Wah...
Kalau paradigma-2 ini penyebab orang tidak boleh (terlihat) lebih cerdas...
Jadi sepertinya memang ada "cultural deseases" di negeri Kab-AYAN itu...
Pantesan yang atas bisanya ngebodo-bodoin yang bawah aja...
Pantesan juga di balas Allah dengan dibodo-bodoin sama yang lebih atas
lagi...
Pantesan nga pernah bangkit-bangkit...

Ini tentunya lebih parah dari "deseases" yang menimpa salah satu suku yang
di claim ahli-ahli barat...
Karena deseseas tersebut hanya menimpa salah satu suku saja...
Kasihan si suku ybs, karena deseases nya pake embel-embel suku ybs...

Mudah-2an si Kang KabAYAN cepat sadar bahwa ternyata dia masih di zaman
jahiliyah (kebodohan)...
Lalu dia bangun dari mimpinya, dan bangkit...
Alhamdulillah...! (Puji Allah !)

Salam Z

2010/5/31 <[email protected]>

> Boleh jadi, di beberapa instansi, seseorang memang tidak boleh (terlihat)
> lebih cerdas dari atasan, karena bertentangan dengan paradigma ewuh-pakewuh,
> mikul dhuwur mendhem jero, dan toto tenterem kertoraharjo.
>
> Salam,
> CA
>
> Source:
> http://m.detik.com/read/2010/05/31/124604/1366588/10/dokumen-intelijen-polri:-susno-cerdas-&-keras-dalam-membela-institusi
>
> --begins--
> Dokumen Intelijen Polri: Susno Cerdas & Keras Dalam Membela Institusi
>
> Indra Subagja : detikNews
>
> detikcom - Jakarta, Mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji dinilai
> paling layak menjadi Kapolri berdasarkan laporan dokumen intelijen Polri
> yang beredar. Disebutkan dalam dokumen, Susno dinilai memiliki kecerdasan
> dan bersikap keras dalam membela institusi Polri.
>
> "Yang bersangkutan dikenal sebagai seorang yang cerdas, berwawasan luas di
> bidang hukum dan perundangan serta banyak menuliskan buku," tulis dokumen
> itu, Senin (31/5/2010).
>
> Susno, dalam dokumen 5 halaman yang dibuat pada Oktober 2009 itu dituliskan
> juga memiliki loyalitas dan idealisme yang tinggi. "Dalam berbicara
> terkadang apa adanya dan keras, khususnya dalam membela institusi Polri dari
> serangan pihak tertentu," terang dokumen itu.
>
> Susno merupakan tamatan Akpol 1977 dengan NRP 54070359, lahir di Pagar
> Alam, Sumbar pada 1 Juli 1954, memiliki seorang istri bernama Herawati dan 2
> anak yakni Indira Tantri dan Deliana. Kehidupan keluarga Susno ditulis
> sederhana, harmonis, dan agamis.
>
> Susno juga dinilai memiliki prestasi bagus saat menjabat Kapolda Jabar. Dia
> bisa melakukan pembenahan ke dalam, serta mampu melakukan koordinasi dengan
> Muspida, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh politik.
>
> "Sehingga yang bersangkutan kemudian dipromosikan menjadi Kabareskrim
> Polri. Yang bersangkutan juga memiliki disiplin dalam menegakkan aturan dan
> banyak melakukan inovasi berkaitan dengan pengawasan dan pengendalian di
> lingkungan kerjanya," tulis dokumen itu.
>
> Sebenarnya ada 4 nama jenderal lainnya yang dinilai layak menjadi Kapolri.
> Mereka yakni Komjen Pol Nanan Soekarna, Irjen Pol Timur Pradopo, Irjen Pol
> Oegroseno, dan Irjen Pol Imam Sudjarwo. Laporan mengenai perwira tinggi yang
> lain pun sebenarnya sama seperti Susno, penuh dengan pujian.
>
> Namun terkait dokumen ini, pihak Baintelkam sudah membantahnya.
> Kabaintelkam Polri Irjen Pol Saleh Saaf menegaskan dokumen itu tidak benar
> dan tidak pernah ada.
>
> "Baintelkam tidak pernah meranking calon Kapolri karena itu bukan proses
> Wanjakti di lingkungan Polri. Dan itu juga bukan tugas pokok Baintelkam,"
> terang Saleh saat dihubungi detikcom.
> --ends--
> Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Kirim email ke