Pasukan ditarik dr Irak karena sdah dpt ceruk baru yaitu Afghanistan; sumber opium! Lebih berlipat untungnya sambil menyebar "racun narkoba" ke berbagai belahan dunia! Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected]: Wed, 1 Sep 2010 12:38:56 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [indonesia] Re: Obama Tarik Pasukan AS dari Iraq 31 Agustus 2010. PelajaranSejarah: Perang membawa Sengsara. Bagaimana Prospek Indonesia-Malaysia? Perang utk mutar duit bisnis senjata. Jg bisnis kontraktor bangunan sipil, mekanik, listrik, air, jalan,infrastruktur lainnya, dll dpt order gede. Jg bisnis obat2an farmasi. Dan msh ada lg. Kira2 siapa yg di untungkan dr perang irak kemarin ya? apakah pasukan dtarik/perang berhenti, BEP sdh tercapai atau sdh proyek 'perang' untung? Siapa yg akan gugat pihak2 yg dpt keuntungan dr proyek perang ini? Atau hal ini di anggap wajar2 aja? Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: S Roestam <[email protected]> Sender: [email protected]: Wed, 1 Sep 2010 17:19:40 To: <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [indonesia] Obama Tarik Pasukan AS dari Iraq 31 Agustus 2010. Pelajaran Sejarah: Perang membawa Sengsara. Bagaimana Prospek Indonesia-Malaysia? Kawan Anggota Milis Yth, Presiden AS Barack Hussein Obama, sesuai janji beliau saat kampanye Presiden AS tahun 2008, akhirnya memenuhi janjinya untuk menarik Pasukan AS dari Iraq tanggal 31 Agustus 2010. Sisa sekitar 50.000 pasukan AS hanya diberi tugas untuk menjaga keamanan personnel asing, gedung dan sarana perkantoran di Iraq, bukan lagi melakukan tugas tempur. Apakah hasil dari Perang Iraq tanggal 20 Maret 2003 - 1 Mei 2003, serta pendudukan negara Iraq selama 7 tahun oleh Pasukan AS dan negara- negara sekutunya? Hasilnya adalah terbunuhnya ratusan ribu rakyat Irak yang tak berdosa, serta tewasnya anggota pasukan AS sejumlah 4.400 orang. Saat Perang Irak akan dimulai, saya mendukung usul Wakil Perdana Menteri Irak, Taha Yassin Ramadhan, yang mengusulkan agar Sekjen PBB Kofi Annand menjadi juri duel antara Presiden AS George W. Bush dengan Presiden Irak Saddam Hussein di wilayah yang netral, dari pada AS menggempur Negeri Iraq yang akan menelan biaya mahal serta kematian orang-orang yang tidak berdosa. Saya berinisiatif mengirim email dalam bahasa Inggris ke BBC London dan 5 Pemimpin Dunia saat itu, yaitu: 1. Kanselir Jrman Gerhard Schroder, 2. Presiden Perancis Jacques Chirac, 3. Perdana Menteri Inggris Gordon Brown, 4. Perdana Menteri Malaysia Mahatir Muhammad. Dari 5 email itu, hanya dua yang mendapat jawaban, yaitu Kantor PM Malaysia dan Kantor Kanselir Jerman, yang berjanji akan meneruskan kepada beliau-beliau itu. Isi email saya intinya menyatakan bahwa kita ini adalah manusia-manusia yang sudah beradab (civilized people), sehingga tidak lazim lagi menyelesaikan pertikaian antar bangsa melalui perang, tetapi hendaknya melalui perundingan diplomatik. Kemudian saran saya, mirip dengan saran Wakil PM Irak, yaitu agar diadakan duel tangan kosong antara Presiden AS George Bush dangan Presiden Saddam Hussein dari Irak di Swiss, sebuah negara yang dikenal netral. Siapa yang kalah harus turun dari jabatan Presiden-nya, sebab hal ini sangat sesuai dengan keinginan Presiden Bush saat itu, yang menyatakan bahwa Ia hanya ingin menggulingkan Presiden Saddam Hussein, karena Ia tidak bermusuhan dengan Rakyat Irak. Isi email saya itu sempat dipajang di situs berita milik seorang wartawan Indonesia yang bekerja di Tokyo, Richard Susilo, dengan situsnya http://www.suratkabar.com, lengkap dengan pasfoto saya. Saya kaget saat membacanya, dan segera saya email pak Richard untuk segera menghapus berita itu, sebab saya khawatir bakalan tidak akan pernah dapat visa ke AS, gara-gara berita itu. Situs itu sekarang masih ada, namun sudah berubah menjadi situs untuk promosi bisnis di Jepang. Kesimpulannya, kita semua perlu belajar dari sejarah. Untuk menyelesaikan sengketa antar negara, bukan lagi dengan cara berperang yang akan membuat sengsara rakyat kedua-belah pihak. Kita adalah ummat yang sudah beradab, maka hendaknya lebih mengedepankan akal dan pikiran untuk berdebat dan berdiskusi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan. Semoga pelajaran sejarah ini dapat kita terapkan dalam menyelesaikan masalah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia, yang sebentar lagi kita akan mendengarkan penjelasan dari Bapak Presiden R.I. Susilo Bambang Yudhoyono malam ini. Semoga bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara. Wassalam, S Roestam http://presidenku.com -- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better : http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt ���fڕ�]jV����i���)ޮ�z�����j'Z�)f��^�z%��z�Z��"�Ʋjxjy��������K�Ț���zh�y��j�jwn�&�jv��*ڴ�ߢ����h����)b��ݢw��������i��nnw�������z�ߊW��h���b��'zȚ�w��
