Kawan2 Milis Yth,

Pada hari Rabu, 10 Juni 2010 rombongan MASTEL mendapat kesempatan untuk 
berkunjung ke sebuah pabrik WiMAX yang berlokasi di wilayah Sarijadi, Bandung, 
Indonesia, untuk menyaksikan sendiri disain chipset baseband WiMAX yang 
dilaksanakan oleh 60 orang para tenaga ahli asli Indonesia. Pabrik ini dimiliki 
oleh sebuah perusahaan nasional XIRCA yang dipimpin oleh Ibu Sylvia W. Sumarlin 
(Ibu Evie) selaku CEO dan Bapak Taufik Aldjufry selaku Chairman/Komisaris.

Karyawan XIRCA berjumlah 60 orang yang semuanya adalah anak-anak muda lulusan 
perguruan tinggi di Indonesia yang telah terlatih baik, pada awalnya oleh Tim 
dari INTEL, pabrik chipset terbesar di dunia. Pembuatan chipset WiMAX merupakan 
sebuah proses dengan teknologi yang sangat tinggi, dan sebagian besar adalah 
proses disain software sehinggan hanya membutuhkan kemampuan intelektual (otak) 
yang tinggi, kreatif dan innovatif yang tidak mudah untuk ditiru, kecuali kalau 
pemilik otak itu yang membawa knowledge (pengetahuan) itu pindah ketempat lain. 
Sebab knowledge yang ada di-otak manusia adalah jenis Knowledge "Tacit" 
(pengetahuan yang tersembunyi) yang hanya dapat dipindahkan ke-otak manusia 
lain melalui pelatihan, diskusi, interaksi dan komunikasi antar manusia, 
sebelum dapat disimpan dalam bentuk file-file harddisk, CD-ROM, Flash Disk, 
basis data komputer, buku-buku, dokumen, catatan, video atau rekaman suara 
(disebut Knowlege "Explicit").

Saat ini XIRCA sudah mampu mengembangkan sendiri knowledge yang dibutuhkan 
untuk membuat chipset-chipset baru sesuai kebutuhan pasar. Oleh karena itu para 
karyawan XIRCA memiliki nilai pengetahuan yang sangat tinggi yang langka di 
dunia. Terbukti dari rate turn-over karyawan yang mencapai sekitar 10-15 orang 
per bulan, sebab di banyak negara karyawan dengan pengetahuan khusus ini sangat 
dibutuhkan oleh mereka, dengan iming-iming gaji dan fasilitas yang menggiurkan. 
Jadi pabrik XIRCA dapat juga disebut sebagai pabrik chipset dan pabrik karyawan 
berpengetahuan tinggi (knowledge workers). Posisi XIRCA saat ini mirip dengan 
Citibank di awal tahun 1970-an.

Pabrik XIRCA saat ini merupakan market leader dalam proses pembuatan chipset 
yang cost-effective, sebab telah menerapkan innovasi baru dalam proses yang 
sebelumnya berbiaya mahal, sebab testing prototype tidak lagi melalui proses 
pembuatan hardware chip, namun dengan cara simulasi logic program komputer, 
sehinnga dapat menghemat pembuatan prototype untuk testing. Dengan proses baru 
ini, maka diperoleh penghematan sampai US$500.000,- per prototype chipset.

Proses lanjutan pembuatan chipset fisik dilakukan di Singapore. Selanjutnya 
chipset Baseband WiMAX itu dikemas menjadi perangkat WiMAX Base Station (BS) 
dan Subscriber Station (SS) di lokasi pabrik lainnya di Padalarang, Bandung 
yang mengkhusukan untuk produksi/assembling hardware WiMAX. RF Module untuk 
perangkat WiMAX di-impor dari Luar Negeri, tergantung permintaan pasar, apakah 
itu WiMAX standar 16d ataupun standar 16e. Jadi secara keseluruhan XIRCA 
beserta perusahaan sekelompoknya mampu memproduksi kedua jenis standar WiMAX di 
Indonesia.

Dari hasil diskusi, diperoleh kesimpulan bahwa WiMAX 16d lebih cocok untuk 
komunikasi point-to-point, seperti penggunaannya untuk backhaul jaringan WiMAX 
atau GSM, sedangkan WiMAX 16e lebih cocok untuk distibusi atau last-mile-access 
bagi para pelanggan dengan biaya yang lebih murah. Kombinasi keduanya secara 
pembagian fungsional tersebut sangat cocok bagi kondisi Indonesia untuk 
menyebar-luasan atau penggelaran penggunaan WiMAX diseluruh wilayah tanah air.

Bila saja selama beberapa tahun mendatang dapat dilyani sejumlah 100 juta 
pelanggan, maka pasti Industri perangkat WiMAX di Indonesia akan maju pesat 
serta profitable bagi pabrikan-pabrikan/industri nasional Indonesia maupun bagi 
para operator WiMAX yang telah memenangkan Tender BWA (8 operator).

Semoga oleh-oleh perjalanan MASTEL ke Bandung ini memberikan insiprasi 
kebijakan untuk mempercepat penggelaran jaringan BWA/WiMAX diseluruh Indoseia 
yang memberikan manfaat WIN-WIN bagi pabrikan/industri nasional maupun 
operator, serta mendorong percepatan kemajuan bangsa dan negara.

Silahkan diberikan tanggapan yang konstruktif demi kemajuan bangsa dan negara.

Wassalam,
S Roestam
Senior Consultant on Strategic Management and Knowledge Management
PT Inforindo Intersolusi - http://www.infosolusi.co.id
http://wartamastel.blogspot.com
http://wartaduniamaya.blogspot.com

Kirim email ke