Kawan2 Milis Yth,

Tuntutan dari para demonstrans di Tahrir Square, Kairo, Mesir terus berlanjut, 
walaupun Pemerintahan Hosni Mubarak menyatakan bahwa telah diterapkan Jam Malam 
untuk tidak keluar rumah dari pukul 16.00 sampai dengan pukul 08.00 pagi. 
Mereka tetap menuntur agar Presiden Hosni Mubarak mundur dari Pemerintahan 
Mesir untuk digantikan oleh Pemerintahan yang lebih domokratis.

Mohamad ElBaradei, mantan Dirjen Badan Tenaga Atom Internasional PBB yang 
sempat ditahan oleh Pemerintah Hosni Mubarak, akhirnya dilepaskan kembali, dan 
bergabung dengan para protester di Tahrir Square. Ia menuntut agar Presiden 
Hosni Mubarak segera mundur dari jabatan kepresidenannya. Tuntutan yang sama 
juga diserukan oleh Pemimpin Moslem Brotherhood Mohamed Badei, agar Mubarak 
mundur untuk dapat dibentuk diganti oleh Pemerintahan yang dipilih secara 
demokratis.

Sementara itu akibat dari pembakaran gedung-gedung dan penutupan toko-toko, 
rakyat Mesir mulai merasakan kekurangan bahan makanan, dan tidak dapat bekerja 
untuk mencari nafkah. Sementara itu dikhabarkan bahwa para penjarah toko-toko 
dan gedung ternyata adalah anggota kepolisian yang menyamar untuk mengacaukan 
situasi di Mesir. Para penjahat yang lepas dari penjara-penjara Mesir sebagian 
dapat ditangkap kembali oleh pihak keamanan Mesir.

Yang dikhawatirkan oleh masyarakat Mesir adalah berita akan kembalinya polisi 
di jalan-jalan kota Mesir pada besok pagi, Senin 31 Januari 2011, yang 
memungkinkan bentrok dengan para pengunjuk rasa seperti sebelumnya. Sebab 
antara Tentara Mesir dan para pemrotes telah ada kesepakat yang tidak tertulis 
untuk berdamai.

Kesulitan yang dihadapi Mesir saat ini adalah belum dibentuknya Kabinet baru 
Mesir, kecuali hanya ada Presiden, Wakil Presiden, dan Perdana Menteri yang 
tidak disetujui oleh mayoritas rakyat Mesir.

Presiden AS Barack Obama mempunyai dilema untuk memaksa Mubarak untuk mundur, 
sebab ia adalah merupakan sekutu setia AS yang cukup lama. Maka Obama hanya 
meminta agar dilakukan transisi damai ke Pemerintahan yang demokratis. Obaam 
hanay bisa meminta bantuan sekutu lainya di Timur Tengah, seperti Turki dan 
Saudi Arabia agar mendesak Mubarak untuk mundur dari jabatan kepresidenan Mesir.

Mubarak harus mencontoh mantan Presiden R.I. Suharto yang bersedia mundur dari 
jabatan kepresidenannya yang telah disandangnya selam 32-tahun, sehingga dapat 
berlangsung transisi Pemerintahan secara demokratis dan damai. Ini akan 
merupakan jalan terbaik bagi negeri Mesir.
Semoga bermanfaat.
Wassalam,
S Roestam
http://presidenku.com
http://presidenku.wirenode.mobi dari Ponsel Anda

Kirim email ke