Bapaks, Sebenarnya semua ini kembali kepada diri masing2. Yang jelas, apa yang dikatakan Islam kafa, Islam yang sebenarnya berdasarkan Quran dan Sunnah (tuntunan Rasulullah saw) itu hidup harus penuh kasih sayang terhadap sesama, kasih sayang thd mahluk lain dan lingkungan alam. (rahmattan lil alamin). Dalam Islam juga tidak diajarkan untuk memerangi non Islam, kecuali mereka memang memerangi sebagaimana yg dicontohkan Rosul. Disini Islam itu tidak ajaran terorisme. Itulah terhadap diri saja juga tidak boleh mendzolomi diri sendiri dan tidak adil pada diri sendiri, sebagai contoh hal ini tidak boleh makan makanan yang berlebih-lebihan.. Masing2 harus adil bisa jaga diri bahwa selain dirinya makan hrs sesuai dg kondisi/ kapasitas tubuh, juga bisa mengatur waktu kapan tubuh hrs istirahat dsb. Kalo tidak tapi senengnya makan makanan yang enak2 asal masuk di mulut dan tak perdulikan pada perut sudah buncit. yah tau akibat.. Akhirnya penyakitan seperti asam urat, kolesterol berlebih, stroke, jantung kemudian ada yang langsung mati tapi ada juga yang sakit terus-menerus tidak mati2 yang selain dirinya susah, juga menyusahkan orang lain, akhirnya mati juga. Terhadap yg dekat yaitu diri sendiri saja tidak boleh dzolim apalagi yang jauh terhadap orang lain. Itulah gambaran Islam yg sebenar-benarnya Islam, sebagai moslem. Semua sadar bhw semua ini milik Sang Khaliq, termauk surga pun milik Allah, jadi Yang Menentukan Masuk tidaknya ke syurga itu bukan manusia tapi Allah, yang terkait oleh perbuatan manusia masing2 sesuai ridlo-Nya atau tidak ?.
Yang menentukan orang sesudah mati nanti bisa masuk syurga itu bukan perlakuan hidup berdasarkan ajaran justifikasi manusia sendiri tapi semua hasil perlakukan semasa hidup berdasarkan ajaran benar, Quran dan Sunnah. Semua itu kembali masing2, begitu pula apabila seseorang mau menerima uang atau harta dari orang lain tanpa menelusuri atas keterkaitan yg lain. Kenapa orang lain tersebut memberi uang, atau juga bila membuat laporan pengeluaran uang palsu, yang semua dianggap syah2 saja dengan mengatur menurut aturan sendiri. Dgn justifikasi aturan yang ada, peraturan dibuat untuk kepentingan diri sendiri. Inilah sebenarnya sadar atau tidak adalah sudah mendzolomi orang lain, bahkan bila sudah skala besar apa yang dikenal sekarang"korupsi" adalah sebenarnya membunuh sudah bangsa sendiri secara pelan2. Semua sudah komulatif maka berdampak besar thd eksistensi suatu bangsa, rakyat.... Rakyat miskin.. Banyak rakyat menjadi benar2 miskin. Fakir yang mendekatkan kepada fasik, akhirnya mereka semua menjadikan fakir, tdk memperdulikan benar atau salah jalan saja, yang penting kebutuhan hidup (the basic needs) bisa terpenuhi. Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan, begitu pula korupsi itu juga sebenarnya lebih dzolim daripada mendzolimi diri sendiri. Kalo jaman dahulu, penjajahan oleh asing lebih mudah berjuang bagaimana mengusir penjajahan asing, tapi jaman sekarang, bila penjajahan oleh bangsanya sendiri telah ada maka mengusir bangsa sendiri itu lebih sulit. Dan dilihat bangsa lain pun tidak pantas, bahkan bisa menjadikan ladang keuntungan bangsa2 asing. "Segala apa yang benar akan terbukti benar dan apa2 yang salah akan diperlihatkan salah. Kini tinggal tunggu waktu saja". Semoga bermanfaat. Regrds, Paijo
