Boleh jadi, di beberapa instansi, seseorang memang tidak boleh (terlihat) lebih 
cerdas dari atasan, karena bertentangan dengan paradigma ewuh-pakewuh, mikul 
dhuwur mendhem jero, dan toto tenterem kertoraharjo.

Salam,
CA

Source: 
http://m.detik.com/read/2010/05/31/124604/1366588/10/dokumen-intelijen-polri:-susno-cerdas-&-keras-dalam-membela-institusi

--begins--
Dokumen Intelijen Polri: Susno Cerdas & Keras Dalam Membela Institusi

Indra Subagja : detikNews

detikcom - Jakarta, Mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji dinilai paling 
layak menjadi Kapolri berdasarkan laporan dokumen intelijen Polri yang beredar. 
Disebutkan dalam dokumen, Susno dinilai memiliki kecerdasan dan bersikap keras 
dalam membela institusi Polri.

"Yang bersangkutan dikenal sebagai seorang yang cerdas, berwawasan luas di 
bidang hukum dan perundangan serta banyak menuliskan buku," tulis dokumen itu, 
Senin (31/5/2010).

Susno, dalam dokumen 5 halaman yang dibuat pada Oktober 2009 itu dituliskan 
juga memiliki loyalitas dan idealisme yang tinggi. "Dalam berbicara terkadang 
apa adanya dan keras, khususnya dalam membela institusi Polri dari serangan 
pihak tertentu," terang dokumen itu.

Susno merupakan tamatan Akpol 1977 dengan NRP 54070359, lahir di Pagar Alam, 
Sumbar pada 1 Juli 1954, memiliki seorang istri bernama Herawati dan 2 anak 
yakni Indira Tantri dan Deliana. Kehidupan keluarga Susno ditulis sederhana, 
harmonis, dan agamis.

Susno juga dinilai memiliki prestasi bagus saat menjabat Kapolda Jabar. Dia 
bisa melakukan pembenahan ke dalam, serta mampu melakukan koordinasi dengan 
Muspida, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh politik.

"Sehingga yang bersangkutan kemudian dipromosikan menjadi Kabareskrim Polri. 
Yang bersangkutan juga memiliki disiplin dalam menegakkan aturan dan banyak 
melakukan inovasi berkaitan dengan pengawasan dan pengendalian di lingkungan 
kerjanya," tulis dokumen itu.

Sebenarnya ada 4 nama jenderal lainnya yang dinilai layak menjadi Kapolri. 
Mereka yakni Komjen Pol Nanan Soekarna, Irjen Pol Timur Pradopo, Irjen Pol 
Oegroseno, dan Irjen Pol Imam Sudjarwo. Laporan mengenai perwira tinggi yang 
lain pun sebenarnya sama seperti Susno, penuh dengan pujian.

Namun terkait dokumen ini, pihak Baintelkam sudah membantahnya. Kabaintelkam 
Polri Irjen Pol Saleh Saaf menegaskan dokumen itu tidak benar dan tidak pernah 
ada.

"Baintelkam tidak pernah meranking calon Kapolri karena itu bukan proses 
Wanjakti di lingkungan Polri. Dan itu juga bukan tugas pokok Baintelkam," 
terang Saleh saat dihubungi detikcom.
--ends--
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Kirim email ke