---------- Forwarded message ----------
From: fathansyah <[email protected]>
Date: Sun, 16 Jan 2011 01:26:44 -0800 (PST)
Subject: [AlumniMuslimITB] Semut, Laba-Laba, dan Lebah
To: [email protected]

Semut,  Laba-Laba, dan Lebah
October 28,  2009
Armein Z. R.  Langi

Dalam menghadapi dunia,  anda itu semut, laba-laba, atau lebah?
Menurut Sir Francis  Bacon, orang itu bisa bersikap seperti semut, laba-laba,
atau  lebah.
Maksudnya  apa?

Semut itu terus  bergerak, bekerja keras setiap hari mengambil apa saja yang
ada. Hidup itu  mengalir seperti sungai. Menghadapi dunia secara aktif tapi
apa-adanya. Tidak  ada stres nya. Pokoknya apa yang ada didepannya, apa yang
diberikan oleh hidup,  diambilnya, dan dibawa ke sarangnya untuk dinikmati. Mau
gula, mau bangkai, ia  gotong bawa pulang.

Kalau laba-laba itu  terbalik. Dia banyak diam, mikir. Dia membangun dunia dari
dalam dirinya.   Rumahnya, penghidupannya, semua dari dalam dirinya. Ia
mengeluarkan sarang  laba-laba dari kelenjar dalam tubuhnya. Sarangnya
rumit dan
detail. Serumit  jalan pikirannya. Kemudian ia pasif, diam,  menunggu.
Sekali-kali ada makhluk  lain yang tersesat, masuk ke dalam jaringannya. Baru
perlahan-lahan ia mendekati  makhluk malang itu, kemudian menyantapnya. Ia
memprosesnya,  mencernanya. Untuk kemudian dijadikan, antara lain, kelenjar
membangun  sarangnya. Kemudian diam lagi, merenung, menunggu. Kalau tidak ada
yang nyasar  ke dalam kehidupannya, maka matilah laba-laba dengan
merana. Nothing  happens in its life, unless there is an  accident.

Yang mengambil jalan  tengah adalah lebah. Ia aktif seperti semut. Ke sana ke
mari. Tapi ia selektif. Ia mencari bunga  yang indah. Kembang yang cantik. Madu
yang harum. Kalau ketemu, ia mengitarinya  dengan senang, dan mengambil tetesan
madu.
Lebah itu mencari  kembang cantik dalam kehidupan, dan mendapatkan tetesan madu
sebagai  oleh-olehnya.
Tidak lupa sebelum  pulang ke sarang, lebah membantu sang bunga untuk
mendapatkan kekasih hati  mereka, jodoh mereka, melalui penyerbukan.
Kemudian lebah membawa  tetesan madu itu ke sarangnya. Memprosesnya. Baik untuk
keperluanya maupun untuk  keperluan komunitas lebah. Bahkan kitapun bisa
menikmati berlimpah madu yang  nikmat.
Lebah itu mengambil apa  yang diberikan kehidupan, memprosesnya, kemudian
mengembalikannya sebagai  persembahan bagi kehidupan orang lain, makhluk  lain.
Jadi, anda bisa pilih.  Mungkin bisa jadi resolusi di tahun yang baru  ini.
Mau hidup sibuk seperti  semut, hidup cuek seperti laba-laba, atau hidup indah
berbuahkan madu seperti  lebah?


________________________________

Semut, Laba-Laba dan Lebah
23 Juni 2010,
Prof. H.M. Quraish Shihab

Tiga binatang kecil menjadi nama dari tiga surah di dalam Al-Quran, yaitu
Al-Naml (semut), Al-’Ankabut ( laba-laba), dan Al-Nahl (lebah).

Semut menghimpun makanan sedikit demi sedikit tanpa henti-hentinya. Konon,
binatang kecil ini dapat menghimpun makanan untuk bertahun-tahun sedangkan
usianya tidak lebih dari satu tahun. Kelobaannya sedemikian besar sehingga ia
berusaha – dan seringkali berhasil – memikul sesuatu yang lebih besar dari
badannya, meskipun sesuatu tersebut tidak berguna baginya.
Dalam surah Al-Naml antara lain diuraikan sikap Fir’aun, juga Nabi
Sulaiman yang
memiliki kekuasaan yang tidak dimiliki oleh seorang manusia pun sebelum dan
sesudahnya. Ada juga kisah raja wanita yang berusaha menyogok Nabi
Sulaiman demi
mempertahankan kekuasaan yang dimilikinya.

Lain lagi uraian Al-Quran tentang laba-laba: Sarangnya adalah tempat
yang paling
rapuh (QS 29: 41), ia bukan tempat yang aman, apa pun yang berlindung di sana
atau disergapnya akan binasa. Jangankan serangga yang tidak sejenis, jantannya
pun setelah selesai berhubungan seks disergapnya untuk dimusnahkan oleh
betinanya. Telur-telurnya yang menetas saling berdesakan hingga dapat saling
memusnahkan. Demikianlah kata sebagian ahli. Sebuah gambaran yang sangat
mengerikan dari sejenis binatang.

Akan halnya lebah, memiliki insting yang – dalam Al-Quran – “atas
perintah Tuhan
ia memilih gunung dan pohon-pohon sebagai tempat tinggal” (QS 16: 68), dan
sarangnya dibuat berbentuk segi enam bukannya lima atau empat agar
tidak terjadi
pemborosan dalam lokasi. Yang dimakannya adalah kembang-kembang dan tidak
seperti semut yang menumpuk-numpuk makanannya, lebah mengolah makanannya dan
hasil olahannya adalah lilin dan madu yang sangat bermanfaat bagi
manusia. Lilin
digunakan untuk penerang dan madu – kata Al-Quran – dapat menjadi obat yang
menyembuhkan. Lebah sangat disiplin, mengenal pembagian kerja, dan segala yang
tidak berguna disingkirkan dari sarangnya. Lebah tidak mengganggu kecuali yang
mengganggunya, bahkan sengatannya pun dapat menjadi obat.

Sikap hidup manusia seringkali dibandingkan dengan berbagai jenis binatang.
Jelas ada manusia yang “berbudaya semut”, yaitu menghimpun dan menumpuk ilmu
(tanpa mengolahnya) dan materi (tanpa disesuaikan dengan kebutuhannya). Budaya
semut adalah “budaya menumpuk” yang disuburkan oleh “budaya mumpung”. Tidak
sedikit problem masyarakat bersumber dari budaya tersebut. pemborosan adalah
anak kandung budaya ini yang mengundang hadirnya benda-benda baru yang tidak
dibutuhkan dan tersingkirnya benda-benda lama yang masih cukup indah untuk
dipandang dan bermanfaat untuk digunakan. Dapat dipastikan bahwa dalam
masyarakatkita, banyak sekali semut yang berkeliaran.

Entah berapa banyak jumlah laba-laba yang ada di sekitar kita, yaitu
mereka yang
tidak lagi butuh berpikir apa, di mana, dan kapan ia makan, tetapi yang mereka
pikirkan adalah “siapa yang akan mereka jadikan mangsa.”

Nabi Saw mengibaratkan seorang Mukmin sebagai lebah, sesuatu tidak merusak dan
tidak pula menyakitkan: “tidak makan kecuali yang baik, tidak menghasilkan
kecuali yang bermanfaat dan jika menimpa sesuatu tidak merusak dan tidak pula
memecahkannya.

Dapatkah kita menjadi ibarat lebah, bukan semut apalagi laba-laba?

Sumber: Lentera Hati

--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

Kirim email ke