----- Forwarded Message ----
From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Sat, August 28, 2010 9:34:53 AM
Subject: failure notice
Hi. This is the qmail-send program at yahoo.com.
I'm afraid I wasn't able to deliver your message to the following addresses.
This is a permanent error; I've given up. Sorry it didn't work out.
<[email protected]>:
Sorry, I couldn't find any host named nextbetter.net.id. (#5.1.2)
--- Below this line is a copy of the message.
Return-Path: <[email protected]>
Received: (qmail 23161 invoked by uid 60001); 28 Aug 2010 02:34:52 -0000
DKIM-Signature: v=1; a=rsa-sha256; c=relaxed/relaxed; d=yahoo.com; s=s1024;
t=1282962892; bh=CrUL1IqiY7hYBnYnIhKHVY82C1CQ6Ncf/LksYT5dV5o=;
h=Message-ID:X-YMail-OSG:Received:X-Mailer:Date:From:Subject:To:MIME-Version:Content-Type;
b=ljeOrG6XYel5Ivwk+/s9nLq7dyfEGQ+ndicXdit+sL7HztV8gBv5ZtnD2rZ5EkC4d1CW581SMaiXT2MQJNlMqAoNzt8vDGPNhdSFxb8yzuEZ4Hivde+yqEMm1J9KTlPonxEv/XDesATEPyclWUZ+0xI7E5hmFZgh1Ly8y+f7k3g=
=
DomainKey-Signature:a=rsa-sha1; q=dns; c=nofws;
s=s1024; d=yahoo.com;
h=Message-ID:X-YMail-OSG:Received:X-Mailer:Date:From:Subject:To:MIME-Version:Content-Type;
b=IrZ24Y3AMMaetEOapUPyLVlBmwhAsUSzohvrY8Or2AniaPwtBnUfzvu+MyfMePSJjdr955X5vIqFG3+E1t+NRvzgi6SvHTpKNHbWCkf4yigWwNc9cJcIzJ8nPA3UGtfRtOg1Ctg2npvGzD01oSFXli89SkBgSi2aqnrtcGOo42o=;
Message-ID: <[email protected]>
X-YMail-OSG: 4YkdvvsVM1lBTcERvuXduRqVTrk3ky4tQuitCQF3NspDX8d
mIqKofOXbfNKEL1jsTYLRE8IK5bQ.haVEWUwCI8.Z6MmmEhbAFBHZS4aXVIv
T7sV2qjCX0uhGSEGmdnmoPSk03YFrAWNc.6RZC3lwUe5CSe3cEQzgkZowpqz
AbKZJH4L5HNHixw5C8irjxmmd1ZcikhZSL3R_j.YCjgqc_YakL7kNH8FDNiF
lb.XyThJHlDIIElm53MbIBT5HIuMqawQY1.Hf8Cds2dewwNg.toqa760tutY
hFDx3dWw3.KekzFmo4_3UNc1.i.8xxN8HkNGX5J9kvXEgYMtMCIfIb4VuwiH
_APFtLMYfb1J75JcLL8sbHq2._ywJt16nmmP1jHQ-
Received: from [110.138.51.56] by web33404.mail.mud.yahoo.com via HTTP; Fri, 27
Aug 2010 19:34:51 PDT
X-Mailer: YahooMailRC/470 YahooMailWebService/0.8.105.279950
Date: Fri, 27 Aug 2010 19:34:51 -0700 (PDT)
From: lukman zaaidi <[email protected]>
Subject: Fw: [ClubSixty] KWK
To: indo nextbetter <[email protected]>
MIME-Version: 1.0
Content-Type: multipart/alternative; boundary="0-1658214977-1282962891=:21696"
--0-1658214977-1282962891=:21696
Content-Type: text/plain; charset=us-ascii
Makanya anak 2 kita yang semuanya sarjana , bekerja keras (uami-Istri)2,jauh
lebih berat jaman kita mulai bekerja 40 tahun yang lalu. Salam LZ
----- Forwarded Message ----
From: Munadjad Iskandar <[email protected]>
To: Abimantrono Anwar <[email protected]>; Inanda Murni
<[email protected]>; "Lukman Zaaidi, Ir." <[email protected]>
Sent: Sat, August 28, 2010 6:49:40 AM
Subject: Fw: [ClubSixty] KWK
A nation of full hutang.
----- Forwarded Message ----
From: Anwari Doel Arnowo <[email protected]>
To: Budiman AM <[email protected]>; john oei <[email protected]>; Gunadi
<[email protected]>; Suzy Wallace <[email protected]>; soebianto hudyana
<[email protected]>; Abdul Irsan <[email protected]>; ClubSixty
<[email protected]>; Peter Wedarso <[email protected]>
Sent: Fri, August 27, 2010 3:41:01 PM
Subject: [ClubSixty] KWK
Utang yang dibuat jaman Suharto, saya sebagai orang yang tua, merasa ikut
bersalah: KARENA NGGAK BERANI NGOMONG, SEBAB SAYA TAKUT. Utang yang disebut pak
Kwik Kian Gie ini, saya sudah menulis banyak kali, tetapi sama saja hasilnya.
Apa?
SEMUA UTANG MENJADI BEBAN KITA SEDIKIT, TETAPI MENJADI BEBAN LUAR BIASA BESAR
BAGI SEMUA ANAK CUCU KITA ...
Kita harus minta maaf kepada anak cucu kita sekarang, sebelum saya dan anda
meninggal..!!!
Anwari Doel Arnowo
27 Agustus, 2010
Kwik: APBN Tak Akan Pernah Pro Rakyat
Kamis, 26 Agustus 2010 22:56 WIB | Ekonomi & Bisnis | Makro | Dibaca 609 kali
Jakarta (ANTARA News) - Mantan Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Ekonomi,
Keuangan dan Industri (Menko Ekuin) Kwik Kian Gie mengatakan, APBN tak akan
pernah pro rakyat karena tingginya beban utang negara.
"APBN tak akan pernah pro rakyat sejak Pak Harto (Presiden Soeharto) lengser,
utang menyadera APBN," katanya saat diskusi di Megawati Institute di Jakarta,
Kamis.
Ia mengatakan, sejak krisis ekonomi yang melengserkan Presiden Soeharto, utang
Indonesia membengkak tajam, terutama untuk membiayai krisis.
"Untuk utang dari obligasi rekapitulasi saja mencapai Rp430 triliun, belum lagi
bunga yang harus dibayar Rp600 triliun, jadi totalnya Rp1.030 triliun. Itu baru
obligasi rekapitulasi, belum BLBI," katanya.
Menurut dia, utang Indonesia terus membengkak. Begitu pula dengan pembayaran
cicilan utang pokok dan bunga setiap tahunnya sangat membebani APBN.
Pada RAPBN 2011, cicilan untuk bunga utang saja telah mencapai Rp116,4 triliun,
lebih tinggi hampir dua kali lipat dibandingkan dengan 2005 yang hanya Rp65,2
triliun. Sementara total utang mencapai Rp1.600 triliun lebih.
"Itu baru cicilan bunganya saja. Kalau sama dengan pokoknya cicilan mencapai
Rp240 triliun atau 25 persen APBN," katanya.
Ia menambahkan, bila 25 persen APBN terserap untuk utang, 50 persen lainnya
digunakan untuk membayar gaji pegawai negeri sipil, 25 persen lainnya digunakan
untuk berbagai hal, mulai dari pembelian barang dan modal, perawatan hingga
subsidi.
Hal ini telah membuat APBN sulit untuk pro rakyat. "Utangnya besar sekali,
sementara pemerintah terus menambah utang, baik luar negeri atau melalui utang
dalam negeri," jelasnya.
Menurut dia, APBN tidak akan pro rakyat bila pemerintah tidak progresif dalam
masalah utang. Ia mengatakan, selama ini kita tidak pernah mau menegosiasikan
utang dengan sungguh-sungguh.
"Kita ini penurut, mereka (pemberi utang) maunya apa, IMF maunya apa, Bank
Dunia
maunya, apa kita nurut saja, lha kita ini memang negara yang baik versi mereka.
Kita ini juga penakut, ditakuti sedikit takut," katanya.
Padahal, menurut dia, kalau utang-utang tersebut tidak di negosiasikan kembali
atau bahkan meminta agar utang dimoratorium (dihapuskan), maka dana sosial
untuk
kesejahteraan rakyat dipastikan akan terus berkurang.
"Ini masalah keberanian, masalah ketegasan, berani tidak pemerintah kita minta
negosiasi lagi," katanya.
kwik-kian-gie.jpg
10K View Download 27/08/2010
Anwari Doel Arnowo
[email protected]
Toronto - Canada
--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups
"ClubSixty" group.
To post to this group, send email to [email protected].
To unsubscribe from this group, send email to
[email protected].
For more options, visit this group at
http://groups.google.com/group/clubsixty?hl=en.
--0-1658214977-1282962891=:21696
Content-Type: text/html; charset=us-ascii
<html><head><style type="text/css"><!-- DIV {margin:0px;}
--></style></head><body><div style="font-family:times new roman,new
york,times,serif;font-size:12pt"><div>Makanya anak 2 kita yang semuanya sarjana
, bekerja keras (uami-Istri)2,jauh lebih berat jaman kita mulai bekerja 40
tahun
yang lalu. Salam LZ<br></div><div style="font-family: times new roman,new
york,times,serif; font-size: 12pt;"><br><div style="font-family: times new
roman,new york,times,serif; font-size: 12pt;"><font size="2"
face="Tahoma">-----
Forwarded Message ----<br><b><span style="font-weight: bold;">From:</span></b>
Munadjad Iskandar <[email protected]><br><b><span
style="font-weight: bold;">To:</span></b> Abimantrono Anwar
<[email protected]>; Inanda Murni
<[email protected]>; "Lukman Zaaidi, Ir."
<[email protected]><br><b><span style="font-weight:
bold;">Sent:</span></b> Sat, August 28, 2010 6:49:40 AM<br><b><span
style="font-weight: bold;">Subject:</span></b> Fw: [ClubSixty]
KWK<br></font><br>
<div style="font-family: tahoma,new york,times,serif; font-size: 12pt;"><div>A
nation of full hutang.<br></div><div style="font-family: tahoma,new
york,times,serif; font-size: 12pt;"><br><div style="font-family: times new
roman,new york,times,serif; font-size: 12pt;"><font size="2"
face="Tahoma">-----
Forwarded Message ----<br><b><span style="font-weight: bold;">From:</span></b>
Anwari Doel Arnowo <[email protected]><br><b><span
style="font-weight: bold;">To:</span></b> Budiman AM
<[email protected]>; john oei <[email protected]>; Gunadi
<[email protected]>; Suzy Wallace <[email protected]>; soebianto
hudyana <[email protected]>; Abdul Irsan <[email protected]>;
ClubSixty <[email protected]>; Peter Wedarso
<[email protected]><br><b><span style="font-weight:
bold;">Sent:</span></b> Fri, August 27,
2010 3:41:01 PM<br><b><span style="font-weight: bold;">Subject:</span></b>
[ClubSixty] KWK<br></font><br><font class="Apple-style-span"
color="#000099"><span class="Apple-style-span" style="font-size:
xx-large;"><b>Utang yang dibuat jaman Suharto, saya sebagai orang yang tua,
merasa ikut bersalah: KARENA NGGAK BERANI NGOMONG, SEBAB SAYA TAKUT. Utang yang
disebut pak Kwik Kian Gie ini, saya sudah menulis banyak kali, tetapi sama saja
hasilnya. Apa?</b></span></font><div>
<font class="Apple-style-span" color="#000099"><span class="Apple-style-span"
style="font-size: xx-large;"><b>SEMUA UTANG MENJADI BEBAN <span
class="Apple-style-span" style="background-color: rgb(255, 255, 102);">KITA
SEDIKIT, TETAPI MENJADI BEBAN LUAR BIASA BESAR BAGI SEMUA ANAK CUCU KITA
...</span></b></span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" color="#000099"><span
class="Apple-style-span" style="font-size: xx-large;"><b><span
class="Apple-style-span" style="background-color: rgb(255, 255, 102);">Kita
harus minta maaf kepada anak cucu kita sekarang, sebelum saya dan anda
meninggal..!!!</span></b></span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" color="#000099"><span
class="Apple-style-span" style="font-size: xx-large;"><b>Anwari Doel
Arnowo</b></span></font></div><div><font class="Apple-style-span"
color="#000099"><span class="Apple-style-span" style="font-size:
xx-large;"><b>27 Agustus, 2010<br clear="all">
</b></span></font><span class="Apple-style-span" style="font-family:
arial,sans-serif; font-size: medium; border-collapse: collapse; color: rgb(34,
34, 34);"><div class="ii gt" style="margin: 5px 15px; font-size: 13px;
padding-bottom: 20px;">
<div><div><h1><font class="Apple-style-span" color="#ff0000"><span
class="Apple-style-span" style="font-size: xx-large;">Kwik: APBN Tak Akan
Pernah
Pro Rakyat</span></font></h1><div><b><span class="Apple-style-span"
style="font-size: xx-large;">Kamis, 26 Agustus 2010 22:56 WIB | Ekonomi &
Bisnis | Makro | Dibaca 609 kali</span></b></div>
<div><div style="background-color: white;"><b><span class="Apple-style-span"
style="font-size: xx-large;"><img title="Kwik: APBN Tak Akan Pernah Pro Rakyat"
alt="Kwik: APBN Tak Akan Pernah Pro Rakyat"></span></b></div><b><span
class="Apple-style-span" style="font-size: xx-large;">Jakarta (ANTARA News) -
Mantan Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri
(Menko Ekuin) Kwik Kian Gie mengatakan, APBN tak akan pernah pro rakyat karena
tingginya beban utang negara.<br>
<br>"APBN tak akan pernah pro rakyat sejak Pak Harto (Presiden Soeharto)
lengser, utang menyadera APBN," katanya saat diskusi di Megawati Institute di
Jakarta, Kamis.<br><br>Ia mengatakan, sejak krisis ekonomi yang melengserkan
Presiden Soeharto, utang Indonesia membengkak tajam, terutama untuk membiayai
krisis.<br>
<br>"Untuk utang dari obligasi rekapitulasi saja mencapai Rp430 triliun, belum
lagi bunga yang harus dibayar Rp600 triliun, jadi totalnya Rp1.030 triliun. Itu
baru obligasi rekapitulasi, belum BLBI," katanya.<br>
<br>Menurut dia, utang Indonesia terus membengkak. Begitu pula dengan
pembayaran
cicilan utang pokok dan bunga setiap tahunnya sangat membebani
APBN.<br><br>Pada
RAPBN 2011, cicilan untuk bunga utang saja telah mencapai Rp116,4 triliun,
lebih
tinggi hampir dua kali lipat dibandingkan dengan 2005 yang hanya Rp65,2
triliun.
Sementara total utang mencapai Rp1.600 triliun lebih.<br>
<br>"Itu baru cicilan bunganya saja. Kalau sama dengan pokoknya cicilan
mencapai
Rp240 triliun atau 25 persen APBN," katanya.<br><br>Ia menambahkan, bila 25
persen APBN terserap untuk utang, 50 persen lainnya digunakan untuk membayar
gaji pegawai negeri sipil, 25 persen lainnya digunakan untuk berbagai hal,
mulai
dari pembelian barang dan modal, perawatan hingga subsidi.<br>
<br>Hal ini telah membuat APBN sulit untuk pro rakyat. "Utangnya besar sekali,
sementara pemerintah terus menambah utang, baik luar negeri atau melalui utang
dalam negeri," jelasnya.<br><br>Menurut dia, APBN tidak akan pro rakyat bila
pemerintah tidak progresif dalam masalah utang. Ia mengatakan, selama ini kita
tidak pernah mau menegosiasikan utang dengan sungguh-sungguh.<br>
<br>"Kita ini penurut, mereka (pemberi utang) maunya apa, IMF maunya apa, Bank
Dunia maunya, apa kita nurut saja, lha kita ini memang negara yang baik versi
mereka. Kita ini juga penakut, ditakuti sedikit takut," katanya.<br>
<br>Padahal, menurut dia, kalau utang-utang tersebut tidak di negosiasikan
kembali atau bahkan meminta agar utang dimoratorium (dihapuskan), maka dana
sosial untuk kesejahteraan rakyat dipastikan akan terus berkurang.<br>
<br>"Ini masalah keberanian, masalah ketegasan, berani tidak pemerintah kita
minta negosiasi lagi," katanya.</span></b><br></div></div></div></div><div
class="hq gt" style="margin: 5px 15px 15px; font-size: 13px; clear: both;">
<div class="hp" style="border-top: 2px solid rgb(204, 204, 204); width: 291px;
height: 0px;"></div><div class="ho" style="margin: 5px 0px 0px 5px;">
</div><table class="cf hr" style="margin: 8px 0px 0px 5px; border-collapse:
collapse;" cellpadding="0"><tbody><tr><td class="hw" style="margin: 0px;
font-family: arial,sans-serif; vertical-align: middle; padding-right: 7px;">
<td style="margin: 0px; font-family:
arial,sans-serif;"><b>kwik-kian-gie.jpg</b><br>10K <span><a
rel="nofollow" target="_blank"
href="http://mail.google.com/mail/?ui=2&ik=6a16306a71&view=att&th=12ab1be23a8c7d07&attid=0.1&disp=inline&zw"
style="color: rgb(53, 66, 88);">View Download
</tr></tbody></table></div></span><font class="Apple-style-span"
color="#ff0000"><b>27/08/2010</b></font><br><font style="background-color:
rgb(192, 192, 192);"><font size="4" color="#663366"><strong><font face="comic
sans ms,sans-serif">Anwari Doel Arnowo</font><br>
</strong></font><a rel="nofollow" ymailto="mailto:[email protected]"
target="_blank"
href="mailto:[email protected]">[email protected]</a>
<br></font><font style="background-color: rgb(192, 192, 192);"><font size="4"
color="#000099">Toronto - Canada<br></font><br></font><br>
</div>
<p></p>
-- <br>
You received this message because you are subscribed to the Google Groups
"ClubSixty" group.<br>
To post to this group, send email to [email protected].<br>
To unsubscribe from this group, send email to
[email protected].<br><span><span>
For more options, visit this group at <a target="_blank"
href="http://groups.google.com/group/clubsixty?hl=en">http://groups.google.com/group/clubsixty?hl=en</a>.</span></span><br>
</div></div>
</div><br>
</div></div>
</div><br>
</body></html>
--0-1658214977-1282962891=:21696--