Pilihannya apa? Diktator? Kerajaan? Theokrasi?

2010/11/19 <[email protected]>

> Demokrasi?
> Itu adalah melegalkan minoritas menguasai kepentingan mayoritas.
>
> Yours Affectionately,
> Yadi-
> Sent from my mobile with love
> ------------------------------
> *From: * "nurcholid setiawan" <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Fri, 19 Nov 2010 09:42:23 +0000
> *To: *Indonesia nextbetter<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *[indonesia] Re: "Saya dari Moskow, Tugas Negara"
>
> Kalo gitu, apakah kita msh perlu percaya pd "demokrasi" ?
>
> Salam,
> Nurcholid
>
> "..Hasbunallah wa ni'mal wakiil."
> (QS.Ali Imran-173)
> ------------------------------
> *From: * [email protected]
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Fri, 19 Nov 2010 09:38:13 +0000
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *[indonesia] Re: "Saya dari Moskow, Tugas Negara"
>
> Bisa di recall oleh partainya.
> Lha memang anggota DPR itu adalah wakil rakyat- rakyat yg ada di partai-
> bukan rakyat jelata
>
> Yours Affectionately,
> Yadi-
> Sent from my mobile with love
> ------------------------------
> *From: * Adi Indrayanto <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Fri, 19 Nov 2010 16:28:52 +0700
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *[indonesia] Re: "Saya dari Moskow, Tugas Negara"
>
>
> Anggota DPR bisa digulingkan nggak ya? ;-)
>
>
> 2010/11/19 indra ranadireksa <[email protected]>
>
>>  Kalo anggota DPR modelnya seperti itu.....yaaaaa panteslah rakyat kesal
>> dan pantas juga mereka itu di "tempeleng"
>>
>> salam
>>
>> > Date: Fri, 19 Nov 2010 14:48:32 +0700
>> > Subject: [indonesia] "Saya dari Moskow, Tugas Negara"
>> > From: [email protected]
>> > To: [email protected]
>>
>> >
>> > Satu lagi quote yang sempat tercatat adalah "'Ngapain' cari duit ke
>> > luar negeri?"
>> >
>> > Salam,
>> > CA
>> >
>> > Source: http://bit.ly/aXGDis
>> >
>> > --begins--
>> > Saya dari Moskow, Tugas Negara
>> >
>> > KOMPAS.com — Seusai keruwetan berurusan dengan administrasi Bandara
>> > Dubai (baca: Rombongan DPR ”Telantarkan” TKW di Dubai), rombongan
>> > penumpang pesawat Emirates dengan nomor penerbangan EK 358 yang batal
>> > terbang menuju Jakarta akhirnya tiba di Hotel Holiday Inn, tidak jauh
>> > dari bandara, Sabtu (6/11/2010).
>> >
>> > Di sini, para TKW kembali gaduh. Lagi-lagi mereka bingung dengan
>> > urusan pembagian kamar. Riny Konig, Adiati Kristiarini, Agus Safari,
>> > dan sejumlah orang Indonesia kembali turun tangan mengatur mereka yang
>> > kebingungan.
>> >
>> > Dalam perbincangan dengan Kompas.com, beberapa waktu lalu, Riny Konig
>> > menuturkan, saat mereka tengah sibuk mengoordinasi seratusan TKW,
>> > tiba-tiba seorang perempuan menegurnya.
>> >
>> > ”Bu, tolong, dong, dibilangin rombongannya jangan ribut, malu-maluin
>> > negara aja, kan enggak enak ribut begitu,” tegur perempuan itu kepada
>> > Riny.
>> > ”Rombongan mana, Bu?” tanya Rini.
>> > ”Itu, rombongan TKW,” kata perempuan itu.
>> > ”Lha, saya bukan TKW, Bu. Saya ini ingin pulang ke Indonesia,
>> > berlibur, kebetulan bertemu dengan mereka. Mereka ribut karena bingung
>> > Bu, banyak yang bertahun-tahun enggak pulang, kasihan. Ibu mau liburan
>> > juga?” tanya Rinny.
>> > ”O enggak, saya baru pulang dari Moskow, tugas negara,” kata perempuan
>> > itu yang menurut Rinny hanya tetap berdiri tanpa ikut membantu para
>> > TKW yang gaduh karena bingung. Belakangan, Riny tahu perempuan itu
>> > adalah anggota DPR yang habis melakukan studi banding di Moskwa,
>> > Rusia.
>> >
>> > Mereka menginap di hotel itu satu malam. Selama satu malam itu pula
>> > Riny, Atik, Agus, dan kawan-kawan Indonesia lainnya mendata satu-satu
>> > kamar para TKW yang jumlahnya sekitar 150 orang. ”Hampir setiap jam
>> > kami berhubungan dengan informasi hotel, apa itu untuk membantu mereka
>> > urusan kamar, urusan telepon, urusan makan, shuttle bus ke Dubai City
>> > untuk menukar uang dan belanja minuman dan snack karena di hotel
>> > mahal,” terang Riny.
>> >
>> > Tangan melepuh dan pendarahan
>> >
>> > Sementara, Adiati menceritakan, di antara para TKW itu ada seorang TKW
>> > yang kedua tangannya melepuh disiram air keras oleh majikannya di Arab
>> > Saudi. Matanya pun merah karena dicolok oleh majikannya.
>> >
>> > ”Saya lupa namanya. Dia dari Karawang. Baru satu minggu kerja sudah
>> > mendapat kekerasan dan dipulangkan. Ia tidak punya bekal uang sama
>> > sekali. Cuma bawa tas kecil berisi dua potong pakaian. Ia diam terus,
>> > tidak banyak bicara. Kasihan sekali,” tutur Adiati.
>> >
>> > Selain itu, ada pula seorang TKW yang perutnya mengalami pendarahan.
>> > Namanya Ipah. Ia sebenarnya sudah memiliki janji dengan seorang dokter
>> > di Jakarta untuk operasi pengambilan kista di perutnya pada hari Senin
>> > (8/11/2010). Adiati yang mendampingi Ipah selama bermalam di hotel
>> > menceritakan, Ipah  terus berbaring selama menunggu kepastian terbang.
>> >
>> > ”Tidak ada satu pun anggota Dewan yang terhormat itu menaruh perhatian
>> > pada nasib dua TKW ini. Mereka pasti tidak tahu karena memang tidak
>> > pernah mau tahu,” ucap Adiati kesal.
>> >
>> > 
>> >
>> > Bapak, kan anggota DPR
>> >
>> > Esoknya, Minggu (7/11/2010), ”relawan” Indonesia dan para TKW
>> > melakukan ”konsolidasi” di lobi hotel. ”Kami mendata kembali satu per
>> > satu teman-teman TKW. Kami mengingatkan agar masing-masing jangan
>> > bergerak sendiri dan memisahkan diri supaya mudah melakukan koordinasi
>> > jika ada pengumuman kapan pesawat ke Jakarta akan terbang," ungkap
>> > Riny.
>> >
>> > Ia menuturkan, saat para ”relawan” sibuk mendata para TKW, seorang
>> > lelaki tampak berdiri menonton. ”Spontan saya bilang ke dia, Pak,
>> > mestinya Bapak yang ngurusin para pahlawan devisa ini, kan Bapak
>> > anggota DPR. Ini di depan mata Bapak jelas-jelas ada rakyat Bapak yang
>> > kesusahan, kasihan, kan,” kata Riny.
>> >
>> > ”Maaf, Bu. Saya bukan anggota DPR, tetapi terima kasih banyak ya, Ibu
>> > dan teman-teman sudah menolong mereka,” kata lelaki itu seperti
>> > ditirukan Riny. Ia mengetahui kemudian, lelaki itu adalah petugas agen
>> > travel yang mengurus perjalanan rombongan anggota DPR.
>> >
>> > Menurut Rini, lelaki itu kemudian membalikkan punggung, bergabung
>> > dengan rombongan anggota DPR yang duduk tidak jauh dari situ. Beberapa
>> > orang dari mereka, kata Rini, sempat menoleh saat ia berbicara dengan
>> > lelaki dari agen travel  tersebut karena berbicara dengan suara
>> > lantang. ”Mereka, ya enggak ikut membantu tuh, habis itu malah keluar
>> > menuju mobil sewaan,” ungkap Rini.
>> >
>> > "Ngapain" cari duit ke luar negeri
>> >
>> > Sementara itu, salah seorang TKW, Diah, punya pengalaman yang
>> > menurutnya tidak mengenakkan saat ia mencoba menyapa satu-satunya
>> > perempuan anggota Dewan dalam rombongan tersebut. Ia bertanya kepada
>> > perempuan itu apakah sudah ada informasi kapan pesawat akan terbang
>> > menuju Jakarta.
>> >
>> > ”Eh, bukannya menjawab, ibu itu malah balik bertanya ke saya dengan
>> > ketus, ngapain cari duit ke luar negeri, di dalam aja banyak kok. Saya
>> > kaget, kok ditanya baik-baik malah ngomong ketus banget. Saya bilang
>> > aja kalo saya emang orang miskin, cari duit ke mana aja yang penting
>> > halal,” terang Diah saat dihubungi Kompas.com, Kamis (18/11/2010).
>> >
>> > Diah pun langsung melengos pergi. ”Di mata orang DPR, TKW itu enggak
>> > ada harganya. Ya, memang beginilah nasib kami, selalu dianggap
>> > menyusahkan di negeri sendiri,” katanya.
>> >
>> > Diah sudah empat tahun bekerja untuk sebuah keluarga di Madinah, Arab
>> > Saudi. Ia bersyukur mendapat majikan yang baik. ”Saya cuti pulang
>> > kampung selama dua bulan untuk nengok anak. Majikan saya sayang sama
>> > saya. Dia malah nangis nganter saya pulang, minta saya cepet balik
>> > lagi ke Madinah,” katanya.
>> >
>> > Mereka pulang duluan
>> >
>> > Selanjutnya, Minggu sore, seperti diceritakan Agus Safari, mereka
>> > mendapat kabar bahwa pesawat akan berangkat pada pukul 01.00 waktu
>> > Dubai (Senin, 8/11/2010). Kembali terjadi kegaduhan.
>> >
>> > ”Tidak mudah mengatur seratusan orang. Para TKW itu tersebar.
>> > Pelan-pelan kami mengumpulkan mereka di lobi. Tidak semua dapat
>> > terangkut oleh bus yang disediakan. Jadi kami berangkat secara
>> > bertahap menuju bandara,” ujar Agus.
>> >
>> > Saat itu, Agus merasa heran sebab hingga di bandara ia tidak melihat
>> > seorang pun rombongan DPR. ”Rupanya mereka sudah pulang duluan naik
>> > penerbangan pukul 20.00. Luar biasa tuan-tuan yang terhormat itu,
>> > mereka ngeloyor pergi duluan tanpa sedikit pun mengindahkan rakyatnya
>> > yang kelabakan ini,” kata dia.
>> >
>> > Studi banding rumah susun
>> >
>> > Menurut catatan Kompas.com, anggota DPR yang pergi ke Rusia adalah
>> > rombongan Komisi V yang tengah melakukan studi banding terkait RUU
>> > Rumah Susun. Selain ke Rusia, Komisi V juga melakukan studi banding
>> > yang sama ke Italia.
>> >
>> > Informasi yang dihimpun Kompas.com, anggota rombongan studi banding
>> > rumah susun adalah Yasti Soepredjo Mokoagow dari Fraksi Partai Amanat
>> > Nasional (F-PAN), Muhidin Mohamad Said (Fraksi Partai Golkar),
>> > Roestanto Wahid (Fraksi Partai Demokrat), Usmawarnie Peter (Fraksi
>> > Partai Demokrat), Sutarip Tulis Widodo (Fraksi Partai Demokrat),
>> > Zulkifli Anwar (Fraksi Partai Demokrat), Riswan Tony (Fraksi Partai
>> > Golkar), Eko Sarjono Putro (Fraksi Partai Golkar), Roem Kono (Fraksi
>> > Partai Golkar), Irvansyah (Fraksi PDI-P), Sadarestuwati (Fraksi
>> > PDI-P), Chairul Anwar (Fraksi PKS), Ahmad Bakri (Fraksi PAN), Epyardi
>> > Asda (Fraksi PPP), Imam Nahrawi (Fraksi PKB), dan Gunadi Ibrahim
>> > (Fraksi Partai Gerindra).
>> > --ends--
>> >
>> > --
>> > Sent from my mobile device
>> >
>> > --
>> > Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi
>> serta
>> > kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan
>> akhirat.
>> >
>> > Info pengelolaan milis Indonesia next better :
>> > http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
>>
>
>

Kirim email ke