Basuki ... industri dalam negeri saat 802.16d release karena masih berada di level industri integrasi. Chipset nya beli dari luar ... development board nya beli ... lalu assembling ... dan manufaktur.
Baru disitu tahapan yg mampu. Kalau mereka diminta mengembangkan 16e yg belum release ... lha siapa yg mau jual chipset 16e nya???? Harus tahu bagaimana struktur industri TIK ini ... . Ini saya kasih penjelasannya: 1. Industri Konten (ini yg paling atas) 2. Industri Aplikasi (mostly SW) 3. Industri Layanan Akses (macam ISP) 4. Industri Infrastruktur Jaringan (macam NSP) 5. Industri Sistem Integrator (ini yg biasa jadi tukang install) ... kita jago lah disini 6. Industri Manufaktur Perangkat (ini perlu pasokan komponen seperti chipset dsbnya) ... ini industri dalam negeri yg sedang di "bantu" dalam kasus BWA ini. 7. Industri Komponen dan Sub-Sistem (ini yg memproduksi komponen, termasuk chipset) ... paling lemah di Indonesia. 8. Industri Material (ini di bawahnya komponen ... misal Silicon Wafer) ... nggak ada di Indonesia ... 9. Industri SDA (ini bahan dasar Silicon) ... mungkin ada di Indonesia .... eksport pasir silika ... nilai tambah paling kecil .. Dgn mengikuti struktur industri seperti ini ... maka lebih mudah menjelaskan ... industri di level mana yg mau dibantu. Kalau industri infrastruktur jaringan kan sudah berkembang cukup lama. Lha Telkom, Telkomsel, XL, dsbnya ... itu ada di sini. Mau dikasih insentif apa lagi ... wong sudah berkembang kok. Di bawahnya itu yg masih perlu bantuan pemerintah. Tugas pemerintah ya itu ... membantu sektor yg lemah ... agar ekosistem secara keseluruhan lengkap! Jadi ini bukan masalah sekedar standar dan teknologi ... more than that ... . Dan kita juga sebagai alumni ITB ... jangan sempit melihat masalahnya .... . Nah .... saya mau tanya nih ke rekan2 di sini ... strategi apa yg diperlukan Indonesia agar ekosistem industri2 tersebut bisa tumbuh? salam, -ai- 2010/10/25 Basuki Suhardiman <[email protected]> > > > > Itu lah masalah nya pak > sejak 2004 , 802.16d sdh bukan draft lagi (udh release) > karena itu saya bilang buat apa bikin 802.16d yg jelas-jelas tdk di support > oleh vendor di dunia > buang buang duit aja ....:-) > > > > On 10/24/2010 8:26 PM, Sumitro Roestam wrote: > > Pak Adi dan Kawan2 yth, > > 1. Setahu saya keputusan standar 16d indonesia dibuat thn 2008, padahal thn > 2005 WiMAX Forum sudah menyatakan menghentikan pengembangannya dan mengganti > dgn 16e yg TIDAK BACKWARD COMPATIBLE dgn 16d. > > 2. Kalau sikon berubah, mengapa kita tidak boleh mengubah peraturan itu, > karena ada resiko finansial yg besar (gagal), dan tidak ada Roadmap > Teknologi dan Layanan (pelanggan/masyarakat dirugikan, sudah bayar mahal, > produk dan layanannya inferior, dan tidak ada jaminan penggunaannya, sebab > kalau operator pilih teknologi yg lebih maju, maka CPE-nya harus ganti baru) > > 3. Memilih 16e jauh lebih baik dari pada 16d, sebab produk lebih banyak > fitur2nya, harga lebih murah karena didukung ecosystem industri, serta punya > Roadmap Teknologi dan Layanan menuju ke 16m dan LTE Advanced. > > 4. Kalau mau pilih 16m langsung atau LTE, maka harus tunggu beberapa tahun > lagi, sebab belum ada yg siap komersiil made in Indonesia. Untuk LTE maka > kita harus bayar lisensi atau patent, sebab itu produk proprietary. > Sedangkan sekarang sudah siap 7-vendor lokal yg siap supply 16e. > > Kenapa tidak segera memutuskan mengadopsi standar 16e, because window of > opportunity WiMAX is closing fast.... > > Wassalam, > S Roes tam > > >
