Kawan2 Anggota Milis Yth,

Ribut-ribut soal layanan BlackBerry di Indonesia masih saja berlangsung. RIM/BB 
telah menyetujui permintaan Menkominfo dan telah memasang Filter Pornografi 
pada sistemnya, namun untuk pemasangan Server BB di Indonesia, RIM menyatakan 
masih menimbang-nimbang apakah akan memasang Regional Server BB di Indonesia 
atau negara lain yang lebih sesuai dari berbagai pertimbangan teknis, 
operasional dan efisiensi ekonomi.
RIM akhirnya memutuskan untuk menggunakan Filter Nawala made in Indonesia yang 
merupakan sebuah proyek Open Source. Namun diantara kawan-kawan dari kelompok 
Keamanan Informasi Indonesia, ada yang mengingatkan kita kalau dengan 
penambahan filter ini maka sistem komunkasi BlackBerry itu menjadi lebih mudah 
terganggu, sebab Nawala dimasa lalu pernah di-hacked oleh hacker.
Dari berbagai media, diperoleh informasi bahwa penghasilan bersih RIM, setelah 
dipotong pajak dan biaya layanan Aplikasi BlackBerry melalui para Operator 
Seluler mitra kerjanya di Indonesia, dan hasil penjualan Ponsel BlackBerry  
yang telah dipotong Bea Masuk dan Ppn melalui agen-agen penjualnya di Indonesia 
adalah sebesar Rp 2,3 Trilyun. Bagi banyak pihak, angka ini adalah sebuah angka 
yang besar dan menggiurkan.
Layanan Aplikasi BlackBerry di Indonesia memang saat ini merupakan sebuah 
layanan "Killer Aplication" yang jauh lebih menarik dan bermanfaat dari pada 
layanan ponsel-ponsel canggih lainnya seperti iPhone, Android, Symbian, Windows 
Mobile, dan Nexian Berry pada situasi dan kondisi layanan telekomunikasi di 
Indonesia yang dikatakan sudah pada tahap layanan berkecepatan tinggi 3G, namun 
pada kenyataannya masih ada pada kecepatan EDGE, GPRS atau lebih rendah lagi. 
Ini adalah berkat teknologi kompresi dan enkripsi canggih dari sistem 
BlackBerry yang dapat memberikan keunggulan bersaing dalam situasi dan kondisi 
pertelekomunikasian Indonesia saat ini.
Yang sangat menarik, layanan Aplikasi BlackBerry di Amerika Serikat dan Eropa 
bukanlah layanan yang paling banyak digemari masyarakat. BlackBerry hanya 
menduduki posisi market share yang rendah, yaitu nomor 3 atau nomor 4 dibawah 
layanan iPhone, Android dan Symbian. Mengapa bisa demikian? Ini karena di AS 
dan Eropa, yang dinamakan 3G dan sebentar lagi 4G adalah memang benar-benar 3G, 
bukan sekadar namanya, tetapi juga kecepatan transmisinya yang memang 
supercepat untuk memberikan kenyamana berselancar melalui ponsel canggih mereka.
Sebaliknya, iPhone, Android, Symbian kalau dipakai di Indonesia terlihat lelet 
dan menjengkelkan, sehingga BlackBerry menjadi solusi yang lebih menarik.
Di Indonesia, mulai dari para Menteri KIB-II, Pejabat-pejabat eselon I, II, II 
dan IV, Komisaris, Direksi dan Staff BUMN dan Swasta, para anak-anak sekolah 
SD, SMP, SMA, Mahasiswa dan para Dosen, banyak sekali yang menggunakan ponsel 
canggih BlackBerry, karena kenyamanannya, user-friendly-nya, sebagai status 
symbol dan efektif untuk kerja perkantoran/bisnis serius.
Jadi keunggulan BlackBerry di negara-negara berkembang seperti Indonesia, 
India, UA dan Saudi Arabia adalah utamanya karena situasi dan kondisi 
pertelekomunikasian di negara-negara itu yang membuatnya unggul dibandingkan 
dengan ponsel-ponsel canggih lainnya.
Ponsel-ponsel canggih lainnya juga sudah menerapkan sistem Push Mail, Kompresi 
Data dan Enkripsi Data seperti halnya Blackberry, namun mengapa mereka kalah 
bersaing?
Sebabnya:Karena Sistem BlackBerry mampu tetap berjalan baik dalam situasi dan 
kondisi layanan telekomunikasi yang buruk, dimana yang lainnya tidak 
mampu.RIM/BlackBerry telah menciptakan  Ecosystem yang mendukung, dimulai dari 
Brand Name yang bagus, Marketing Product yang bagus, produksi dan penjualan 
Ponsel BB yang terkoordinasi dari Kanada, Pendaftaran Pelanggan yang 
terkendali, dan ponsel yang cukup canggih dan banyak manfaatnya.Jadi sebenarnya 
tidaklah terlalu sulit untuk menciptakan tandingan layanan BlackBerry di 
Indonesia dengan memproduksi BlackBerry-like ponsel made in Indonesia dengan 
bekerjasama dengan Samsung, Nokia, Motorola, HTC, TiPhone, Nexian Berry, dan 
IMO, dimana secara teknologi ponsel-ponsel itu dibuat dapat bekerja baik dalam 
kondisi layanan telekomunikasi yang kurang mendukung, dan diciptakannya 
Ecosystem yang tepat seperti diuraikan diatas. Sistem tersebut diatas sudah ada 
yang menerapkan Push Mail, kompresi dan enkripsi seperti halnya Blackberry, 
mungkin melaui komponen-nya seperti menggunakan browser Opera Mini.
Jadi ini adalah sebuah tantangan yang menarik bagi bangas Indonesai, kalau mau 
dapat untung besar dengan kerja yang ringan seperti RIM/BlackBerry Indonesia, 
sebab  dibantu para Operator Seluler Indonesia. 
Siapa berani??? atau Siapa takut???
Silahkan ditangapi, disanggah atau didukung, demi kemajuan bangsa dan negara.
Semoga bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara.
Wassalam,
S Roestam
http://mastel.wirenode.mobi
http://mastel2020.wirenode.mobi  .... dari Ponsel Anda

Kirim email ke