Kawan2 Anggota Milis Yth,


Dimulai dari keberhasilan gerakan Demokrasi, Kebebasan dan "People Power" 
Tunisia untuk mengusir  rezim Pemerintahan Presiden Tunisia Zine El Abidine Ben 
Ali lebih dari satu minggu yang lalu, maka muncul pula gerakan yang sama di 
Mesir yang menuntut turunnya Presiden Hosni Mubarak dari Pemerintahan Mesir. 
Virus gerakan Demokras ini melanda Dunia Arab dengan cepat berkat makin majunya 
telekomunikasi dunia melalui TV, Radi0 dan akhir-akhir ini adalah Media Sosial 
seperti Feacebook, Twitter, SMS dan Ponsel.

Baik di Tunisia maupun Mesir, gerakan Demokrasi Rakyat ini diawali dari 
ketidak-puasan rakyat atas kondisi ekonomi mereka, sulitnya mendapatkan 
pekerjaan yang layak, naiknya harga-harga pangan dan komoditas dan beratnya 
kehidupan rakyat pada umumnya dibawah kepemimpinan Presiden Hosni Mubarak yang 
telah berlangsung selama 30-tahun. Sejak tahun 1981 Presiden Mubarak berjani 
akan melakukan Reformasi di Mesir, namun janji-janji itu tidak kunjung 
dipenuhinya. Memang kondisi perekonomian Mesir saat ini yang kurang memuaskan 
bukanlah 100% merupakan kegagalan pembangunan nasional dan pembangunan 
peekonomian di Mesir itu sendiri, tetapi juga ada kontribusi dari kondisi 
perekonomian Gloabal yang masih berusaha untuk bangkit dari Krisis Perekonomian 
Global tahun 2008 yang lalu.

Pendukung gerakan Demokrasi di Mesir ini adalah Kelompok Persaudaraan Islam 
(Moslem Brotherhood) dan mantan Dirjen Badan Tenaga Aton Internasional Mohammed 
El Baradei yang khusus pulang kenegerinya untuk memberikan dukungannya. El 
Baradei dan banyak tokoh-tokoh gerakan Demokrasi Mesir yang ditangkap 
Pemerintah untuk meredam aksi gerakan ini.

Namun aksi gerakan Demokrasi dan Kebebasan di Mesir terus berlanjut dengan 
pembakaran kantor-kantor Polisi dan Gedung Pemerintahan dan Kantor Partai yang 
berkuasa di Mesir, sebab perasaan ketidakpuasan atas Pemerintahan Presiden 
Hosni Mubarak dirasakan oleh mayoritas rakyat Mesir saat ini. Seperti halnya 
dengan Tunisia, koordinasi gerakan protes massal ini ternyata dikoordinasikan 
melalui Media Sosial, yaitu Faecebook, Twitter, SMS dan Ponsel. Itulah sebabnya 
maka awal mingu ini Pemerintah Mesir memblokir Internet dan memutuskan jaringan 
Telpon Seluler di Mesir.

Pemerintahan Amerika Serikat dan Negara-negara Barat menghadapi dilema besar 
dalam penyelesaian masalah di Mesir, sebab langkah mereka sebelumnya dalam 
penyerangan terhadap Rezim Saddam Hussein di Iraq adalah dengan alasan untuk 
menciptakan Demokrasi dan Kebebasan berpendapat di Iraq. Tidak ada pilihan bagi 
AS dan Barat untuk mendukung gerakan demokrasi dan kebasan di Mesir. Tidak 
kurang dari Menlu AS Hillary Clinton dan Presiden AS Barack Obama menghimbau 
agar Pemerintah Mesir menghidupkan kembali jaringan Internet dan Jaringan 
Telpon Seluler di Mesir dan menghadapi gerakan damai rakyat Mesir secara damai 
pula, tanpa menggunakan kekerasan bersenjata.


Tuntutan Rakyat Mesir dijawab oleh Presiden Hosni Mubarak dengan pernyataan 
Pembubaran Kabinet Mesir dan akan digantikannya dengan Kabinet baru dengan 
dirinya tetap sebagai Presiden Mesir pada hari sabtu 29 Januari 2011. Rupanya 
Presiden Mubarak tidak paham akan inti tuntutan Rakyat, bahwa sebenarnya 
dirinyalah yang diminta mundur, bukan kabinetnya.

Presiden AS juga menghadapi dilema, bahwa selama ini Presiden Mubarak mendapat 
dukungan penuh dari AS sebab telah mau menuruti permintaan AS dan Israel untuk 
memblokir akses ke jalur Gaza untuk mengisolasi Rakyat Palestina, dengan 
imbalan bantuan AS sebesar US$ 1,5 Milyar tiap tahun. Jadi kalau Presiden 
Mubarak tidak memenuhi tuntutan AS untuk menghadapi para demonstran secara 
damai pula, maka bantuan uang sebesar US$ 1,5 Milyar per tahun ini akan 
dipertimbangkan lagi.

Mampukan Presiden Hosni Mubarak menyelesaikan tuntutan rakyat Mesir, ataukah ia 
harus mengikuti jejak Presiden Tunisia meninggalkan negeri yang telah 
dikuasainya selama 30-tahun itu? Hanya waktu yang dapat memberikan jawabannya.

Silahkan ditanggapi dan semoga bermanfaat.
Wassalam,
S Roestam
http://presidenku.com

Kirim email ke