Kawan2 Anggota Milis Yth,

Jaringan Mobile Broadband saat ini telah berhasil menghubungkan 5 Milyar 
Pengguna di Dunia dari 6 Milyar Manusia. Tinggal 1-Milyar lagi manusia yang 
harus dihubungkan dengan Jaringan Mobile Broadband, dimana mereka umumnya 
adalah masyarakat dengan penghasilan yang minimal, atau dibawah garis 
kemiskinan yang menurut PBB nilainya adalah US$2,50 per hari (Rp 23.000 per 
hari) untuk sekadar cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok makan dan minum.

Bagaimana cara atau strategi-nya untuk menambah jumlah pengguna Telpon Seluler 
bagi mereka-mereka yang penghasilannya sangat minim ini? Strategi-nya sudah 
tercantum dalam judul artikel ini, yaitu Meaningful SMS, Meaningful Internet 
dan Meaningful Broadband. Ini sangat jelas, sebab kalau yang dipakai bukan 
strategi ini, maka tiap penambahan jumlah pengguna Telpon Seluler dari kalangan 
miskin ini malah akan makin menambah kemiskinan mereka, mereka akan semakin 
kurus, sebab uang yang seharusnya mereka pakai untuk membeli kebutuhan pokok 
makan dan minum mereka dikurangi untuk beli pulsa Telpon Seluler.

Yang paling aman adalah dengan tidak menawarkan Layanan Telpon Seluler bagi 
Rakyat Miskin ini. Tetapi dampaknya adalah para Operator Telpon Seluler ini 
akan makin berkurang Revenue mereka, perusahaan-perusahaan itu akan makin 
mundur karena berkurang penghasilannya, dan akhirnya akan merugi atau bangkrut.

Strategi yang dilakukan oleh mayoritas Operator Seluler Indonesia adalah dengan 
memberikan iming-iming hadiah atau keuntungan kepada para pelanggan/calon 
pelanggan, agar mereka terus menggunakan Telpon Seluler mereka, misalnya gratis 
setelah 3-menit, dapat hadiah pulsa, SMS, dll, yang ujung-ujungnya para 
pelanggan itu terus saja membeli pulsa isi ulang dan menggunakan perangkat 
Telpon Seluler-nya untuk berkomunikasi dengan siapa saja, tanpa tujuan dan 
manfat yang kelas. Untuk yang memakai perangkat HP yang lebih canggih 
(Smartphone) maka mereka terus saja chatting di YM, BBM, Fecebook dan Twitter, 
tentang apa saja yang kira-kira akan mendapat tanggapan dari kawan-kawannya, 
dan memperoleh pujian (narsis).

Ini adalah sebuah strategi yang keliru, dimana strategi yang lebih tepat adalah 
dengan Meaningful SMS, Meaningful Internet dan Meaningful Broadband, dalam arti 
kata, mereka-mereka yang menggunakan SMS, Internet dan Broadband akan 
mendapatkan manfaat, keuntungan atau penghasilan finansial, sehingga pada 
akhirnya mereka bukannya tambah miskin, tetapi akan bertambah kaya, 
meningkatkan taraf hidup mereka.

Ini adalah hipotesa atau data empiris yang sudah banyak kita ketahui 
berdasarkan pengukuran di berbagai negara di dunia, yaitu pertumbuhan penetrasi 
jaringan Internet sebesar 10% per tahun akan menghasilkan pertumbuhan GDP 
kumulatif sebesar 2,6% per tahun berurutan sampai 5-tahun kedepan. Hipotesa 
lainnya, pertumbuhan Broadband sebesar 10% akan menghasilkan pertumbuhan GDP 
sebesar 1%.

Strategi yang tepat adalah strategi "meaningful" tersebut diatas, bukan 
asal-asalan untuk mencapai target Revenue Operator tanpa mempedulikan nasib 
kehidupan para pelanggan Seluler itu.

Berikut ini adalah contoh-contoh Strategi Meaningful SMS, Internet dan 
Broadband yang telah sukses diterapkan di beberapa negara berkembang sbb:

   1. Dengan menggunakan teknologi pemograman BREW (Binary Runtime Environment 
for Wireless), India mengembangkan aplikasi Iklan Real Time via Ponsel yang 
dinamakan vBay, dimana para petani India dapat mengetahui harga komoditas 
pertanian di pasar, serta dapat menawarkan harga jual mereka kepada para 
pedagang atau pembeli langsung, tanpa perantara yang biasanya mengambil 
keuntungan terlalu besar. Dengan vBay dapat pula para pelanggan Ponsel untuk 
mencari lowongan kerja di India dan Negara-negara maju. Layanan ini tidak 
memerlukan jaringan canggih, cukup 2G atau 2.5G.
   2. Kerjasama antar Bakrie Telecom, Grameen Foundation dan PT RUMA di 
Indonesia, maka para entrepreneur Usaha Mikro (umumnya ibu-ibu rumahtangga) 
dapat memulai usaha waralaba Isi Ulang Pulsa, yang kemudian berkembang menjadi 
bisnis pencarian lowongan kerja, dan bisnis-bisnis lainnya hanya dengan 
menggunakan jaringan Seluler dan SMS, atau aplikasi yang lebih canggih 
menggunakan Software Java, dll.
   3. Di Srilanka, jaringan 3G HSDPA dimanfaatkan untuk menghubungkan bisnis 
Usaha Mikro dengan bisnis Dunia melalui Internet, untuk penjualan hasil bumi 
atau produk2 kerajinan asal Srilanka. Program ini dinamakan Easy Seva (Pinjaman 
mudah).
   4. Melaui jaringan KIVA (www.kiva.org), organisasi ini menawarkan kredit 
pinjaman dengan bunga lunak sejumlah maksimal US$ 250,- melalui mitra-mitra 
mereka di tiap negara berkembang, seperti di Indonesia, ada mitra Indonesia 
yang di Bali. Pendaftaran cukup melalui Internet, dan menggunakan pembayaran 
lewat Pay Pal dan Kartu Kredit.

Kesimpulannya, perluasan jaringan Nobile Wireless bagi masyarakat miskin 
hendaknya dilakukan bukan untuk menyedot uang rakyat miskin itu, tetapi 
hendaknya malah untuk memberdayakan mereka agar dapat meningkatkan pendapatan 
mereka lebih besar dari pada sebelum mereka menjadi pelangan jaringan Mobile 
Wireless.

Jadi disarankan agar para Operator Seluler Indonesia mencari innovasi-innovasi 
baru dengan bermitra dengan para mitra kerja yang sesuai untuk mengembangkan 
layanan baru yang dibundel untuk memberdayakan masyarakat miskin yang menjadi 
taget penambahan pelanggan mereka. Ini adalah kunci dari keberhasilan 
hipotesa-hipotesa yang tersebut diatas, bahwa pertumbuhan penetrasi 
Internet/Jaringan Mobile Wireless akan meningkatkan pertumbugan GDP Nasional 
Indonesia.

Silahkan ditanggapi.

Wassalam,
S Roestam
http://wirelesstekno.blogspot.com


Kirim email ke