Intinya, ada yg tdk suka ras melayu maju. Dan ras melayu identik dgn islam. 

Kalo belajar lbh detail alasan sejarah pendirian singapura serta siapa2 aktor 
intelektual yg berada dbelakangnya, pasti akan memahami fungsi berbahaya ras 
china singapura d kawasan ras melayu raya ini.

Bayangkan, dtengah2 lautan ras melayu raya, ada nyempil negara ras china 
singapura, yg ternyata menjadi racun dan sgt berbahaya bagi kawasan melayu raya.
Spt duri dlm daging, spt kerikil dlm sepatu, singapura akan selalu begitu.

Coba perhatikan, ini mirip spt israel yg adanya dtengah-tengah kawasan/negara2 
arab yg mayoritas. Israel ras yahudi yg slalu bikin masalah d kawasan arab. 

Dan pelajari saja connection antara israel dan singapura. Ada apa gerangan?

Olh krn itu, waspada saja, soalnya ras india d malaysia sdh mau tiru2 skenario 
model singapura tsb. Mrk mulai sdkt2 teriak atas kebijakan ras melayu malaysia 
yg mrk pikir diskriminatif.

Intinya indonesia hrs berani. Soalnya hny indonesia yg berani melawan 
"penjajah" dr dulu. Skrg model penjajah lbh licin dan halus, kadang kita yg tdk 
waspada dan terlalu bodoh krn nafsu emosi.

Indonesia lah yg ada potensi memimpin kawasan asean ini. Tinggal kita nya mau 
terus d kadalin atau berani utk lbh cerdas.

Dulu ketika d malaysia, mahathir yg pimpin, serta habibie d indonesia, maka hal 
ini sgt tdk dsukai olh tangan2 jahat imperialis. Maka habibie dgoyang dr dlm 
dan jatuh. Mahathir bertahan sebentar, dan hrs jg selesai dlm periodenya. 

Harapan ras melayu ada d indonesia yg kuat dan bs memimpin kawasan asean 
menjadi kawasan yg makmur sejahtera. Aamin.


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: Sholeh Mr <[email protected]>
Sender: [email protected]: Thu, 26 Aug 2010 14:25:45 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [indonesia] Trs: [sma 4] (OOT)  Kenapa Harus Malaysia

tulisan yang bagus untuk saling mengisi kekuatan lahir dan bathin,.



----- Pesan Diteruskan ----
Dari: Ischaq SumartonoHadji <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Kam, 26 Agustus, 2010 11:28:31
Judul: [sma 4] (OOT)  Kenapa Harus Malaysia

  
Semogabermanfaat
Ischaq Sumartonohadji 88
 
 
KenapaHarusMalaysia
Oleh: Afriadi Sanusi*
Baiknya Kita..
Seorang Profesor Singapura menulis dalam artikelnya; Kebanyakan rumah mewah 
yang 
ada di Singapura, Kebanyakan uang yang beredar di Singapura adalah punya orang 
Indonesia. Kebanyakan pembangunan yang ada di Singapura dibangun dari uang yang 
datangnya dari Indonesia. Dan disaat Singapura mengadakan Grand Sale setiap 
tahunnya, lebih 2 juta orang Indonesia datang belanja kesana..
Seorang sahabat di Singapura mengatakan; “dari jalan ini sampai ke ujung sana 
dulunya adalah lautan, dan sekarang menjadi daratan cantik yang ditimbun dengan 
pasir yang didatangkan dari pulau-pulau kecil di Riau”.
Apa Yang Kita Dapatkan Dari Singapura?
-          TKI laki-laki dari Indonesia diharamkan bekerja dan mencari nafkah 
di 
Singapura seperti dibidang pembangunan, kuli kasar, buruh dan sebagainya. 
Singapura lebih memilih warga negara lain daripada WNI, dengan berbagai alasan 
yang tidak masuk akal..
-          Seorang teman mengatakan dan dari sumber lainnya; “satu persatu 
pulau-pulau kecil di Riau hilang karena pasirnya di angkut ke Singapura..
-          Azan diharamkan menggunakan pengeras suara di semua masjid dan surau 
di Singapura.
-          Identitas orang melayu yang identik dengan Islam seperti istana, 
rumah, perkampungan orang Melayu, dihilangkan. Adat dan budaya melayu di Museum 
kan.
-          Pemerintah Singapura melayani & melindungi Koruptor RI yang telah 
membuat rakyat RI sengsara selama ini, (karena hak-hak rakyat untuk mendapatkan 
pendidikan, rumah sakit, infrastruktur, makan dan tempat tinggal yang baik 
terjajah dan terzalimi), dengan tidak mau menandatangani perjanjian extradisi.
-          Banyak kali rakyat, nelayan dan petugas kita di acungkan senjata 
berat dan diusir dengan pengeras suara karena di sangka telah melintasi garis 
batasan laut kepunyaan Singapura.
-          Disaat mahasiswa Indonesia bunuh diri di Singapura, karena katanya 
dizalimi sebab beasiswanya dihentinkan, tidak ada yang berani melawan Singapura.
Malaysia Lebih Baik Dari Singapura
 “Sejahat” apapun Malaysia,  saat ini ada 2 juta orang lebih WNI yang sedang 
mencari rezeki di Malaysia untuk nafkah keluarga mereka di RI. Triliyunan TKI 
mengirim uang ke Indonesia setiap tahunnya. Dapat dibayangkan bagaimana dampak 
sosial, ekonomi dan budaya yang akan berlaku di Indonesia kalau TKI pulang 
sekaligus..
TKI lah sebenarnya pahlawan yang harus dilindungi, karena mereka penyumbang 
devisa negara, sementara pegawai negeri & institusinya hanya menghabiskan uang 
rakyat dan devisa negara. Kegunaan mereka sangat perlu dipertanyakan disaat 
keberadaan mereka tidak memberikan manfaat yang berarti kepada rakyat atau 
seperti pepatah arab wujuduhu ka adamihi (adanya seperti tiadanya / ada dgn 
tiadanya sama saja).
Ribuan orang Indonesia (termasuk penulis) sedang belajar S2 & S3 di Malaysia 
saat ini. Kebanyakannya mendapat bantuan atau keringanan biaya dari pemerintah 
Malaysia dan banyak juga yang sambil bekerja. Uang kuliah di perguruan tinggi 
negeri Malaysia lebih murah dari Indonesia. Kualitas, Infrastruktur dan 
kemudahan lainnya jauh lebih baik dari di Indonesia tentunya. 

Aku tidak sakit hati kalau di tilang oleh polisi Malaysia. karena aku yakin 
uang 
itu pasti akan masuk kedalam kas negara untuk pemerintah Malaysia memperbaiki 
jalan, jembatan, lampu jalan yang aku gunakan setiap hari di negara ini. Aku 
sangat sakit hati kalau ditilang oleh polisi Indonesia, karena aku tahu pasti 
bahwa uang itu adalah untuk pribadi polisi, keluarga dan golongannya tanpa 
sedikitpun dikembalikan kepada kas negara untuk membangun infrastruktur.
Disaat saya keliling Indonesia bersama orang Malaysia, 100% rakyat RI yang kami 
temui merasa hormat dan kagum dengan Malaysia, begitu juga dengan rata-rata 
obrolan bekas TKI dari Malaysia.
Lalu yang sangat mengherankan, isu-isu remeh temeh yang sebenarnya bisa 
diselesaikan ditingkat diplomat, tetapi menjadi barang dagangan pasar yang 
dikonsumsi oleh rakyat umum. Isu ini sepertinya dimanfaatkan oleh segelintir 
orang yang memang memiliki agenda, bagaimana supaya Islam, Melayu dan Nusantara 
yang kaya dengan SDM & SDA ini, tidak menjadi sebuah kekuatan yang bisa 
menyaingi dominasi Barat.
Pengalihan Isu
Yang pasti, isu penangkapan AB Baasyir, isu vcd porno artis, isu teroris, isu 
FPI dan sebagainya tidak berhasil mengalihkan perhatian rakyat terhadap 
berbagai 
skandal perampokan uang rakyat melalui kasus BLBI, Century, Rekening Gendut 
Polisi, kenaikan BBM & harga bahan pokok, Penangkapan Susno Duadji, buruknya 
birokrasi dan pelayanan publik, maraknya korupsi, pelemahan KPK, gagalnya 
sebuah 
kepemimpinan, meningkatnya jumlah kemiskinan, pengangguran, perbuatan kriminal, 
buta huruf dan gagalnya hampir setiap departemen dan institusi pemerintahan, 
dalam memberikan manfaat keberadaan mereka yang berarti kepada rakyat.
Isu “memanaskan” hubungan Indonesia-Malaysia tidak akan membuat rakyat lupa 
terhadap semua penipuan, pembodohan dan perampokan uang rakyat yang telah, 
sedang dan akan berlaku di RI, termasuk isu TDL yang katanya akan dinaikkan di 
negara ini.
Semoga rakyat tidak mau diperbodoh untuk memikirkan apa yang sebenarnya menjadi 
tugas dan tanggung jawab pemerintah, melalui kedutaan dan departemen luar 
negeri, yang telah banyak menghabiskan APBN setiap tahunnya.
Damaikanlah Saudaramu
“Sesungguhnya orang beriman itu adalah bersaudara, karena itu damaikanlah 
antara 
kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah semoga kamu mendapat rahmat” (QS: 
al-Hujurat ayat 10)
Pelemparan taik di kedutaan Malaysia, demo di rumah duta, CIMB, Petronas dll., 
pasti akan menyakitkan hati rakyat Malaysia. Hari raya semakin dekat, semoga 
para majikan tidak menunda-nunda pembayaran gaji, membatalkan niatnya untuk 
memberi THR (yang biasanya sebulan gaji) pada lebih dua juta orang pembantu 
rumah Indonesia, TKI/TKW lainnya di Malaysia karena tindak bodoh segelintir 
orang itu.
Walaupun gerakan Bendera tidak mewakili gerakan orang-orang cerdas di Indonesia 
seperti Senat Mahasiswa, Muhammadiyah, ICMI, HMI, FPI dll., namun Inteligent 
Indonesia harus mencari tahu siapakah Bendera sebenarnya? Apakah mereka 
bergerak 
untuk kepentingan partai politik tertentu, ataukah untuk menaikkkan partai dan 
pemimpin tertentu, ataukah mereka dibiayai oleh pihak asing untuk menghancurkan 
rantau asia tenggara ini dan banyak kemungkinan lainnya.
Kalau biasanya gerakan seperti ini tidak ditanggapi Malaysia, karena menganggap 
itu hanyalah gerakan segelintir rakyat yang tidak tahu (bodoh), namun baru-baru 
ini gerakan itu sudah mulai ditanggapi oleh ahli politik Malaysia melalui 
berbagai media massa, seperti oleh Samy Vellu, Bernama dll. 

Ada dua kemungkinan mengapa mereka menanggapinya 1. Untuk membangkitkan rasa 
nasionalisme rakyat menjelang hari kemerdekaan Malaysia yang jatuh pada setiap 
tanggal 31 Agustus atau 2. Mungkin juga dimanfaatkan oleh bangsa Cina dan India 
Malaysia yang sememangnya kurang suka dengan hubungan baik Indonesia-Malaysia. 
Karena ia akan menggugat kepentingan mereka dari segi politik, ekonomi, social, 
budaya dan pembangunan di Malaysia.
Malaysia secara tidak resmi telah melarang rakyatnya datang ke Indonesia. Kalau 
ini berlanjut, pasti semua ini akan memberikan pengaruh terhadap perusahaan 
penerbangan, hotel, pariwisata, tempat berbelanja, investor di Indonesia. Semua 
ini akan bertampak pada tingginya angka kemiskinan akibat pengangguran. Karena 
pemerintah RI yang selama ini tidak mampu menyediakan lapangan pekerjaan 
nampaknya akan bertambah parah lagi.
Kalau sengketa ini berlanjut di tingkat pemerintah, maka akan sama-sama kita 
dengar, tiga, lima bulan lagi. Malaysia akan membeli peralatan perang yang 
baru, 
Amerika pula akan menawarkan “jasanya” pada TNI untuk memberikan pinjaman 
hutang, untuk membeli peralatan perangnya yang katanya, harga sebuah kapal 
perang bekas saja, sama dengan harga sebuah pulau besar di Indonesia.. 
Kesimpulannya; si labu dan si labi masuk penjara karena kebodohannya, sementara 
Haji Bakhil akan tetap menikmati kekayaannya…
Kesimpulan
Apakah kita berani dengan Malaysia karena kita berpikir, tidak mungkin Malaysia 
yang memiliki peralatan perang yang lebih canggih dari Indonesia itu, mau 
berperang dengan kita, karena warga negara mereka banyak keturunan Melayu Riau, 
Palembang, Aceh, Bugis, Minang, Mandailing, Rao, Jambi, Kerinci, Jawa, karena 
kita se agama Islam, satu rumpun melayu?
Apakah kita takut pada Singapura karena mereka memiliki peralatan perang yang 
sangat canggih dan jauh meninggalkan Indonesia? Ataukah kita sengaja dibuat 
takut, karena para pejabat kita banyak yang memiliki hubungan mesra dengan 
Singapura yang menyimpan uang mereka dalam bentuk saham dan investasi?.
Kenapa kita selama ini tidak membenci bangsa yang menguras minyak kita dengan 
caltexnya, yang menguras emas kita dengan freeportnya, gas kita dengan Harunnya 
dan sebagainya, tanpa memberikan dampak yang berarti terhadap pembangunan, 
ekonomi dan social rakyat. Semua itu perlu dipertanyakan juga tentunya..
Kl, 20/08/2010
*Ditulis setelah sholat Taraweih di Masjid Negara Malaysia oleh Penulis yang 
berasal dari Sumatera, PhD. Candidate Islamic Political Science, University of 
Malaya, Kuala Lumpur 

 
__._,_.___
Reply to sender | Reply to group | Reply via web post | Start a New Topic 
Messages in this topic (1) 

Recent Activity:  
Visit Your Group 
Kunjungi Groups SMA Negeri 4 Bandung dan BERGABUNGlah
http://www.facebook.com/group.php?gid=28115584205

 
Switch to: Text-Only, Daily Digest • Unsubscribe • Terms of Use
. 

__,_._,___ 


Kirim email ke