Kawan2 Anggota Milis Yth,

Pertemuan Koordinasi "Green ICT" diselenggarakan di Kementrian BUMN pada hari 
Jumat, 14 Januari 2010, dipimpin oleh Bapak Farhan Helmy, Sekretaris POKJA 
Mitigasi Perubahan Iklim, Dewan Nasional Perubahan Iklim.

Kata "green" adalah dalam kaitan kerangka pengembangan yang sustainable, 
sedangkan kata "cool" adalah inisiatif-inisiatif untuk pengurangan emisi gas 
karbon (CO2). Jadi program "Green and Cool ICT" atau disingkat "Green ICT" 
adalah bagian dari program global untuk mencapai pengembangan dunia yang 
sustainable dan pengurangan emisi karbon.

Pada Konferensi G-20 dan Konferensi Perubahan Iklim PBB di Copenhagen COP15 
tahun 2009, Indonesia berjanji untuk mengurangi emisi karbon tanpa bantuan LN 
sebesar 26% pada tahun 2020, atau sebesar 41% dengan bantuan LN. Untuk mencapai 
sasaran ini maka Indonesia telah membentuk Dewan Nasional Perubahan Iklim 
(DNPI).

Indonesia juga telah menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan Pemerintah 
Norwegia yang akan memberikan bantuan LN dalam kerangka pengurangan emisi 
karbon dari sektor kehutanan Indonesia.

Komitmen Pemerintah Indonesia adalah pertumbuhan ekonomi sampai tahun 2020 
sebesar 7% namun pada saat yang sama juga mengurangi emisi karbon sebesar 41% 
(magic number 741).

Secara global, dampak emisi karbon dari sektor ICT secara keseluruhan adalah 
sebesar 2%, dimana komponen-komponennya adalah BTS, ponsel, PSTN, TV, Radio, 
Broadband, Narrowband, limbah ICT, seperti komputer bekas, komponen2 lainnya, 
dsb.

Penggunaan komponen-komponen yang makin kecil/miniatur, layar TV, Komputer, 
Laptop, Netbook dan Ponsel dari LCD juga akan membantu dalam mengurangi emisi 
karbon dari sektor ICT. Demikian pula penggunaan solar cell, fuel cell, listrik 
dari air terjun, sungai, angin, ombak, tenaga nuklir, dan lain-lain juga akan 
mengurangi emisi karbon dan ramah lingkungan.

Proses Waste Disposal dan Recycling limbah elektronik juga bisa mengurangi 
emisi karbon dan membuat ramah lingkungan.

Dukungan utama ICT terhadap pengurangan emisi karbon dapat dilakukan melalui:
Intelligent Transportation, termasuk Teleworking atau TelecommutingPaperless 
OfficePerluasan Jaringan Broadband, sehingga dapat dilakukan efisiensi dan 
produktivitas yang lebih tinggi dalam skala besar.Perusahaan ICT yang telah 
aktif dalam program "Green ICT"  di Indonesia saat ini adalah: Bakrie Telecom, 
TELKOM, INDOSAT, XL,  INTEL dan Huawei. Diharapkan perusahaan-perusahaan 
Telekomunikasi lainnya juga akan segera menyusul untuk mendukung program "Green 
ICT".

Saran-saran:
Program Green ICT ini hendaknya juga ada di semua wilayah Indonesia, tidak 
hanya di Pusat.Diterapkan Extended Producer Responsibility (EPR) recycling 
produk-produk.Dibuatkan kurikulum tentang Green ICT bagi sekolah-sekolah di 
Indonesia.Rencana mendatang:
INTEL akan menyelenggarakan Seminar Broadband Economy, yang akan dibuka oleh 
Menko Perekonomian dalam waktu dekat.
Pertemuan koordinasi lanjutan "Green ICT" akan diselenggarakan pada minggu ke-3 
Februari 2011.Pembuatan Peta Geospatial dan Seminar Cloud Computing pada 
tanggal 16 Feb 2011 di BandungPenyelenggaraan "Green Camp" di ruang terbuka 
dalam rangka Hari Lingkungan pada bulan Juni 2011.Semoga bermanfaat dan dapat 
ditindaklanjuti oleh semua pihak yang berkepentingan.
Wassalam,
S Roestam
http://mastel.wirenode.mobi - dari Ponsel BlackBerry Anda...

Kirim email ke