Itu lah masalah nya pak
sejak 2004 , 802.16d sdh bukan draft lagi (udh release)
karena itu saya bilang buat apa bikin 802.16d yg jelas-jelas tdk di
support oleh vendor di dunia
buang buang duit aja ....:-)
On 10/24/2010 8:26 PM, Sumitro Roestam wrote:
Pak Adi dan Kawan2 yth,
1. Setahu saya keputusan standar 16d indonesia dibuat thn 2008,
padahal thn 2005 WiMAX Forum sudah menyatakan menghentikan
pengembangannya dan mengganti dgn 16e yg TIDAK BACKWARD COMPATIBLE dgn
16d.
2. Kalau sikon berubah, mengapa kita tidak boleh mengubah peraturan
itu, karena ada resiko finansial yg besar (gagal), dan tidak ada
Roadmap Teknologi dan Layanan (pelanggan/masyarakat dirugikan, sudah
bayar mahal, produk dan layanannya inferior, dan tidak ada jaminan
penggunaannya, sebab kalau operator pilih teknologi yg lebih maju,
maka CPE-nya harus ganti baru)
3. Memilih 16e jauh lebih baik dari pada 16d, sebab produk lebih
banyak fitur2nya, harga lebih murah karena didukung ecosystem
industri, serta punya Roadmap Teknologi dan Layanan menuju ke 16m dan
LTE Advanced.
4. Kalau mau pilih 16m langsung atau LTE, maka harus tunggu beberapa
tahun lagi, sebab belum ada yg siap komersiil made in Indonesia. Untuk
LTE maka kita harus bayar lisensi atau patent, sebab itu produk
proprietary. Sedangkan sekarang sudah siap 7-vendor lokal yg siap
supply 16e.
Kenapa tidak segera memutuskan mengadopsi standar 16e, because window
of opportunity WiMAX is closing fast....
Wassalam,
S Roes tam