Tp knp ya studi banding rusun harus ke rusia?? Apakah rusia yg dimaksud rumah 
susun sia??? Hehehe

Salam
dari Golput abadi yg ga pernah ikut pemilu dari mulai punya KTP
Sent from my BlackBerry?? smartphone

-----Original Message-----
From: dudi mulyadi <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 19 Nov 2010 02:40:12 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [indonesia] Bls: Re: "Saya dari Moskow, Tugas Negara"

Bukan banci om,  tapi perempuan spesial  pakai telor.....

--- Pada Jum, 19/11/10, Emil Fakhruzi Rasyad <[email protected]> 
menulis:

Dari: Emil Fakhruzi Rasyad <[email protected]>
Judul: [indonesia] Re: "Saya dari Moskow, Tugas Negara"
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 19 November, 2010, 5:33 AM

perempuan nya satu,,,, yg lainnya banci,,,,,


Emil Fakhruzi Rasyad
+62 81 61 61 51 19



2010/11/19  <[email protected]>



Studi banding rumah susun



Menurut catatan Kompas.com, anggota DPR yang pergi ke Rusia adalah

rombongan Komisi V yang tengah melakukan studi banding terkait RUU

Rumah Susun. Selain ke Rusia, Komisi V juga melakukan studi banding

yang sama ke Italia.



Informasi yang dihimpun Kompas.com, anggota rombongan studi banding

rumah susun adalah Yasti Soepredjo Mokoagow dari Fraksi Partai Amanat

Nasional (F-PAN), Muhidin Mohamad Said (Fraksi Partai Golkar),

Roestanto Wahid (Fraksi Partai Demokrat), Usmawarnie Peter (Fraksi

Partai Demokrat), Sutarip Tulis Widodo (Fraksi Partai Demokrat),

Zulkifli Anwar (Fraksi Partai Demokrat), Riswan Tony (Fraksi Partai

Golkar), Eko Sarjono Putro (Fraksi Partai Golkar), Roem Kono (Fraksi

Partai Golkar), Irvansyah (Fraksi PDI-P), SADARESTUWATI (Fraksi

PDI-P), Chairul Anwar (Fraksi PKS), Ahmad Bakri (Fraksi PAN), Epyardi

Asda (Fraksi PPP), Imam Nahrawi (Fraksi PKB), dan Gunadi Ibrahim

(Fraksi Partai Gerindra)





Berarti satu2nya anggota DPR yg perempuan yg mana ya??



Salam



Sent from my BlackBerry?? smartphone



-----Original Message-----

From: Mohammad Andri Budiman <[email protected]>

Sender: [email protected]

Date: Fri, 19 Nov 2010 14:48:32

To: <[email protected]>

Reply-To: [email protected]

Subject: [indonesia] "Saya dari Moskow, Tugas Negara"



Satu lagi quote yang sempat tercatat adalah "'Ngapain' cari duit ke

luar negeri?"



Salam,

CA



Source: http://bit.ly/aXGDis



--begins--

Saya dari Moskow, Tugas Negara



KOMPAS.com — Seusai keruwetan berurusan dengan administrasi Bandara

Dubai (baca: Rombongan DPR ”Telantarkan” TKW di Dubai), rombongan

penumpang pesawat Emirates dengan nomor penerbangan EK 358 yang batal

terbang menuju Jakarta akhirnya tiba di Hotel Holiday Inn, tidak jauh

dari bandara, Sabtu (6/11/2010).



Di sini, para TKW kembali gaduh. Lagi-lagi mereka bingung dengan

urusan pembagian kamar. Riny Konig, Adiati Kristiarini, Agus Safari,

dan sejumlah orang Indonesia kembali turun tangan mengatur mereka yang

kebingungan.



Dalam perbincangan dengan Kompas.com, beberapa waktu lalu, Riny Konig

menuturkan, saat mereka tengah sibuk mengoordinasi seratusan TKW,

tiba-tiba seorang perempuan menegurnya.



”Bu, tolong, dong, dibilangin rombongannya jangan ribut, malu-maluin

negara aja, kan enggak enak ribut begitu,” tegur perempuan itu kepada

Riny.

”Rombongan mana, Bu?” tanya Rini.

”Itu, rombongan TKW,” kata perempuan itu.

”Lha, saya bukan TKW, Bu. Saya ini ingin pulang ke Indonesia,

berlibur, kebetulan bertemu dengan mereka. Mereka ribut karena bingung

Bu, banyak yang bertahun-tahun enggak pulang, kasihan. Ibu mau liburan

juga?” tanya Rinny.

”O enggak, saya baru pulang dari Moskow, tugas negara,” kata perempuan

itu yang menurut Rinny hanya tetap berdiri tanpa ikut membantu para

TKW yang gaduh karena bingung. Belakangan, Riny tahu perempuan itu

adalah anggota DPR yang habis melakukan studi banding di Moskwa,

Rusia.



Mereka menginap di hotel itu satu malam. Selama satu malam itu pula

Riny, Atik, Agus, dan kawan-kawan Indonesia lainnya mendata satu-satu

kamar para TKW yang jumlahnya sekitar 150 orang. ”Hampir setiap jam

kami berhubungan dengan informasi hotel, apa itu untuk membantu mereka

urusan kamar, urusan telepon, urusan makan, shuttle bus ke Dubai City

untuk menukar uang dan belanja minuman dan snack karena di hotel

mahal,” terang Riny.



Tangan melepuh dan pendarahan



Sementara, Adiati menceritakan, di antara para TKW itu ada seorang TKW

yang kedua tangannya melepuh disiram air keras oleh majikannya di Arab

Saudi. Matanya pun merah karena dicolok oleh majikannya.



”Saya lupa namanya. Dia dari Karawang. Baru satu minggu kerja sudah

mendapat kekerasan dan dipulangkan. Ia tidak punya bekal uang sama

sekali. Cuma bawa tas kecil berisi dua potong pakaian. Ia diam terus,

tidak banyak bicara. Kasihan sekali,” tutur Adiati.



Selain itu, ada pula seorang TKW yang perutnya mengalami pendarahan.

Namanya Ipah. Ia sebenarnya sudah memiliki janji dengan seorang dokter

di Jakarta untuk operasi pengambilan kista di perutnya pada hari Senin

(8/11/2010). Adiati yang mendampingi Ipah selama bermalam di hotel

menceritakan, Ipah  terus berbaring selama menunggu kepastian terbang.



”Tidak ada satu pun anggota Dewan yang terhormat itu menaruh perhatian

pada nasib dua TKW ini. Mereka pasti tidak tahu karena memang tidak

pernah mau tahu,” ucap Adiati kesal.







Bapak, kan anggota DPR



Esoknya, Minggu (7/11/2010), ”relawan” Indonesia dan para TKW

melakukan ”konsolidasi” di lobi hotel. ”Kami mendata kembali satu per

satu teman-teman TKW. Kami mengingatkan agar masing-masing jangan

bergerak sendiri dan memisahkan diri supaya mudah melakukan koordinasi

jika ada pengumuman kapan pesawat ke Jakarta akan terbang," ungkap

Riny.



Ia menuturkan, saat para ”relawan” sibuk mendata para TKW, seorang

lelaki tampak berdiri menonton. ”Spontan saya bilang ke dia, Pak,

mestinya Bapak yang ngurusin para pahlawan devisa ini, kan Bapak

anggota DPR. Ini di depan mata Bapak jelas-jelas ada rakyat Bapak yang

kesusahan, kasihan, kan,” kata Riny.



”Maaf, Bu. Saya bukan anggota DPR, tetapi terima kasih banyak ya, Ibu

dan teman-teman sudah menolong mereka,” kata lelaki itu seperti

ditirukan Riny. Ia mengetahui kemudian, lelaki itu adalah petugas agen

travel yang mengurus perjalanan rombongan anggota DPR.



Menurut Rini, lelaki itu kemudian membalikkan punggung, bergabung

dengan rombongan anggota DPR yang duduk tidak jauh dari situ. Beberapa

orang dari mereka, kata Rini, sempat menoleh saat ia berbicara dengan

lelaki dari agen travel  tersebut karena berbicara dengan suara

lantang. ”Mereka, ya enggak ikut membantu tuh, habis itu malah keluar

menuju mobil sewaan,” ungkap Rini.



"Ngapain" cari duit ke luar negeri



Sementara itu, salah seorang TKW, Diah, punya pengalaman yang

menurutnya tidak mengenakkan saat ia mencoba menyapa satu-satunya

perempuan anggota Dewan dalam rombongan tersebut. Ia bertanya kepada

perempuan itu apakah sudah ada informasi kapan pesawat akan terbang

menuju Jakarta.



”Eh, bukannya menjawab, ibu itu malah balik bertanya ke saya dengan

ketus, ngapain cari duit ke luar negeri, di dalam aja banyak kok. Saya

kaget, kok ditanya baik-baik malah ngomong ketus banget. Saya bilang

aja kalo saya emang orang miskin, cari duit ke mana aja yang penting

halal,” terang Diah saat dihubungi Kompas.com, Kamis (18/11/2010).



Diah pun langsung melengos pergi. ”Di mata orang DPR, TKW itu enggak

ada harganya. Ya, memang beginilah nasib kami, selalu dianggap

menyusahkan di negeri sendiri,” katanya.



Diah sudah empat tahun bekerja untuk sebuah keluarga di Madinah, Arab

Saudi. Ia bersyukur mendapat majikan yang baik. ”Saya cuti pulang

kampung selama dua bulan untuk nengok anak. Majikan saya sayang sama

saya. Dia malah nangis nganter saya pulang, minta saya cepet balik

lagi ke Madinah,” katanya.



Mereka pulang duluan



Selanjutnya, Minggu sore, seperti diceritakan Agus Safari, mereka

mendapat kabar bahwa pesawat akan berangkat pada pukul 01.00 waktu

Dubai (Senin, 8/11/2010). Kembali terjadi kegaduhan.



”Tidak mudah mengatur seratusan orang. Para TKW itu tersebar.

Pelan-pelan kami mengumpulkan mereka di lobi. Tidak semua dapat

terangkut oleh bus yang disediakan. Jadi kami berangkat secara

bertahap menuju bandara,” ujar Agus.



Saat itu, Agus merasa heran sebab hingga di bandara ia tidak melihat

seorang pun rombongan DPR. ”Rupanya mereka sudah pulang duluan naik

penerbangan pukul 20.00. Luar biasa tuan-tuan yang terhormat itu,

mereka ngeloyor pergi duluan tanpa sedikit pun mengindahkan rakyatnya

yang kelabakan ini,” kata dia.



Studi banding rumah susun



Menurut catatan Kompas.com, anggota DPR yang pergi ke Rusia adalah

rombongan Komisi V yang tengah melakukan studi banding terkait RUU

Rumah Susun. Selain ke Rusia, Komisi V juga melakukan studi banding

yang sama ke Italia.



Informasi yang dihimpun Kompas.com, anggota rombongan studi banding

rumah susun adalah Yasti Soepredjo Mokoagow dari Fraksi Partai Amanat

Nasional (F-PAN), Muhidin Mohamad Said (Fraksi Partai Golkar),

Roestanto Wahid (Fraksi Partai Demokrat), Usmawarnie Peter (Fraksi

Partai Demokrat), Sutarip Tulis Widodo (Fraksi Partai Demokrat),

Zulkifli Anwar (Fraksi Partai Demokrat), Riswan Tony (Fraksi Partai

Golkar), Eko Sarjono Putro (Fraksi Partai Golkar), Roem Kono (Fraksi

Partai Golkar), Irvansyah (Fraksi PDI-P), Sadarestuwati (Fraksi

PDI-P), Chairul Anwar (Fraksi PKS), Ahmad Bakri (Fraksi PAN), Epyardi

Asda (Fraksi PPP), Imam Nahrawi (Fraksi PKB), dan Gunadi Ibrahim

(Fraksi Partai Gerindra).

--ends--



--

Sent from my mobile device



--

Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta

kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.



Info pengelolaan milis Indonesia next better :

http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

Scanned by IronPort Email Security Gateway





DISCLAIMER:

This Message is confidential; it contents does not constitute a commitment by 
PT. INDONESIA POWER, except where provided for in a written agreement between 
you and PT. INDONESIA POWER. Any unauthorized disclosure, use or dissemination 
of the content, either whole or partial, is strictly prohibited. If you are not 
the intended recipient of the message or you have received this electronic 
transmission in error, please notify or contact the sender immediately.




PT.INDONESIA POWER is subsidiary of PT. PLN PERSERO which operates in power 
generating business. Through its 130 power plants, with a total capacity of 
8,872 MW, PT.INDONESIA POWER has contributed significantly to the Java Bali 
interconnection system electricity supply. PT.INDONESIA POWER operates through 
its eight generating Business Unit (GBU) : Suralaya, Priok, Saguling, Kamojang, 
Mrica, Semarang, Perak Grati, Bali and one maintenance Services business unit 
(MSBU).


Scanned by IronPort Email Security Gateway





Scanned by IronPort Email Security Gateway
Scanned by IronPort Email Security Gateway

Kirim email ke