Teroris ?

ah ha,... adakah cara lain untuk menjelekkan citra ummat islam?

mulai tahun 70-an.

gerakan NII
gerakan Warsidi
gerakan komando jihad
gerakan imran
Gerakan Tanjung Priok
gerakan fundamentalis
gerakan teroris,..

sampai mau buat pengajian pun, mengundang penceramah harus meminta izin kepada 
sang pendzolim,.(LAKSUS)  itulah awal dari kehancuran bangsa ini,..
istilah apa lagi kedepan yang akan dipikulnya untuk beban politik ummat islam 
di Indonesia ini?

semua istilah bisa digunakan,.. yang penting tujuannya "" hancurkan kekuatan 
ummat Islam dengan demikian kekuatan Bangsa ini akan selalu tercerai berai dan 
tidak akan pernah hidup mandiri" 

Indonesia mandiri ? wow menakutkan,... 
Indonesia bangkrut ? itulah yang diharapkan.
Indonesia tercerai berai ? itulah yang diidamkan

Nanti kalau indonesia perang,.. maka kalimat dari para pemimpin kita untuk 
memanfaatkan kekuatan ummat Islam akan berseru "ALLAHU AKBAR", dengan alasan 
membela tanah air adalah jihad,.dst-dst.

HANCURKAN UMMAT ISLAM INDONESIA dengan berbagai cara,..sehingga tidak berdaya.
mumpung ada pembiayaan gratis dari negara luar untuk pelatihan anti 
terorisme,.dst-dst.
Siap-siaplah ummat islam yang tak sepaham dengan keinginan negara-negara 
tertentu untuk menanggung derita akibat pendzoliman.

JANGAN LUPA ISLAM MENGAJARKAN UNTUK ISTIQOMAH TERHADAP KEBENARAN : BUAT SAJA 
KASUS_KASUS  YANG MEMBUAT UMMAT ISLAM MARAH (PROVOKASI TERUS),..ssehingga 
negara Indonesia tak akan pernah nyaman,.aman,.. dst,.dst nya.

Itulah imajinasi saya tentang terorisme di Indonesia,..

Salam,.






________________________________
Dari: Paijo <[email protected]>
Kepada: QB-Milis <[email protected]>; IA ITB for INDONESIA 
<[email protected]>
Terkirim: Jum, 14 Mei, 2010 11:58:12
Judul: [indonesia] Re: [QBmember] Jedah "Terrorist"+ "Iklan" di TV... Mau 
jadianggotaklub "The New Emerging Emerging Economies" melaluiera"Petrus" dan 
"Sukabumi".


Bapaks,

Sebenarnya semua ini kembali kepada diri masing2. Yang jelas, apa yang 
dikatakan Islam kafa, Islam yang sebenarnya berdasarkan Quran dan Sunnah 
(tuntunan Rasulullah saw) itu hidup harus penuh kasih sayang terhadap sesama, 
kasih sayang thd mahluk lain dan lingkungan alam.  (rahmattan lil alamin).  
Dalam Islam juga tidak diajarkan untuk memerangi non Islam, kecuali mereka 
memang memerangi sebagaimana yg dicontohkan Rosul.  Disini Islam itu tidak 
ajaran terorisme.  Itulah terhadap diri saja juga tidak boleh mendzolomi diri 
sendiri dan tidak adil pada diri sendiri, sebagai contoh hal ini tidak boleh 
makan  makanan yang berlebih-lebihan.. Masing2 harus adil bisa jaga diri bahwa 
selain dirinya makan hrs sesuai dg kondisi/ kapasitas tubuh, juga bisa mengatur 
waktu kapan tubuh hrs istirahat dsb. Kalo tidak tapi senengnya makan makanan 
yang enak2 asal masuk di mulut dan tak perdulikan pada perut sudah buncit. yah 
tau akibat.. Akhirnya penyakitan seperti asam
 urat, kolesterol berlebih, stroke, jantung kemudian ada yang langsung mati 
tapi ada juga yang sakit terus-menerus tidak mati2 yang selain dirinya susah, 
juga menyusahkan orang lain, akhirnya mati juga. Terhadap yg dekat yaitu diri 
sendiri saja tidak boleh dzolim apalagi yang jauh terhadap orang lain.  Itulah 
gambaran Islam yg sebenar-benarnya Islam, sebagai moslem.  Semua sadar bhw 
semua ini milik Sang Khaliq, termauk surga pun milik Allah, jadi Yang 
Menentukan Masuk tidaknya ke syurga itu bukan manusia tapi Allah, yang terkait 
oleh perbuatan manusia masing2 sesuai ridlo-Nya atau tidak ?. 

Yang menentukan orang sesudah mati nanti bisa masuk syurga itu bukan perlakuan 
hidup berdasarkan ajaran justifikasi manusia sendiri tapi semua hasil 
perlakukan semasa hidup berdasarkan ajaran benar,  Quran dan Sunnah. 

Semua itu kembali masing2, begitu pula apabila seseorang mau menerima uang atau 
harta dari orang lain tanpa menelusuri atas keterkaitan yg lain.  Kenapa orang 
lain tersebut memberi uang, atau juga bila membuat laporan pengeluaran uang 
palsu, yang semua dianggap syah2 saja dengan mengatur menurut aturan sendiri. 
Dgn justifikasi aturan yang ada, peraturan dibuat untuk kepentingan diri 
sendiri. Inilah sebenarnya sadar atau tidak adalah sudah mendzolomi orang lain, 
bahkan bila sudah skala besar apa yang dikenal sekarang"korupsi" adalah 
sebenarnya membunuh sudah bangsa sendiri secara pelan2. Semua sudah komulatif 
maka berdampak besar thd eksistensi suatu bangsa, rakyat....  Rakyat miskin.. 
Banyak rakyat menjadi benar2 miskin. Fakir yang mendekatkan kepada fasik, 
akhirnya mereka semua menjadikan fakir,  tdk memperdulikan benar atau salah 
jalan saja, yang penting kebutuhan hidup (the basic needs) bisa terpenuhi. 
Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan, begitu
 pula korupsi itu juga sebenarnya lebih dzolim daripada mendzolimi diri sendiri.

Kalo jaman dahulu, penjajahan oleh asing lebih mudah berjuang bagaimana 
mengusir penjajahan asing, tapi jaman sekarang, bila penjajahan oleh bangsanya 
sendiri telah ada maka mengusir bangsa sendiri itu lebih sulit. Dan dilihat 
bangsa lain pun tidak pantas, bahkan bisa menjadikan ladang keuntungan bangsa2 
asing. 

"Segala apa yang benar akan terbukti benar dan apa2 yang salah akan 
diperlihatkan salah. Kini tinggal tunggu waktu saja".  

Semoga bermanfaat.


Regrds,

Paijoêå¢fÚ•¨]jV¦‘ªòi·«²)Þ®­z¶©‘©äj'Z†)f»û^’z%¢¬z»Z‘«"†Æ²jxjyš�öš¶éíºKŠÈš•©�zh¤y¶¡jšjwnž&�jv¤†*Ú´‰ß¢—§�éh•¦§š)b°‰Ý¢w¬‰©ÞÆÖ޶׫†Ûiÿúnnw±µ·­µêçzßߊW¬þh¥ŠËb�Ú'zÈšŠwè·

Kirim email ke