuan tingkatan gaji berdasarkan kuantitatif bukan
kualitatif, sistem tingkatan gaji
yang berdasarkan penilaian karya maupun merit (rekam jejak), bonus sistem yang
berdasarkan kinerja kelompok, sistem insentif milestone, sistem insentif
penghematan yang berdasarkan kinerja proyek dlsb.
Demikianlah beberapa kiat-kiat kunci yang telah
dikembangkan dan dilakukan oleh jajaran PT Rekayasa Industri selama 5,5 tahun
terakhir. Namun diantara berbagai kiat-kiat yang telah dilakukan ini,
izinkanlah saya memohon maaf yang sebesar-besarnya, karena ada juga beberapa
upaya-upaya yang belum berhasil kami capai. Secara spesifik ada 3(tiga) hal
yang belum bisa kami lakukan selama masa bakti kami.
Salah satunya adalah bahwa kami belum berhasil untuk
menjadikan perusahaan ini menjadi sebuah perusahaan publik. Saya sangat yakin
seyakin-yakinnya bahwa BUMN yang menjadi perusahaan publik akan tumbuh besar
dan berkembang. Lihatlah PT Semen Gresik, PT Telkom, PT Aneka Tambang, PT PGN,
PT Bank Mandiri, PT BNI dan banyak lagi. Sayang sekali sewaktu kami sedang
gigih-gigihnya ingin Initial Public Offering (IPO), kondisi perekonomian dunia
tiba-tiba memburuk dengan sangat pesat,
sehingga kami kehilangan momentum. Persiapan-persiapan yang telah dilakukan di
tahun 2008, Insya Allah sangat mudah diaktifkan kembali, bila kondisi pasar
bisnis
EPC sudah semakin membaik.
Hal kedua yang belum bisa kami lakukan selama 5(lima)
tahun terakhir ini adalah melakukan investasi yang baik, sehingga perseroan
belum bisa memperoleh pendapatan tetap (fixed
income) yang rutin. Pengembangan investasi ini, perlu kami upayakan
mengingat bisnis EPC yang naik turun, sedangkan keperluan untuk me-”retain”
(menjaga dan
mempetahankan) karyawan yang baik-baik sifatnya tetap pengeluaran biayanya.
Namun
kami laporkan bahwa fondasi-fondasinya sudah ada.
Hal terakhir, yang belum bisa kami lakukan selama 5
(lima) tahun terakhir ini dan merupakan penyakit mendasar di hampir semua BUMN,
adalah merubah karyawan PT Rekayasa Industri menjadi ”economic animals” untuk
perusahaan. Kami belum bisa menemukan kiat-kiat yang tepat dimana
karyawan perusahaan ini, selain menjadi umat beragama yang berbakti kepada
Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT, dan juga insan masyarakat yang santun dan
berbudaya,
namun bisa berusaha sekeras-kerasnya dalam mencari keuntungan yang luar biasa
besarnya bagi perusahaan. Saya kira pertumbuhan net profit perseroan selama
tahun-tahun terakhir, yang masih kurang menggembirakan, mencerminkan hal ini.
Demikian kesan dan pesan kami untuk hal-hal yang
mungkin perlu untuk diteruskan dan tentunya diperbaiki oleh pengelola PT
Rekayasa Industri di masa-masa mendatang.
Sebelum saya menutup, saya ingin sedikit menyampaikan
bahwa Pemerintah telah memberikan amanah kepada saya menjadi salah satu dari 7
(tujuh) dewan komisaris PT Pertamina (persero). Menurut bapak Menteri ESDM,
Presiden telah memilih dengan teliti dan sangat seksama, dari banyak sekali
kandidat. Pilihan 7 (tujuh) orang tersebut jatuh pada seorang mantan menteri
BUMN yang mengerti tentang korporasi dan bisnis migas, 2 (dua) orang mantan
Sekjen ESDM yang sangat mengerti tentang kebijakan Migas, 2 (dua) orang Dirjen
aktif yang terkait ke Pertamina yaitu Dirjen Anggaran dan Dirjen ESDM, seorang
Jendral militer dan seorang insinyur praktisi.
Sebagai keluarga besar PT Pupuk Sriwidjaja, dan
tentunya keluarga besar BUMN, rasanya kita patut bersyukur bahwa Presiden
memilih satu-satunya praktisi sebagai dewan komisaris Pertamina, dari PT
Rekayasa Industri dan juga dari anggota keluarga besar Pupuk. Presiden tidak
memilih kandidat dari dalam Pertamina. Presiden tidak memilih dari perusahaan
swasta. Presiden-pun tidak
memilih kandidat dari perusahaan minyak asing. Ini tentunya sebuah penghargaan
dan apresiasi Presiden, bukan kepada saya,
tetapi kepada prestasi seluruh jajaran PT Rekayasa Industri, yang selama ini
banyak sekali membangun kilang-kilang dan karya-karya bagi PT Pertamina maupun
bagi bangsa ini. Setahu saya, inilah juga untuk pertama kalinya, seorang wakil
dari keluarga besar Pupuk, ditugaskan menjadi komisaris di PT Pertamina.
Tentunya saya sangat yakin, Presiden mempertimbangkan dengan cermat, bahwa
penugasan ini terkait dengan upaya-upaya pengaliran gas alam milik Pertamina
kepada industri Pupuk. Harapannya, salah satu permasalahan utama bangsa ini,
yaitu pasokan pupuk, dapat terpenuhi.
Akhir kata, izinkanlah saya mengucapkan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada bapak-bapak para pemegang saham atas bimbingannya,
pengarahannya, kerja samanya dan cinta kasihnya selama ini. Tidak lain kami
juga mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan-kesalahan yang mungkin
telah kami lakukan. Kami mendoakan semoga bapak-bapak para wakil pemegang saham
terus menerus mendapatkan berkah yang melimpah dari Allah SWT. Amien
Tentunya sebelum menutup kesan dan pesan ini, kami sangat
memohon kepada bapak para pemegang saham untuk memilih team management yang
rekam jejaknya sangat baik, dan juga mampu diterima oleh seluruh stakeholders
dengan baik. Saya ingin mengingatkan bahwa bisnis perusahaan ini adalah bisnis
berlandaskan kepercayaan.
Lebih kurangnya mohon maaf.
Wabil taufiq wal hidayah
Wass wr wb
���fڕ�]jV����i���)ޮ�z�����j'Z�)f��^�z%��z�Z��"�Ʋjxjy��������K�Ț���zh�y��j�jwn�&�jv��*ڴ�ߢ����h����)b��ݢw��������i��nnw�������z�ߊW��h���b��'zȚ�w��