Bangsa ini tidak akan tentram dan pemerintah indonesia tidak akan pernah becus mengurus negara, bila ummat islam selalu menjadi bulan-bulanan para grand master untuk memojokkan dan memelintir fakta-fakta terorisme yang sesungguhnya merupakan operasi kontra intelegen.
Bukankah bangsa ini pernah dilakoni sewaktu jamannya sudomo, murdani,.. dengan berbagai modus operandi : kasus komando jihad, kasus islam fundamentalis, kasus imron, kasus tanjung priok, kasus warsidi, kasus negara islam, sekarang muncul istilah kasus teroris juga arahnya untuk menjerat ulama yang sudah tuua dengan penuh ketawaduan,( ingin sekali mendengar satu kali saja ceramahnya),.. wahai para pemegang kekuasaan,... teroris sesungguhnya saat ini adalah musuh negara dan bangsa yaitu para koruptor,.. KORUPTOR,.... BUNUH PARA KORUPTOR.. Salam, ________________________________ Dari: Achmad Zaenal Abidin <[email protected]> Kepada: [email protected]; [email protected] Terkirim: Jum, 13 Agustus, 2010 23:42:24 Judul: [indonesia] Fw: [jurnalisme] Kronologi Terorisasi Aceh yang Dipakai untuk Menjerat Ba’asyir Sent from http://tinyurl.com/TOUR-TRAVEL-EVENT http://primasafari.wordpress.com/ http://pbi-ltd.com/ HP +62816855062 +62811960350 PIN 20de3517 ________________________________ From: Satrio Arismunandar <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 13 Aug 2010 06:53:07 -0700 (PDT) To: news Trans TV<[email protected]>; kampus tiga<[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; ex menwa UI 2<[email protected]>; HMI Kahmi Pro Network<[email protected]>; Forum Kompas<[email protected]>; jurnalisme<[email protected]>; Syiar Islam<[email protected]>; ppiindia<[email protected]>; nasional list<[email protected]>; Indonesia Rising<[email protected]>; sastra pembebasan<[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: [jurnalisme] Kronologi Terorisasi Aceh yang Dipakai untuk Menjerat Ba’asyir Notes: Menarik dicatat peran Sofyan Tsauri, desertir (intel?) polisi, yang menjebak Ba'asyir dan mengubah pelatihan jihad untuk melawan Israel (di Gaza) menjadi skenario terorisme dalam negeri Indonesia.... ============================================= Inilah Kronologi Terorisasi Aceh yang Dipakai untuk Menjerat Ba’asyir | Free ABB Penangkapan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir dikaitkan dengan tudingan terlibat kegiatan terorisme di Aceh. Inilah kronologi terorisasi di Aceh yang didalangi oleh seorang desertir Brimob: DESEMBER 2008 Israel melakukan agresi terhadap Gaza untuk yang kesekian kalinya tepatnya 27 Desember 2008 sampai 18 Januari 2009. Dalam serangan agresi ini, Israel menggunakan bom phosphor dan senjata kimia lainnya yang melanggar hukum internasional. Atas serangan agresi membabi-buta tersebut dunia merespon dengan mengeluarkan kecaman. Dunia Islam khususnya memberikan reaksi yang keras atas agresi tersebut. FPI sebagai ormas Islam yang berkedudukan di Indonesia merespon dengan mengumumkan membuka posko-posko untuk pendaftaran mujahidin guna dikirim ke Gaza. JANUARI 2009 FPI Aceh sebagai salah satu ujung tombak dalam organisasi adalah salah satu yang menjadi pelaksana dari program rekruitmen mujahidin tersebut. Secara resmi, DPD FPI Aceh membuka posko pendaftaran pada tanggal 10 Januari 2009, bertempat di Mushola Nurul Muttaqin, desa Bathoh Banda Aceh dan Pondok Pesantren Darul Mujahidin Lhokseumawe. Dari hasil pendaftaran tersebut berhasil menjaring sebanyak 125 orang mujahidin untuk dilatih dan kemudian bila memenuhi kriteria dan sesuai kemampuan yang dimiliki organisasi akan diberangkatkan ke Gaza. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 23-27 Januari 2009 di pesantren Darul Mujahidin Lhokseumawe. Pelatihan tersebut berlangsung terbuka dan mendapat liputan dari media lokal khususnya. Instruktur dalam pelatihan tersebut adalah seorang yang menawarkan diri untuk menjadi pelatih yaitu Sofyan Tsauri, deserter Polisi yang pernah bertugas di Polda Jabar. FEBRUARI 2009 Para peserta pelatihan di Aceh, yang berjumlah lebih kurang 15 orang datang ke Jakarta untuk persiapan berangkat ke Gaza. 15 Februari 2009, sebagian peserta pelatihan di Aceh yang tengah berada di Jakarta, secara individual tanpa diketahui pimpinan rombongan pergi ke Depok menemui mantan pelatih mereka yaitu Sofyan Tsauri. 21 Februari 2009, selesai persiapan untuk keberangkatan ke Gaza yang ditunda karena berbagai alasan, salah satunya serangan Israel atas Gaza telah berhenti, para mujahidin diminta untuk pulang terlebih dahulu ke Aceh, menunggu instruksi dan perkembangan situasi di Gaza lebih lanjut. Dari 15 orang mujahidin yang datang ke Jakarta, 5 orang pulang ke Aceh dan 10 orang secara diam-diam, tanpa pemberitahuan ke DPP FPI, pergi ke Depok, rumah tempat tinggal Sofyan Tsauri, mantan pelatih mereka di Aceh. 10 orang tersebut tinggal selama lebih kurang 1 bulan di rumah Sofyan Tsauri dengan biaya yang sepenuhnya ditanggung oleh Sofyan Tsauri, termasuk uang saku dan biaya makan serta kebutuhan lainnya. FEBRUARI-MARET 2009 Selama kurun waktu akhir Februari hingga akhir Maret 2009, 10 orang yang berasal dari Aceh tersebut dilatih dan diindoktrinasi oleh Sofyan Tsauri. Adapun salah satu bentuk indoktrinasi tersebut adalah membolehkan cara-cara perampokan untuk membiayai jihad, menyebarkan kebencian dan permusuhan semata-mata atas dasar orang asing. Adapun pelatihan yang dilakukan adalah melakukan pelatihan menembak dengan menggunakan peluru tajam (peluru asli) di dalam Markas Komando Brimob Kelapa Dua. Masing-masing peserta pelatihan diberikan sekitar 30 hingga 40 peluru tajam untuk latihan menembak tersebut. Peserta latih juga diberikan uang saku perminggu selama proses pelatihan tersebut. Dari informasi yang didapatkan peserta latih, Sofyan Tsauri ini secara sengaja meletakkan surat pemecatan dari kepolisian untuk dibaca oleh peserta latih, yang berisi bahwa yang bersangkutan dipecat karena terlibat dalam kegiatan jihad, melakukan poligami dan jarang masuk kerja. JANUARI 2010 6 orang dari 10 orang yang mengikuti pelatihan di Depok, kediaman Sofyan Tsauri, ikut serta dalam pelatihan militer di Jantho Aceh Besar. Pelatihan kali ini juga difasilitasi oleh Sofyan Tsauri. FEBRUARI 2010 Pelatihan militer di Jantho Aceh Besar disergap oleh aparat keamanan. MEI 2010 Pelatihan Militer di Jantho Aceh Besar dihubungkan dengan penggerebekan kelompok Dulmatin di Pamulang, dan diekspos oleh kepolisian dan media massa sebagai pelatihan untuk persiapan kegiatan terorisme. [taz/SI] http://www.voa-islam.com/news/indonesia/2010/08/13/9145/inilah-kronologi-terorisasi-aceh-yang-dipakai-untuk-menjerat-ba%27asyir/ [Non-text portions of this message have been removed] __._,_.___ Reply to sender | Reply to group | Reply via web post | Start a New Topic Messages in this topic (1) Recent Activity: * New Members 11 Visit Your Group Switch to: Text-Only, Daily Digest • Unsubscribe • Terms of Use . __,_._,___
