Kawan2 Milis Yth, Pendeta Terry Jones
Pendeta Terry Jones dari gereja kecil di Gainsville, Florida, Amerika Serikat akhirnya membatalkan rencaan pembakaran 200 Al Qur'an setelah adanya protest-protest keras dari berbagai tokoh Internasional, termasuk Presiden SBY dari Indonesia, Presiden Hamid Karzai dari Afganistan, Paus Benedict XVI dari Roma, Italia, Presiden Barack Obama dari AS, Sekjen PBB Ban Ki-moon, Menlu AS Hillary Clinton, dan lainnya. Pendeta yang telah membuat heboh di seluruh dunia dan telah menimbulkan demonstrasi besar di Afganistan sehingga menimbulkan satu orang korban meninggal dunia itu dengan enteng menyatakan bahwa ia dan gerejanya tidak akan lagi kapanpun untuk melakukan pembakaran Al Qur'an seperti yang direncanakannya semula. Ia merasa bahwa Tuhan telah menyuruhnya untuk menghentikan rencana pembakaran Al Qur'an itu. Pada hari Sabtu malam 11 September 2010 ia menyelinap terbang ke New York, dan mengatakan bahwa ia ingin berbicara kepada Imam Abdul Rauf yang berencana untuk membangun sebuah masjid di dekat Ground Zero, New York, namun ia menyatakan belum ada janji untuk pertemuan dengan Imam tersebut. Tanpa menyatakan penyesalan dirinya atas kehebohan yang dibuatnya, ia menyatakan tidak ada rencana untuk pembakaran Al Qur'an lagi, sebab menurutnya tujuan untuk menyadarkan dunia tentang agama Islam sudah tercapai. Silahkan ditanggapi. Wassalam, S Roestam http://presidenku.com
