Satu lagi "ekonom feui yg tidak mau disebut namanya" itu siapa ya?
Rasanya saya kenal semua ekonom feui dan yg familiar dg WB ngga terlalu banyak, 
dan so far semua baik2 saja ga kurang kerjaan buat menggosipkan keburukan SMI 
di sana :))

Bahkan saya dengar SMI mendapat tugas tambahan di WB untuk "mengawasi" 
Independent evaluation office dan divisi Integrity. 

Kalau ingin menonjolkan seseorang kenapa ngga kampanyekan aja kehebatan org tsb 
ya, daripada cari cara menjatuhkan kompetitor. 

Salam positif,

Fau
iFaumobile™

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]: Thu, 7 Oct 2010 03:08:14 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [indonesia] Re: Inilah ''Prestasi Buruk'' Sri Mulyani di World Bank

Mungkin yg dimaksud adalah Imaduddin Abdulrahim, namun beliau kan sudah wafat 
jauh hari sebelum bu SMI pindah ke WB. Kesimpulan saya juga informasi ini hoax 
saja. 

Wass. DZA. 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]: Thu, 7 Oct 2010 04:26:19 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [indonesia] Re: Inilah ''Prestasi Buruk'' Sri Mulyani di World Bank


Selain itu juga narasumbernya kok anonim semua, tidak ada bedanya dengan pos 
kota.
Insinyur abdulrachim itu siapa ya, aktivis pergerakan kok analisisnya "kata 
orang"?




Sent from my XL BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Nursalim Hadi <[email protected]>
Sender: [email protected]: Wed, 6 Oct 2010 15:52:41 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [indonesia] Re: Inilah ''Prestasi Buruk'' Sri Mulyani di World Bank

Kok artikel ini gak menjelaskan "prestasi" Sri Muljani di WB atau prestasi
Ngozi Okonjo-Iweala di WB?

Kalau membandingkan prestasi sekolah dan kegiatan sebelum masuk WB ya gak
relevan dengan tujuan artikel.
Kalau bandingin sekolah ya dari dulu-dulu lah ditulis, masak baru tahu
sekarang, kan SMI dah lulus 1993 dan Ngozi Okonjo-Iweala tahun 1980-an. Yang
sama ialah SMI dan Ngozi Okonjo-Iweala sama-sama mengundurkan dari sebagai
Menteri keuangan sebelum habis masa jabatannya :) Rupanya nasib dua orang
yang berpretasi bagus ini sama saja, tidak diperlukan oleh negara
masing-masing, setidaknya oleh sang presiden :}

Kembali ke artikel tadi...di depan-depannya kan bilang begini:

"Sebagai Managing Director di Wolrd Bank, prestasi kerja
Sri Mulyani di Bank Dunia ternyata tidak sebaik yang diharapkan.
Terbukti, dari segi  leadership, analisa, konsep, administrasi managerial
dan  kinerjanya, prestasi Sri Mulyani Indrawati (SMI) kalah di bawah
Direktur Eksekutif yang lain yakni adalah  Ngozi Okonjo-Iweala  (
dari Nigeria ) ..."

Mana penjelasannya " prestasi kerja Sri Mulyani di Bank Dunia"  ???

SMI baru saja masuk ke WB  Juni 2010 yl,  dan Ngozi Okonjo-Iweala masuk ke
WB October 2007.
Prestasi selama 4 bulan mau dibandingkan dengan prestasi selama 36 bulan?
Belum lagi di artikel itu gak dijelaskan apa-apa yang dikerjakan masing2
selama 4 bulan dan 36 bulan itu.

Kumaha atuh? Kayaknya aku setuju sama mbak Fau soal black campaign :)


Nursalim





2010/10/6 fauziah <[email protected]>

> Hehehe.. Black campaign.
> Keliatan banget ketakutan dg gerakan srimulyani.net baru2 ini.
>
> Betapa bisa memalukan perbuatan seseorang ya, ketika nafsu mengalahkan
> integritas diri sendiri.
>
> -fau
>
>
> iFaumobile™
>
> -----Original Message-----
> From: "s.Rahardjo" <[email protected]>
> Sender: [email protected]: Wed, 6 Oct 2010 16:33:35
> To: <[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: [indonesia]   Inilah ''Prestasi Buruk'' Sri Mulyani di World Bank
>
> FYI, dari milist tetangga
>
> SR
>
>
>
>
> http://www.rimanews.com/read/20101003/3168/inilah-''prestasi-buruk''-sri-mul
> yani-di-world-bank?sms_ss=yahoomail<http://www.rimanews.com/read/20101003/3168/inilah-%27%27prestasi-buruk%27%27-sri-mul%0Ayani-di-world-bank?sms_ss=yahoomail>
>
> Inilah ''Prestasi Buruk'' Sri Mulyani di World Bank
>
>
>
> WASHINGTON,RIMANEWS- Sebagai Managing Director di Wolrd Bank, prestasi
> kerja
> Sri Mulyani di Bank Dunia ternyata tidak sebaik yang diharapkan. Terbukti,
> dari
> segi  leadership, analisa, konsep, administrasi managerial
> dan  kinerjanya, prestasi Sri Mulyani Indrawati (SMI) kalah di bawah
> Direktur Eksekutif yang lain yakni adalah  Ngozi Okonjo-Iweala  (
> dari Nigeria ) dan Graeme Wheeler ( dari New Zealand ) yang segera
> digantikan
> oleh  Mahmoud Mohieldin (dari Mesir).
>
> '' Saya menduga , barangkali itulah alasan sebenarnya mengapa Sri Mulyani
> ingin kembali ke Indonesia,karena di World Bank dia mungkin tidak kerasan
> lagi  lantaran kalah wibawa dan prestasi dengan para managing director
> lainnya. Kalau di sini kan
> banyak media yang mudah membesar-besarkannya,'' kata seorang ekonom UI
> yang enggan disebut namanya.
>
> Terbetik berita dari sumber yang sangat bisa dipercaya di World Bank
> Washington DC, bahwa  ternyata Prestasi dan kemampuannya jauh dibawah dua
> (2) Managing Director Bank Dunia yang sejajar dengannya  ( di Bank Dunia
> ada tiga (3) Managing Director ( MD ), dua (2)  Senior Vice President dan
> tiga (3) Vice President  yang kedudukannya sejajar dan dua (2) Vice
> President yang merupakan staf dari Robert Zoellick, President Bank Dunia ).
>
> Ada pun dua (2)  MD yang lain adalah  Ngozi Okonjo-Iweala  (
> dari Nigeria ) dan Graeme Wheeler ( dari New Zealand ) yang segera
> digantikan
> oleh  Mahmoud Mohieldin ( dari Mesir ).
>
> Berita tersebut  tentu tidak kami percayai begitu saja dan mendorong
> kami untuk mengetahui lebih jauh  tentang para MD lain dari Bank Dunia
> yang prestasinya diatas Sri Mulyani.
>
> Dr Ngozi Okonjo-Iweala  dari Nigeria ,yang ditunjuk menjadi  Menteri
> Keuangan ( 2003 ) dan Menteri Luar Negeri Nigeria ( 2006 ) ternyata lulus
> S1
> dari  Harvard University USA  dengan predikat  Magna Cum Laude
> 1977 dan mendapatkan gelar PhD dari  Massachusetts Institut of Technology
> ( MIT ) dalam  Ekonomi Regional dan Pembangunan . Ayahnya seorang Profesor
> Ekonomi ( Chukuka Okonjo ) yang mendalami  Statistik Matematik dan menjadi
> anggota dari  Asosiasi Matematik Jerman. Putri sulungnya , Onyinye Iweala
> , lulus PhD dari Harvard University USA dalam bidang Experimental Pathology
> tahun 2008 dan  Harvard Medical School  tahun 2010.
>
> Sebelum ditunjuk menjadi Menteri Keuangan Nigeria 2003 , DR Ngozi
> Okonjo-Iweala
> adalah Vice President dan Corporate Secretary  Bank Dunia. Dia juga
> mendapat penghargaan sebagai Global Finance Minister of the Year 2005 dari
> Majalah Euromoney dan juga penghargaan  dari Financial
> Times/The Banker 2005. Dia mendapat 5 buah gelar Doctor Honoris Causa dari
> Perguruan Tinggi di USA ( 3 buah ), Irlandia ( 1 buah ) dan Jamaica ( 1
> buah
> ).
>
> Dengan sederet  prestasi dan pengalaman kerja yang seperti itu
> sangatlah mudah dimengerti bahwa prestasi kerjanya  sebagai Managing
> Director Bank Dunia jauh diatas Sri Mulyani Indrawati (SMI), walaupun SMI
> juga
> pernah menjadi Direktur Eksekutif  IMF Asia Tenggara ( 2002-2004) ,
> Menteri/Kepala Bappenas ( 2004-2005) dan Menteri Keuangan ( 2005-2010 ),
> dan
> hanya pernah mendapat penghargaan dari majalah Euromoney Asia, bukan
> Euromoney
> (yang kelas dunia internasonal-red).
>
> '' Kita sudah mendengar dari sahabat yang bekerja di Bank Dunia, dari segi
> leadership, analisa, konsep, administrasi managerial dan
> kinerjanya, di World Bank Sri Mulyani yang  lulusan Illinois itu,
> ternyata kalah berat dibanding Ngozi Okonjo-Iweala yang lulusan Harvard dan
> MIT,'' kata Ir.Abdulrachim, alumnus ITB dan aktivis gerakan mahasiswa
> 1977-78
> yang juga peneliti ekonomi di Komite Bangkit Indonesia.
>
> Pada Oktober 2005 , Dr Ngozi Okonjo-Iweala sebagai Menteri Keuangan
> sukses memimpin  Tim negosiasi  hutang Pemerintah Nigeria
> dengan  Paris Club , dengan hasilnya adalah dihapuskannya hutang pokok
> Nigeria sebesar  $ 18 Milyard (  Rp 162 Trilyun ). Sebagai gantinya Nigeria
> membayar lunas  $ 12 Milyard
> (  Rp 108 Trilyun ) yang  merupakan sebagian dari hutang Nigeria .
> Sebelumnya Nigeria
> selalu membayar hutangnya $ 1 Milyard setiap tahunnya, tetapi  tidak
> mengurangi pokok hutangnya secara berarti. Dengan berhasilnya mengurangi
> pokok
> hutang bagi Nigeria
> sangat terlihat rasa Nasionalisme dan pengabdian kepada negaranya,
> walaupun  dia sebelumnya bekerja sebagai Vice President Bank Dunia.
>
> Hal ini kalau dibandingkan dengan Sri Mulyani justru bertentangan sekali.
> Pada
> waktu menjadi Menteri Keuangan  selama  4 tahun 7 bulan , Sri Mulyani
> (Doktor Ilmu Ekonomi lulusan Universitas Illinois, AS) malahan membuat
> tambahan
> hutang RI besar sekali, sekitar Rp 400 Trilyun ( $ 36 Milyard ) , jauh
> lebih
> besar dari  separoh  hutang luar negeri RI yang dibuat Orde
> Baru  selama 32 tahun sampai dengan Maret 98  (  $ 65,57 Milyard
> , berarti separohnya sama dengan $ 32,785 Milyard ).
>
> Hal ini sangat memprihatinkan , karena akan sangat membebani Negara
> RI selama puluhan tahun , dan akan sangat
> menguntungkan negara-negara kreditor yang akan terus menerus mendapatkan
> kekuatan untuk mendikte ekonomi Indonesia
> ke depan. Di sinilah sangat terlihat bagaimana rendahnya rasa Nasionalisme
> Sri
> Mulyani dan dapat dipertanyakan kesetiaannya kepada bangsa dan negara.
> Betapa
> jauh bedanya dengan kesetiaan Dr Ngozi Okonja-Iweala kepada bangsa dan
> negaranya, Nigeria.
>
> Itulah ''hipokrisi politik  imagologi'' Sri Mulyani yang berbuat
> skandal Century: sudah membebani rakyat kita dengan utang luar negeri dan
> prestasinya buruk di World Bank, masih juga membuat situs ''srimulyani.net
> ''
> yang dikelola koleganya untuk ''mencuci dosa dan membersihkan citra''
> dirinya,
> yang sebenarnya justru menambah beban masalah bagi bangsa kita dan dirinya
> sendiri pula. .(BY)
>
>
>
>
>

Kirim email ke