Jadi monggo ganti ke B2W mas .. sepeda sehat gitu kho .... .. he .. he .. he
..

2010/10/7 Sumitro Roestam <[email protected]>

> Pak Bandung,
>
> Yg kena dampaknya juga yh pakai sepeda motor.... Tarif jadi Rp 5.000
>
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> Teruuusss...!
> ------------------------------
> *From: *Bandung Winardijanto <[email protected]>
> *Sender: *[email protected]
> *Date: *Thu, 7 Oct 2010 11:04:45 +0700
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: *[email protected]
> *Subject: *[indonesia] Re: Pemerintah DKI Jakarta akan menaikkan Tarif
> Parkir menjadi Rp10.000 per jam. Tidak adakah cara yg lebih cerdas?
>
> Tarif Parkir naik ... lalu pasti di ikuti protes dan claim ... beban hiduo
> masyarakat Naik .!!!!!!
> Sebenar nya Masyarakat yang mana yang beban hidup nya naik ... ?? ..
> seperti nya yang akan kena imbas dan protes
> adalah bagian masyarakat (tak seluruh nya) yang mempunyai mobil.
> Nah yang gak punya mobil .. ?? umum nya hanya diam dan pasarah .. krn toh
> tdk perlu risau ... lha wong gak ada yang bisa di tarikin uang parkir ..
> sing ada ya sepeda ontel dan sikil jalan kaki aja.
> So ...??? tarif parkir tuk maik ... ya masayarakat banyak hanya senyum
> kecut saja .. yang bingung yang masyarakat bermobil kok
> 2010/10/7 S Roestam <[email protected]>
>
>> Kawan2 Anggota Milis Yth,
>>
>> Pemerintah DKI Jakarta akan menerapkan Sistem Zonasi sebagai upaya
>> realisasi pelaksanaan peningkatan tarif parkir di kawasan DKI Jakarta
>> hingga lima kali lipat. Mereka tengah mengkaji persiapannya yang akan
>> menghasilkan mekanisme kebijakan yang dinilai efektif.
>>
>> Zonasi ini akan diterapkan di pusat-pusat kegiatan, sehingga area
>> jalan yang terpakai untuk parkir akan berkurang. Mereka memperkirakan
>> bahwa pemakaian area jalan untuk parkir yang tidak tertata sebelumnya
>> telah menimbulkan kerugian sebesar US$900 juta bagi para pengguna jalan
>> itu, karena kemacetan lalu-lintas yang ditimbulkannya.
>>
>> Selain mengurangi kendaraan yang terparkir, Pemerintah DKI memperoleh
>> Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 20% dari omzet pengelola gedung
>> parkir. Dengan tarif parkir sebesar Rp 2000,- maka Pemerintah DKI
>> Jakarta memperoleh Rp 400 per kendaraan. Jika tarif parkir dinaikkan
>> sebesar Rp 10.000,- maka PAD Pemerintah DKI Jakarta akan meningkat pula
>> sebesar lima kali lipatnya atau Rp 2000,- per kendaraan per jam.
>>
>> Namun tidakkah Pemerintah DKI Jakarta memikirkan beban biaya tambahan
>> yang harus ditanggung oleh Masyarakat? Apakah semua solusi permasalahan
>> harus dilakukan melalui penambahan beban biaya hidup masyarakat?
>>
>> Tidak adakah solusi yang lebih cerdas, tanpa membebani biaya hidup
>> Rakyat Indonesia, seperti dengan penerapan Gerakan Nasional Telework
>> atau National Telework Initiative yang dapat dilakukan serentak dalam
>> waktu singkat untuk memberikan dampak yang nyata terhadap permasalahan
>> kemacetan lalu-lintas, penuhnya tempat-tempat parkir, dan meningkatnya
>> kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat makin lamanya waktu
>> perjalanan yang harus ditempuh.
>>
>> Marilah kita dukung Gerakan Nasional Telework (GNT) atau National
>> Telework Initiative (NTI) dengan melaksanakannya di tempat kerja masing-
>> masing secara serempak dalam waktu yang tidak terlalu lama.
>>
>> Silahkan diberikan tanggapan yang positif dan kreatif demi kemajuan
>> bangsa dan negara.
>>
>> Wassalam,
>> S Roestam
>> Gerakan Nasional Telework (GNT)
>> http://teleworkings.blogspot.com
>>
>> --
>> Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
>> kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan
>> akhirat.
>>
>> Info pengelolaan milis Indonesia next better :
>> http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
>>
>
>

Kirim email ke