Terlambat pak, kalau baru mau bikin seperti itu sekarang. Blackberry sudah ada sejak puluhan tahun yg lalu, saat awal2 jaman BBS seumuran dgn AOL ... jaman sebelum internet populer ;-)
BB populer di Indonesia sebenarnya karena "peer pressure", dan karakteristik bangsa Indonesia yg "me too". Kalau tidak ikutan punya, akan merasa tersisih. Hal yg sama dgn saat Nokia Communicator baru populer di Indonesia. Setiap orang yg mau dianggap "modern" punya ;-) Padahal ukurannya besar banget ... bisa untuk nglempar tikus .. Belakangan Ipad. Semenjak SBY terlihat pakai Ipad, semua jajaran Mentri dan staff nya pakai Ipad semua. Sampai jajaran Rektor, WR, Dekan, WD, Ipad semua. Memang bangsa kita ini bangsa latah .... . Sebuah peluang bagi orang2 yg bisa membentuk trend setter ... ;-) salam, -ai- 2011/1/23 S Roestam <[email protected]> > Kawan2 Anggota Milis Yth, > > Ribut-ribut soal *layanan BlackBerry* di Indonesia masih saja berlangsung. > *RIM/BB* telah menyetujui *permintaan Menkominfo* dan *telah memasang > Filter Pornografi* pada sistemnya, namun untuk pemasangan *Server BB di > Indonesia*, RIM menyatakan masih *menimbang-nimbang* apakah akan memasang > Regional Server BB di Indonesia atau negara lain yang lebih sesuai dari > berbagai pertimbangan teknis, operasional dan efisiensi ekonomi. > > RIM akhirnya memutuskan untuk menggunakan *Filter Nawala made in Indonesia > * yang merupakan sebuah *proyek Open Source*. Namun diantara kawan-kawan > dari kelompok *Keamanan Informasi Indonesia*, ada yang mengingatkan kita > kalau dengan penambahan filter ini maka sistem komunkasi BlackBerry itu > menjadi lebih *mudah terganggu*, sebab Nawala dimasa lalu *pernah > di-hacked* oleh hacker. > > Dari berbagai media, diperoleh informasi bahwa *penghasilan bersih RIM*, > setelah dipotong pajak dan biaya layanan Aplikasi BlackBerry melalui para > Operator Seluler mitra kerjanya di Indonesia, dan hasil penjualan Ponsel > BlackBerry yang telah dipotong Bea Masuk dan Ppn melalui agen-agen > penjualnya di Indonesia *adalah sebesar Rp 2,3 Trilyun*. Bagi banyak > pihak, angka ini adalah sebuah angka yang besar dan *menggiurkan*. > > Layanan *Aplikasi BlackBerry* di Indonesia memang saat ini merupakan > sebuah layanan "*Killer Aplication*" yang jauh lebih menarik dan > bermanfaat dari pada layanan ponsel-ponsel canggih lainnya seperti iPhone, > Android, Symbian, Windows Mobile, dan Nexian Berry pada situasi dan *kondisi > layanan telekomunikasi di Indonesia* yang dikatakan sudah pada tahap > layanan berkecepatan tinggi *3G*, namun pada kenyataannya masih ada pada > kecepatan *EDGE, GPRS atau lebih rendah lagi*. Ini adalah berkat *teknologi > kompresi dan enkripsi canggih* dari sistem BlackBerry yang dapat > memberikan *keunggulan bersaing* dalam situasi dan kondisi > pertelekomunikasian Indonesia saat ini. > > Yang sangat menarik, layanan Aplikasi BlackBerry di Amerika Serikat dan > Eropa bukanlah layanan yang paling banyak digemari masyarakat. *BlackBerry > * hanya menduduki *posisi market share yang rendah*, yaitu *nomor 3 atau > nomor 4* dibawah layanan *iPhone, Android dan Symbian*. Mengapa bisa > demikian? Ini karena di AS dan Eropa, yang dinamakan 3G dan sebentar lagi 4G > adalah memang *benar-benar 3G*, bukan sekadar namanya, tetapi juga *kecepatan > transmisinya* yang memang *supercepat* untuk memberikan kenyamana > berselancar melalui ponsel canggih mereka. > > Sebaliknya,* iPhone, Android, Symbian* kalau dipakai di Indonesia *terlihat > lelet* dan *menjengkelkan*, sehingga BlackBerry menjadi *solusi yang lebih > menarik*. > > Di Indonesia, mulai dari para *Menteri KIB-II, Pejabat-pejabat eselon I, > II, II dan IV, Komisaris, Direksi dan Staff BUMN dan Swasta, para anak-anak > sekolah SD, SMP, SMA, Mahasiswa dan para Dosen*, banyak sekali yang > menggunakan ponsel canggih BlackBerry, karena kenyamanannya, > user-friendly-nya, sebagai *status symbol* dan *efektif* untuk kerja > *perkantoran/bisnis > serius*. > > Jadi keunggulan BlackBerry di negara-negara berkembang seperti *Indonesia, > India, UA dan Saudi Arabia* adalah utamanya karena* situasi dan kondisi > pertelekomunikasian* di negara-negara itu yang membuatnya unggul > dibandingkan dengan ponsel-ponsel canggih lainnya. > > Ponsel-ponsel canggih lainnya juga sudah menerapkan sistem *Push Mail, > Kompresi Data dan Enkripsi Data* seperti halnya Blackberry, namun mengapa > mereka kalah bersaing? > > Sebabnya: > > 1. Karena Sistem BlackBerry mampu tetap berjalan baik dalam situasi dan > kondisi layanan telekomunikasi yang buruk, dimana yang lainnya tidak mampu. > 2. RIM/BlackBerry telah menciptakan * Ecosystem* yang mendukung, > dimulai dari* Brand Name* yang bagus, *Marketing Product* yang bagus, > *produksi > dan penjualan* Ponsel BB yang *terkoordinasi* dari Kanada, *Pendaftaran > Pelanggan* yang terkendali, dan *ponsel yang cukup canggih* dan banyak > manfaatnya. > > Jadi sebenarnya tidaklah terlalu sulit untuk menciptakan tandingan layanan > BlackBerry di Indonesia dengan memproduksi BlackBerry-like ponsel made in > Indonesia dengan bekerjasama dengan *Samsung, Nokia, Motorola, HTC, > TiPhone, Nexian Berry, dan IMO*, dimana secara teknologi ponsel-ponsel itu > dibuat *dapat bekerja baik dalam kondisi layanan telekomunikasi yang > kurang mendukung*, dan diciptakannya *Ecosystem yang tepat* seperti > diuraikan diatas. Sistem tersebut diatas sudah ada yang menerapkan Push > Mail, kompresi dan enkripsi seperti halnya Blackberry, mungkin melaui > komponen-nya seperti menggunakan *browser Opera Mini*. > > Jadi ini adalah sebuah tantangan yang menarik bagi bangas Indonesai, kalau > mau dapat *untung besar dengan kerja yang ringan* seperti RIM/BlackBerry > Indonesia, sebab *dibantu para Operator Seluler Indonesia*. > > *Siapa berani??? atau Siapa takut???* > * > * > Silahkan ditangapi, disanggah atau didukung, demi kemajuan bangsa dan > negara. > > Semoga bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara. > Wassalam, > S Roestam > http://mastel.wirenode.mobi > http://mastel2020.wirenode.mobi .... dari Ponsel Anda >
