AAS ke-71
dalam SEMINAR ON ISLAMIC EPISTEMOLOGY AND INTEGRATION OF KNOWLEDGE, SCIENTIFIC 
SIGNS IN AL-QURAN AND SUNNAH”
Prodi Fisika,
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Batusangkar Sumatera Barat
Sabtu, 13 Nopember 2010
 
Ada dua acara
09.00-12.30 AAS
13.30-16.30 Pelatihan Penentuan Arah Kiblat
 
Susunan Acara Pembukaan
        1. Kalam Ilahi
        2. Sambutan
i.                     Kaprodi Fisika, Bp Marjoni Imamora, MSc.
Beliau kutip statement AAS, ”AntiSains identik dengan Anti-Tuhan”
ii.                   Pembantu Ketua I, Bp Drs. Syahril Tanjung, MA.
STAIN Batusangkar dulunya adalah Fakultas Syariah IAIN Imam Bonjol. Sekarang 
punya 12 prodi dan 105 dosen tetap.
Acara seminar dan lokakarya hari ini diharapkan mampu memberi motivasi dan 
membuka wawasan civitas akademika STAIN khususnya mahasiswa agar tidak seperti 
katak dalam tempurung.
Dikotomi ilmu agama dan ilmu umum diperkenalkan oleh penjajah untuk memisahkan 
dan menjauhkan umat dari ilmu. Orang Islam harus mempelajari semua ilmu, 
sebagaimana perintah Nabi saw, ”utlubil ilma min al-mahdi ila al-lahdi” 
meskipun 
ilma di sini isim mufrad tetapi bermakana segala ilmu seperti kata 
al-hamdulillah, meski alhamdu mufrad tetapi tidak ada yang mengartikan satu 
pujian bagi Allah tetapi segala puji bagi Allah.
        1. Doa
Acara AAS dipandu ibu Novia Lizelwati, MPd.Fi.
Dari jumlah hadirin bisa tikatakan tidak terlalu banyak, sekitar 150 orang. 
Maklum saat itu ada 4 kegiatan yang berlangsung bersamaan dan  katanya semua 
dibuka oleh bapak Pembantu Ketua 1 STAIN Bp Drs Syahril Tanjung, MA., dan AAS 
yang dibuka pertama. Jumlah ini relatif bertahan sampai jam 16.30 sore.
Ketika presentasi AAS sedang berlangsung, listrik sempat mati dua kali yaitu 
ketika sampai pada gambar jahe hidayah dan gambar celana ketat.
Selesai presentasi hanya ada dua pertanyaan yang diijinkan mengingat waktu, dan 
lima pertanyaan disampaikan sesuai pelatihan falak penentuan arah kiblat. 
Pertanyaann tersebut
        1. dunia islam secara umum anti-ilmupengetahuan tetapi ada satu negara 
yang 
menonjol dalam ilmu pengetahuan sampai bisa ngembangkan nuklir, yaitu Iran. 
Tetapi negaraa Islam sendiri malah ikut menjauhi Iran, bagaimana solusinya?
        2. Terkait dengan bencana yang marak saat ini, agama menyatakan ini 
terjadi 
karena ulah dan kelalaian manusia sedangkan sains menyatakan negeri kita berada 
dalam sabuk gempa sehingga wajar terjadi. Bagaimana mendamaikan pandangan ini?
        3. Dalam agama disebutkan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk 
lakii. 
Bagaimana sains menjelaskan hal ini ?
        4. Sains itu sulit dan tidak menarik. Bagaimana al-Quran menceritakan 
tentang 
sains? Bagaimana caranya agar sains menjadi menarik atau kita tertarik pada 
sains?
        5. di buku ada sederetan angka panjang, bagaimana cara menentukan bahwa 
angka 
di hal ....itu adalah angka ganjil?
        6. apakah posisi Bumi bagian selatan katulistiwa mengalami keadaan 
siang terus 
menerus dalam tanggal yang sama?
        7. Apa atau bagaimana menggantikan teorii yang tadi disinggung 
bertabakan 
dengan agamag?
Jawaban atas pertanyaann tersebut
        1. bagaimanapun juga Iran adalah muslim meski syiah, mestinya kita 
lebih 
bersaudara. Kita kan bisa bersaudara dengan non-muslim mengapa tidak dengan 
yang 
muslim meski ada perbedaan politis dalam kepemimpinan pasca Rasul saw?
        2. Ada 3 kelalaian manusia khususnya para pemimpin dalam kasus musibah 
demi 
musibah yang kita alami.
i.                     bila sudah tahu daerah kita bergunungg bahkan rawan 
gempa 
karena ada di wilayah sabuk gempa mestinya perguruann tinggi kita punya jurusan 
geofisika, geologi dan sejenisnya. Ternyata khan tidak, nah ini kelalaian 
pertama
ii.                   bila sudah tahu daerahh tertentu rawan gempa atau bencana 
mestinya daerah itu dikosongkan dari hunian. Ternyata khan tidak, ini kelalaian 
kedua
iii.                  bila secara umum daerah kita rawan gempa maka konstruksi 
rumah juga harus dirancang yang aman gempa. Ternyata khan tidak, inilah 
kelalaian ketiga.
Kelalaian itu sepenuhnya tanggung jawab pemerintah, bahwa pemerintah telah 
melakukan tugas tapi khan belum seberapa dan masyarakat juga cenderung tidak 
percaya karena pemerintah belum mampu menciptakan kepercayaan kepada 
masyarakatnya sendiri. Contoh gampang, betapa tidak sedikit bantuan yang hilang 
tidak jelas, dan tidak ada tindakan tegas. 

Di Jepang ada fenomena alam yang dahsyat berlangsung setiap tahun di musim 
panas 
dan mampu memporak porandakan perumahan dan pepohonan. Fenomena itu adalah 
taifu, angin topan yang menghancurkan. Menariknya, taifu yang dalam satu musim 
bisa muncul sampai puluhan kali ini telah diidentifikasi dengan sangat baik, 
taifu nomor x akan muncul di laut dengan posisi sekian derajat bujur timur dan 
sekian derajat lintang utara, bergerak dengan kecepatan sekian ke arah ini 
denga 
ketinggian inti taifu sekian meter. Nah, pemerintah mengumumkan dan 
menghentikan 
transportasi khususnya kereta api cepat shinkansen ketika taifu melintas daerah 
terkait. Akibantnya, taifu sebagai fenomena alam tidak bisa dicegah tetapi 
korban manusia bisa dihindari.
Selain itu, sebenarnya kita juga masih bisa memindah atau menunda bencana 
dengan 
doa seperti kisah tiga orang yang terperangkap di dalam goa yang tertutup batu 
besar. Mereka tidak bisa memindahkan batu tersebut meski bersama. Akhirnya 
mereka mencoba mengingatt kebaikan masingg, dan sedikit demi sedikit batu besar 
penutu goa bisa digeser dan mereka bisa keluar goa. Peristiwa di luar jangkauan 
nalar ilmiah.
        1. itu bukan agama, tetapi ada dalam tafsir yang berasal dari ceritaa 
israiliyat. Nah. Kita gak perlu bahas secara ilmiah karena dasarnya bukan agama.
        2. al-Quran telah mengisyaratkan dengan 800 ayatnya tentang fenomena 
alam, jadi 
tidak seharusnya kita abaikan. Agar menjadi tertarik pada sains, baca dulu 
bukuu 
populer tentang sains, juga bukuu tentang para ilmuwan. Seperti buku Surely, 
You 
are joking Mr Feynman atau A Brief History of Time. Jangan yang teknis 
matematis 
dulu.
        3. lihat angka paling belakangnya, 1, 3, 5, 7 atau 9.
        4. tidak tetap, bergeser naik turun satu dua hari dalam satu tahun.
        5. idealnya kita bangun teori baru secara keseluruhan, tetapi saat ini 
teori 
atom kuantum telah menolak gagasan materi tidak dapat diciptakan atau 
dimusnahkan. Sekarang para ahli fisika menerima konsep partikel dan 
antipartikel, keduanya bila ketemu bisa musnah, dan keduanya bisa berawal dari 
ketiadaan partikel-antipartikel.
 
Jam 14 pelatihan falak dimulai, ada pengantar sebentar lalu praktek di lapangan 
agar matahari tidak keburu condong ke barat dan tertutup awan sehingga tidak 
memberi bayangan. Setelah praktek sekitar setengah jam, peserta kembali ke 
dalam 
kelas mengikuti materi teori penentuan arah kiblat. Peserta menghitung dengan 
kalkulator yang Gus Pur bawa dari Surabaya, dan peserta enjoy serta ceria 
sampai 
akhir.
Acara AAS di STAIN Batusangkar kota bersejarah 100 km dari Padang ke arah timur 
laut ini membuat prestasi tersendiri yaitu dengan peserta yang 90 persen 
mahasiswa, buku AAS dan HIKARI terjual habis 2 dus (atau sekitar 100 eksmplar) 
jelas merupakan rekor baru dalam penjualan buku di forum AAS yang telah ke 71 
kali ini. Ini tidak lepas dari kebaikan hati bapak Marjoni Imamora MSc selaku 
Kaprodi yang murah hati meminjami uang kepada mahasiswa yang pengen beli buku 
tetapi kebetulan gak punya uang. Langkah pimpinan yang patut diteladani. Memang 
ada beberapa tempat yang bisa menjual lebih dari 100 eksemplat tetapi dengan 
audiens dewasa yang berpenghasilan sendiri. Selamat untuk STAIN Batusangkar. 
(RH)
 
  sekali lagi,
yang memerlukan buku AAS
bisa kontak lgsg no hp 0856 4888 2554
setelah transfer 
Rp 80.000 untuk Jawa
Rp 85.000 untuk luar Jawa
ke no rek BNI 0100149129 
 
bila tambah Pintar Membaca Arab Gundul dengan Metoda HIKARI, tambah Rp 55.000,-
 
 Agus Purwanto
LaFTiFA ITS
http://purwanto-laftifa.blogspot.com
http://ayatayatsemesta.wordpress.com 


      

Kirim email ke