Kawan2 Anggota Milis Yth,

Sebuah studi oleh Konsultan OVUM menunjukkan bahwa di 7-negara yang di-survey, 
yaitu India, Malaysia, Pakistan, Filipina, Rusia, Saudi Arabia, dan Afrika 
Selatan menunjukkan bahwa secara rata-rata bila diperhitungkan "Best Value for 
Money", maka layanan WiMAX masih menunjukkan keunggulannya untuk layanan data 
per 100 MB pada tingkat "enty-level" bila diperbandingkan layanan  yang sama 
oleh 3.xG HSPA dan oleh layanan DSL (kalau di Indonesia adalah ADSL Speedy 
TELKOM).

Hasil survey ini dapat dilihat pada Tabel disamping ini.

OVUM memberikan catatan bahwa di banyak negara berkembang, tarif 3.xG HSPA 
maupun DSL dipasang sangat tinggi oleh para operator (incumbent) karena mereka 
umumnya masih memiliki hak monopoli, sehingga mereka dapat menetapkan 
keuntungan setinggi mungkin.

Akibatnya penetrasi Broadband akan berjalan sangat lambat, sebab tarif-nya jauh 
diatas daya beli rakyat yang GDP-nya cukup rendah. Sebagai perbandingan, di 
negara-negara maju, tarif Broadband hanya berkisar sekitar 1-2% dari gaji 
bulanan warga biasa, sedangkan di beberapa negara berkembang, tarif Broadband 
mencapai lebih dari 100% gaji bulanan rakyat biasa di negeri itu. Itulah 
sebabnya "Digital Gap" di negara-negara berkembang makin bertambah besar saja.

Bagaimanakah perbandingan itu bagi Indonesia. Bila kita anggap WiMAX yang 
akhirnya dipakai Indonesia adalah WiMAX 16e seperti halnya di Malaysia dan 
negara-negara lain, maka harga modem USB dongle-nya adalah sekitar US$50 pada 
awalnya, dan akan turun ke US$30 setelah makin banyak pelanggannya. Harga ini 
masih sebanding dengan harga modem USB dongle HSPA Indosat M2 maupun TELKOMSEL.

Dari pengalaman di Operator WiMAX 16e P1 Malaysia, quota penggunaan data 
mencapai rata-rata 10MB per bulan. Oleh karena itu sebagai pembanding tarif 
HSPA di Indonesia dipakai tarif tertinggi IM2 sebesar Rp 900.000 per bulan 
seperti pada Tabel dibawah ini:







Sedangkan tarif pembanding layanan ADSL dipakai Tarif Layanan Executive Speedy 
TELKOM sebesar Rp 995.000 per bulan sebagaimana terlampir dibawah ini:











Keunggulan lain yang mungkin bisa diperoleh dari layanan WiMAX 16e di Indonesia 
dibandingkan dengan layanan HSPA maupun ADSL Speedy adalah karena sifatnya yang 
"best effort" maksimum 3,6 Mbps bagi HSPA dan 3 Mbps bagi Speedy, yang pada 
kenyataannya sering jauh dibawah angka-angka itu. Kanal WiMAX adalah dedicated 
untuk data, bukan bergabung dengan layanan Voice, sehingga ada kemungkinan 
lebih baik mutu layannnya.

Silahkan ditanggapi.
Semoga bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara.
Wassalam,
S Roestam
http://wirelesstekno.blogspot.com

Kirim email ke