no comment.


----- Forwarded Message ----
From: s.Rahardjo <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Sun, May 16, 2010 7:35:09 AM
Subject: RE: [Alumni Margoyudan123] Re: Bls: Alternatif Model Demokrasi

  
Mas, 
Kemarin kan sudah diperintah oleh "kerajaan" selama 33 tahun, 
rakyat relative lebih makmur dengan cara menggadaikan negara warisan moyang.

Dan ini berlanjut sampai sekarang, Cuma rakyatnya tambah mlarat 
Kalau dulu yang digadaikan baru negari sekarang ditambah negara.

Masalahnya sesungguhnya cuma sepele saja, 
jika rakyatnya makmur merata dengan pendapatan tinggi dengan masa depan
terjamin, everything will be ok.

Sekarang yang Ok sekitar 5-10%,  sisanya sebagian besar kesrakat dan sudah
itu disuruh bayar macem-macem untuk menambah gemuk yang 5% ini. 
Jaman Majapahit katanya rakyat bayar pajak tinggi nggak masalah, karena
pendapatannya tinggi. Sekarang bayar pajak tinggi (dan yang bayar tidak
merata) dengan pendapatan rendah, 
Kalau negari dan negara sudah habis digadaikan, ya akhirnya yang digenjot
pajak dari golongan 90%, sedang yang golongan 5-10% cincailah.

Marilah kita meningkatkan pendapatan perkapita dari golongan 90% ini.

Mung, piye ya carane?

SR

-----Original Message-----
From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Munadjad Iskandar
Sent: Saturday, May 15, 2010 8:11 PM
To: Soeharto Ss
Cc: Alumni Margoyudan
Subject: [Alumni Margoyudan123] Re: Bls: Alternatif Model Demokrasi

Mas Harto yang baik,

1.      Tepat sekali kita masih perlu kepemimpinan yang tegas (equal to
suppressive) al karena terlalu variatif dari agama, suku dan tingkat
pendidikan kita masih rendah.
2.      Perlu program jangka panjang dengan penekanan pada character
building cq. SDM yang produktif.
3.      Program jangka panjang diteruskan oleh pemimpin/generasi berikutnya,
sebagai ilustrasi perusahaan asing di Indonesia  atau di negara  mana saja
mempunyai long range planning, GM yang disini setiap 3 tahun ganti tetapi
program diteruskan. Tidak seperti pendidikan kita semenjak penguasaanTuan
Suharto, setiap ganti menteri kebijaksanaannya berubah.
4.      Pendidikan perlu overhaul mulai dari SD sd Universiti, ibarat pohon,
nomer satu yang harus diperkuat akarnya yaitu SD. Pendidikan baik,
distribusi pendapatan merata, Insya Allah rakyat kita sehat dan cerdas body
and soul! 

Bagaimana opini temans?
MI

________________________________

From: Soeharto Ss <[email protected]>
To: Munadjad Iskandar <[email protected]>
Sent: Sat, May 15, 2010 2:01:08 PM
Subject: Bls: Alternatif Model Demokrasi

Mas Is,
Dlm e-mail saya terdahulu, saya pernah bilang kalau Indonesia bisa maju
kalau pemerintahannya seperti kerajaan. Coba mulai dari Kerajaan Atlantis,
Sriwijaya, dan Majapahit, Indonesia begitu dominan dlm mempengaruhi
peradaban dunia dan menjadi bangsa yang menguasai wilayah dari Madagaskar
sampai Papua New Gunea. Bahkan budaya Indonesia masih juga terasa di Taiwan
Selatan, Philipina (kalau Mas Is berkunjung kesana) dan mempelajari beberapa
kata dlm Bahasa Tagalog atau Bahasa Formosa, ada padanan kata yang persis
sama dengan Bahasa Indonesia. Artinya pemerintahan seperti kerajaan ini
memiliki suatu Long - Range Strategic Planning ( Bung Karno pernah menyusun
Rencana Jangka Panjang Pembangunan Indonesia  30 Tahun) yang memuat Visi dan
Misi Indonesia mau dibawa kemana? Dan orang Indonesia kalau perlu harus
dipimpin dengan tangan besi, tetapi demi kemakmuran dan kemaslahatan rakyat.
Bukan seperti Orde Baru kemarin, 33 - tahun berkuasa tetapi untuk
kesejahteraan dan kekayaan keluarga Cendana dan kroni-kroninya.  Belanda
menguasai Indonesia selama 350 - tahun dengan tangan besi. 
Cina saja dengan The Beijing Consensus nya mampu berjaya, karena mereka
konsisten dengan Visi dan Misi yg telah digariskan oleh pemimpin terdahulu
(Mao Cze Dong dan Deng Xiao Ping) siapapun yang berkuasa. Lha kita, ganti
presiden ganti kebijakan dan rencana. Malahan pemerintahan selama reformasi
ini nggak punya Strategic Planning. Pada hal banyak orang pinter tetapi pada
keblinger. Yang dicari hanya harta, tahta dan wanita saja. 
Suatu pemerintahan seperti kerajaan, apakah itu demokrasi atau otokrasi,
tetapi konsisten thd Visi dan Misi (ada di UUD 45), yaitu menuju Indonesia
yang sejahtera, aman dan makmur, dan loh jinawi. Itu yang harus dijabarkan
dlm tiap 5- tahunan. Enggak perlu niru-niru demokrasi ala Amrik, wong
kondisi dan situasinya sangat-sangat berbeda. Rakyat kita masih banyak yang
terbelakang dan miskin (lebih dari 125 juta). Rakyat tahunya tersedia
sandang, papan, pangan dan pendidikan yang murah. Yang macem-macem itu kan
golongan menengah keatas yang ndak kebagian kursi/kekuasaan. Begitu dapat
kekuasaan pada ramai-ramai jadi perampok dan durjana menguras kekayaan tanah
air tanpa malu-malu.
Itu mas, Indonesia harus cari pemimpin yang tegas, berani, dan
memperjuangkan kepentingan rakyat menuju masyarakat sejahtera yang kita
cita-citakan. Bukan pemimpin lemah dan hanya ingin kekuasaan saja. Hd

________________________________

Dari: Munadjad Iskandar <[email protected]>
Kepada: Soeharto Ss <[email protected]>
Terkirim: Jum, 14 Mei, 2010 21:02:14
Judul: Fw: Alternatif Model Demokrasi

___

__._,_.___
Reply to sender | Reply to group | Reply via web post | Start a New Topic 
Messages in this topic (2) 
Recent Activity:  
Visit Your Group 
Saling percaya, Margoyudan maju bersama membangun bangsa.

Untuk bergabung, ketik email kosong ditujukan ke : 
[email protected] 

MARKETPLACE
Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the 
Yahoo! Toolbar now. 

________________________________
 
Get great advice about dogs and cats.  Visit the Dog & Cat Answers Center. 

________________________________
 
Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new 
interests. 
 
Switch to: Text-Only, Daily Digest • Unsubscribe • Terms of Use
. 

__,_._,___ 


      
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG - www.avg.com 
Version: 9.0.819 / Virus Database: 271.1.1/2874 - Release Date: 05/15/10 
01:26:00

Kirim email ke