inisialnya sangat gamblang, apalagi saya pernah duduk di depan dengan ybs
saat proses pergantian Ketum IA yang lalu.

eko

> hmm kalo boleh menebak
> bapak ini mungkin alumni SiP**
> berinisial LL
>
> 2010/6/10 Mohammad Andri Budiman <[email protected]>
>
>> Berikut sekelumit perbincangan dengan Bapak X (nama saya samarkan --
>> saya "pasang badan" untuk beliau -- namun Anda yang pernah
>> berinteraksi dengan beliau tentu sependapat bahwa beliau adalah salah
>> satu dari sedikit sekretaris daerah yang jujur, memegang prinsip, dan
>> amanah).
>>
>> Salah satu inti fungsi di atas adalah cepatnya persetujuan legislatif
>> *berbanding lurus* dengan pemenuhan "kebutuhan/hasrat" anggota
>> legislatif untuk mendapat "tambahan revenue".
>>
>> Fungsi empirik selengkapnya ada di bawah.
>>
>> Salam,
>> CA
>>
>> --begins--
>> Cak Andri,
>>
>> Cak Andri menanyakan ke bu Ida yang cantik :
>>
>> "Menarik sekali pengalaman Ibu Ida. Apakah ibu mengetahui bagaimana
>> caranya dana (aspirasi) tersebut "mempercepat" proses persetujuan APBD
>> (oleh DPRD?)?"
>>
>> Saya berdasarkan pengalaman selama 7 tahun di provinsi, ternyata
>> proses APBD bisa sangat sangat sangat dipercepat. Tetapi juga bisa
>> sangat sangat sangat lambat .....
>>
>> .....prinsipnya adalah bagaimana memenuhi hasrat anggota legislatif
>> untuk mendapatkan tambahan revenue dengan segala macam cara dan usaha
>> sehingga si anggota legislatif tersebut bisa memenuhi keinginan
>> konstituennya yang selalu ngrumpi dan ngarariung (bahasa sunda yang
>> berarti berkumpul) di kantor fraksi untuk meminta sumbangan.
>>
>> Sehingga kalau diformulasikan adalah:
>>
>> Cp = f (Jka, Jke, Tab, tKk)
>>
>> dimana :
>>
>> Cp = cepatnya proses APBD
>>
>> Jka = jumlah kebutuhan anggota legislatif yang bisa diderivasi kepada
>> jumlah fraksi yang butuh
>> (semakin banyak fraksi yang minta semakin cepat), jumlah anggota yang
>> butuh
>> ....
>> ini berarti kalau faksi besar (jumlah anggotanya banyak) tapi tunggal
>> ... lebih sulit
>> diprosesnya dibandingkan dengan yang fraksinya lebih banyak.
>>
>> Jke = jumlah kebutuhan eksekutif ... semakin kecil semakin cepat.
>>
>> Tab = Total anggaran belanja yang dibicarakan ... semakin besar semakin
>> lama
>>
>> tKk = tingkat kontroversi kegiatan ... semakin kontroversi kegiatan
>> semakin lama prosesnya
>>
>> Nah, untuk itu, common denominatornya adalah jumlah anggaran yang
>> dititipkan ke eksekutif ... artinya anggaran legislatif yang
>> dititipkan ke eksekutif ... hal ini disebabkan karena adanya PP
>> 11/2000.
>>
>> Mungkin Cak Andri bisa sedikit melihat fungsi tersebut karena
>> pengalaman empirik saya di (..menyebut suatu provinsi..).
>>
>> Salam,
>> X
>> --ends--
>>
>> --
>> Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi
>> serta
>> kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan
>> akhirat.
>>
>> Info pengelolaan milis Indonesia next better :
>> http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
>>
>
>
>
> --
> Best Regards
> Tsulusun Ar Royan
> Be kind, for whenever kindness becomes part of something, it beautifies
> it.
> Whenever it is taken from something, it leaves it tarnished.
>



--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

Kirim email ke